Studi: Risiko Kanker Payudara Lebih Rendah Pada Wanita Muda yang Obesitas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Yang selama ini kita tahu adalah obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama dari sejumlah kanker. Obesitas pun telah lama “dinobatkan” sebagai pemicu risiko kanker payudara pada wanita menopause. Meski begitu, sebuah penelitian internasional baru-baru ini mengungkapkan bahwa risiko kanker payudara justru menurun pada wanita muda yang obesitas. Kenapa begitu?

Wanita usia menopause yang obesitas lebih rentan terkena kanker payudara

Penumpukan lemak berlebihan dalam tubuh akibat obesitas, terutama lemak perut, akan memaksa tubuh memproduksi hormon estrogen di luar batas normal. Kadar hormon estrogen berlebihan memang nyatanya sudah lama dikaitkan sebagai pemicu kanker payudara. Selain itu, sel-sel lemak ekstra dapat memicu peradangan jangka panjang dalam tubuh.

Namun, risiko ini dilaporkan lebih tinggi terjadi pada wanita obesitas yang sedang dalam masa menopause. Selama masa menopause itu sendiri, tanpa adanya faktor risiko obesitas pun tubuh akan secara alami memproduksi hormon estrogen yang lebih banyak.

Itu kenapa wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas (BMI lebih tinggi dari 25) memiliki risiko kanker payudara setelah menopause yang lebih tinggi daripada wanita yang punya berat badan sehat. berat badan sehat. Kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan risiko kekambuhan kanker payudara pada wanita penyintas kanker. Peradangan kronis telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kekambuhan kanker payudara.

Lalu, kenapa obesitas malah menurunkan risiko kanker payudara pada wanita muda?

deteksi kanker payudara obesitas

Berbanding terbalik dengan apa yang kita ketahui selama ini, penelitian terbaru kolaborasi antara The Premenopausal Breast Cancer Collaborative Group dan International Cancer Research justru menemukan bahwa obesitas menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang baru mau menopause (perimenopause). Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal JAMA Oncology setelah mengamati risiko kanker payudara pada lebih dari 700 ribu wanita berusia kurang dari 55 tahun.

Peneliti melaporkan bahwa wanita dengan skor BMI tinggi (menandakan kelebihan berat badan atau malah obesitas) tapi belum memasuki masa menopause justru memiliki risiko terkena kanker payudara yang lebih rendah. Mereka juga menemukan bahwa risiko kanker payudara pada wanita muda dengan berat badan normal tetap lebih rendah daripada wanita menopause

“Kami melihat ketika skor BMI-nya naik, risiko kanker menurun,” kata Nichols, seorang asisten dosen di UNC Gillings School of Global Public Health yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Setiap peningkatan 5 unit skor pada BMI wanita usia 18-24 tahun dilaporkan mengalami penurunan risiko kanker payudara hingga 23 persen. Dengan peningkatan skor BMMI yang sama persis, pada rentang usia 25-34 tahun risikonya berkurang 15%  dan pada rentang usia 35 hingga 44 tahun risiko kanker payudara menurun 13 persen lebih rendah. Risiko kanker payudara menurun hingga 12% lebih rendah pada kelompok wanita berusia 45-54 tahun yang juga mengalami kenaikan skor BMI dalam kisaran 5 unit.

Namun, tidak diketahui pasti di batas skor BMI mana yang menunjukkan risiko kanker payudara mulai meningkat.

Bukan berarti Anda boleh sengaja menggemukkan badan hingga berlebihan, lho!

Mereka menduga bahwa mekanisme terjadinya kanker payudara pada wanita yang berusia lebih muda sedikit berbeda dari teori umumnya, yang sudah dijelaskan pada subartikel di atas.

Peneliti berpendapat ada banyak faktor yang memengaruhi hubungan antara tingginya skor BMI dengan rendahnya risiko kanker pada wanita muda. Salah satunya adalah perbedaan jumlah hormon, seperti hormon estrogen, hormon pertumbuhan, dan kepadatan payudara.

Namun para peneliti sangat menekankan bahwa hasil penelitian ini tidak diterbitkan sebagai dukungan untuk para wanita agar sengaja berlebihan menambah berat badannya demi terhindar dari kanker. Potensi masalah kesehatan jangka panjang dari obesitas tetap lebih berbahaya daripada manfaatnya, yang bahkan belum bisa dipastikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Payudara, Health Centers 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
SADARI kanker payudara

Apakah Kamu Berisiko Terkena Kanker Payudara?

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . Waktu baca 1 menit