Mengenal AVM Otak: Penyebab Sakit Kepala, Kejang-kejang, dan Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Malformasi arteri, atau disingkat AVM, adalah sekelompok pembuluh darah abnormal yang saling berhubungan satu sama lain. AVM bisa terjadi pada anggota tubuh berbeda, tetapi AVM otak merupakan yang paling bermasalah. Istilah lain AVM adalah fistula arteriovenosa.

Untuk memahami alasan kenapa AVM berbahaya, pertama-tama penting untuk memahami cara pembuluh darah normal berhubungan satu sama lain.

Hubungan arteri dan vena yang normal

Ada dua jenis utama pembuluh darah: arteri dan vena. Arteri membawa darah kaya akan oksigen dari jantung dan paru ke bagian lain seperti otot, tulang, dan otak, sementara vena membawa kembali darah ke jantung dan paru untuk mendapatkan oksigen kembali. Saat arteri bergerak semakin dalam ke jaringan tubuh, mereka menjadi semakin kecil dan kecil, sampai mereka mencapai titik penyempitan maksimal – bagian ini dikenal sebagai kapiler. Aliran darah melambat agar bisa ditransfer dari arteri ke vena.

Dengan demikian, salah satu fungsi penting kapiler adalah untuk meringankan beberapa tekanan yang dipusatkan pada darah saat mengalir melalui arteri yang lebih besar ke dalam jaringan.

Vena keluar dari kapiler dan secara progresif membesar saat keluar dari organ dalam perjalanannya kembali ke jantung dan paru untuk menambahkan oksigen.

Hubungan arteri dan vena yang abnormal

AVM otak berasal dari arteri dan vena yang terhubung tanpa adanya kapiler. Hal ini menyebabkan tekanan pada arteri saat berpindah secara langsung ke vena dalam jangkauan AVM. Aliran darah langka ini menghasilkan bagian yang memiliki tekanan dan turbulensi tinggi dan menyebabkan AVM membesar seiring waktu, serta mempengaruhi fungsi di sekitar jaringan otak.

Terlihat seperti apakah AVM otak?

AVM otak bervariasi bentuknya. Beberapa biasanya kecil dan tidak terlihat selama beberapa dekade. Lainnya membentuk saluran besar dan berliku-liku pada arteri, yang berdenyut kuat karena mereka terhubung langsung ke vena. AVM bisa ditemukan di mana saja pada otak, termasuk korteks otak, materi putih, dan batang otak.

Siapa yang berpotensi mengalami AVM otak?

AVM otak mempengaruhi sekitar 0.1% populasi, bahkan ada yang dimulai saat kelahiran, tetapi jarang mempengaruhi lebih dari satu anggota dari keluarga yang sama. Mereka setara terjadi pada pria dan wanita. Orang umumnya mulai merasakan gejala di antara usia 10 dan 30 tahun, tetapi jarang terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Apa saja gejala AVM?

Sekitar setengah dari pasien mengetahui AVM setelah mengalami perdarahan subarachnoid. Separuhnya lagi terpengaruh karena kejang-kejang, sakit kepala, dan gejala stroke seperti hemiplegia atau hemiparesis.

Bagaimana cara mendiagnosis AVM?

Diagnosis AVM sering dilakukan oleh ahli radiolog hanya dengan CAT scan otak. Namun, kebanyakan dokter merasa lebih nyaman melakukan diagnosis AVM setelah melakukan pemeriksaan MRI. Pada kasus ketika perdarahan terjadi, AVM dapat sepenuhnya tertutup oleh perdarahan intraserebral, sehingga memerlukan angiogram serebral untuk menentukan diagnosis akhir.

Bagaimana cara menangani AVM?

Jenis yang paling umum dari pengobatan yang tersedia meliputi reseksi bedah, embolisasi endovascular, dan radiosurgery stereotactic, yang semuanya dapat digunakan baik sendiri atau dalam kombinasi. Secara umum, perawatan ini bertujuan untuk menurunkan risiko perdarahan, dan mencegah perdarahan ulang.

Isu yang saat ini berada di bawah penelitian intensif adalah apakah dokter sebaiknya mengobati AVM sebelum menyebabkan terjadinya perdarahan. Ternyata, tidak ada penelitian yang menilai risiko perdarahan saat AVM pecah dan kadang-kadang gejala AVM tidak diobati. Beberapa orang bahkan percaya bahwa AVM yang ditemukan sebelum terjadi perdarahan memiliki risiko yang lebih rendah daripada yang ditemukan setelah terjadi perdarahan. Meskipun demikian, ketidakpastian menyebabkan banyak ahli bedah dan pasien untuk memutuskan melakukan operasi, terlepas dari risiko bahwa tindakan itu sendiri dapat menyebabkan cedera otak permanen.

Bagaimana dengan prognosis?

Prognosis dari AVM tergantung pada beberapa faktor, dimulai dengan apakah AVM ditemukan sebelum atau setelah perdarahan. Lebih dari 90% dari mereka yang mengalami perdarahan dapat diselamatkan setelah kejadian tersebut. Pada mereka yang AVM ditemukan sebelum perdarahan, prognosis secara langsung berkaitan dengan ukuran AVM, gejala, kedekatan dengan daerah vital otak dan, seperti disebutkan di atas, apakah dilakukan pengobatan atau tidak terhadap AVM.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Daftar Pantangan Makanan untuk Penderita Stroke

Penting bagi Anda untuk mematuhi berbagai pantangan makanan penderita stroke agar penyakit ini tidak kambuh lagi. Yuk, simak daftarnya di sini!

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Cara Jitu Mencegah Terjadinya Stroke, Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Stroke merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Oleh sebab itu, sebelum terlambat, lebih baik lakukan pencegahan stroke sejak dini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 7 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
wajah tidak simetris

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit