home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal AVM Otak: Penyebab Sakit Kepala, Kejang-kejang, dan Stroke

Mengenal AVM Otak: Penyebab Sakit Kepala, Kejang-kejang, dan Stroke

Malformasi arteri, atau disingkat AVM, adalah sekelompok pembuluh darah abnormal yang saling berhubungan satu sama lain. AVM bisa terjadi pada anggota tubuh berbeda, tetapi AVM otak merupakan yang paling bermasalah. Istilah lain AVM adalah fistula arteriovenosa.

Untuk memahami alasan kenapa AVM berbahaya, pertama-tama penting untuk memahami cara pembuluh darah normal berhubungan satu sama lain.

Hubungan arteri dan vena yang normal

Ada dua jenis utama pembuluh darah: arteri dan vena. Arteri membawa darah kaya akan oksigen dari jantung dan paru ke bagian lain seperti otot, tulang, dan otak, sementara vena membawa kembali darah ke jantung dan paru untuk mendapatkan oksigen kembali. Saat arteri bergerak semakin dalam ke jaringan tubuh, mereka menjadi semakin kecil dan kecil, sampai mereka mencapai titik penyempitan maksimal – bagian ini dikenal sebagai kapiler. Aliran darah melambat agar bisa ditransfer dari arteri ke vena.

Dengan demikian, salah satu fungsi penting kapiler adalah untuk meringankan beberapa tekanan yang dipusatkan pada darah saat mengalir melalui arteri yang lebih besar ke dalam jaringan.

Vena keluar dari kapiler dan secara progresif membesar saat keluar dari organ dalam perjalanannya kembali ke jantung dan paru untuk menambahkan oksigen.

Hubungan arteri dan vena yang abnormal

AVM otak berasal dari arteri dan vena yang terhubung tanpa adanya kapiler. Hal ini menyebabkan tekanan pada arteri saat berpindah secara langsung ke vena dalam jangkauan AVM. Aliran darah langka ini menghasilkan bagian yang memiliki tekanan dan turbulensi tinggi dan menyebabkan AVM membesar seiring waktu, serta mempengaruhi fungsi di sekitar jaringan otak.

Terlihat seperti apakah AVM otak?

AVM otak bervariasi bentuknya. Beberapa biasanya kecil dan tidak terlihat selama beberapa dekade. Lainnya membentuk saluran besar dan berliku-liku pada arteri, yang berdenyut kuat karena mereka terhubung langsung ke vena. AVM bisa ditemukan di mana saja pada otak, termasuk korteks otak, materi putih, dan batang otak.

Siapa yang berpotensi mengalami AVM otak?

AVM otak mempengaruhi sekitar 0.1% populasi, bahkan ada yang dimulai saat kelahiran, tetapi jarang mempengaruhi lebih dari satu anggota dari keluarga yang sama. Mereka setara terjadi pada pria dan wanita. Orang umumnya mulai merasakan gejala di antara usia 10 dan 30 tahun, tetapi jarang terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Apa saja gejala AVM?

Sekitar setengah dari pasien mengetahui AVM setelah mengalami perdarahan subarachnoid. Separuhnya lagi terpengaruh karena kejang-kejang, sakit kepala, dan gejala stroke seperti hemiplegia atau hemiparesis.

Bagaimana cara mendiagnosis AVM?

Diagnosis AVM sering dilakukan oleh ahli radiolog hanya dengan CAT scan otak. Namun, kebanyakan dokter merasa lebih nyaman melakukan diagnosis AVM setelah melakukan pemeriksaan MRI. Pada kasus ketika perdarahan terjadi, AVM dapat sepenuhnya tertutup oleh perdarahan intraserebral, sehingga memerlukan angiogram serebral untuk menentukan diagnosis akhir.

Bagaimana cara menangani AVM?

Jenis yang paling umum dari pengobatan yang tersedia meliputi reseksi bedah, embolisasi endovascular, dan radiosurgery stereotactic, yang semuanya dapat digunakan baik sendiri atau dalam kombinasi. Secara umum, perawatan ini bertujuan untuk menurunkan risiko perdarahan, dan mencegah perdarahan ulang.

Isu yang saat ini berada di bawah penelitian intensif adalah apakah dokter sebaiknya mengobati AVM sebelum menyebabkan terjadinya perdarahan. Ternyata, tidak ada penelitian yang menilai risiko perdarahan saat AVM pecah dan kadang-kadang gejala AVM tidak diobati. Beberapa orang bahkan percaya bahwa AVM yang ditemukan sebelum terjadi perdarahan memiliki risiko yang lebih rendah daripada yang ditemukan setelah terjadi perdarahan. Meskipun demikian, ketidakpastian menyebabkan banyak ahli bedah dan pasien untuk memutuskan melakukan operasi, terlepas dari risiko bahwa tindakan itu sendiri dapat menyebabkan cedera otak permanen.

Bagaimana dengan prognosis?

Prognosis dari AVM tergantung pada beberapa faktor, dimulai dengan apakah AVM ditemukan sebelum atau setelah perdarahan. Lebih dari 90% dari mereka yang mengalami perdarahan dapat diselamatkan setelah kejadian tersebut. Pada mereka yang AVM ditemukan sebelum perdarahan, prognosis secara langsung berkaitan dengan ukuran AVM, gejala, kedekatan dengan daerah vital otak dan, seperti disebutkan di atas, apakah dilakukan pengobatan atau tidak terhadap AVM.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allan H. Ropper, Robert H. Brown, Adams and Victor’s Principles of Neurology, 8th Edition (McGraw-Hill)

Hartmann A, Mast H, Choi JH, Stapf C, Mohr JP. Treatment of arteriovenous malformations of the brain. Curr Neurol Neurosci Rep. 2007 Jan;7(1):28-34.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x