Kenali Sakit Kepala Tipe Ketegangangan dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sakit kepala yang memberikan sensasi tegang seperti kepala sedang ditekan atau diikat erat-erat dengan pengikat kepala, merupakan salah satu sakit kepala yang umum terjadi. Sakit kepala tegang atau tension headache adalah rasa sakit kepala yang dapat mengganggu. Tapi, apa sih sebenarnya sakit kepala tegang? Simak penjelasan berikut.

Apa yang dimaksud dengan sakit kepala tegang?

Sakit kepala tipe ketegangan atau tension headache adalah sakit kepala yang juga umum terjadi. Dikutip dari Medline Plus, rasa sakit yang terjadi akan terasa tidak nyaman seperti rasa nyeri, sesak, atau terdapat tekanan di sekitar dahi atau belakang kepala dan leher.

Beberapa orang mengatakan bahwa sensasi sakit kepala tegang terasa seperti tengkorak kepala yang diremas.

Sakit kepala tegang bisa juga disebut sebagai sakit kepala stres, dan ini merupakan sakit kepala yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Secara umum, ada dua jenis sakit kepala tegang yaitu sakit kepala tegang episodik dan kronis.

Ketika Anda memiliki kondisi ini kurang dari lima hari per bulan, maka ia disebut sebagai sakit kepala tegang episodik. Namun, jika terjadi lebih sering, maka kondisi ini bisa disebut sebagai sakit kepala tegang kronis.

Sakit kepala tegang dapat berlangsung dari 30 menit hingga beberapa hari. Jenis episodik ini biasanya hanya bertahan kurang dari 15 hari. Rasa sakit yang muncul akan mulai secara bertahap, seringnya di pertengahan hari. Sakit kepala tegang mulai dikategorikan sebagai kondisi yang kronis jika berlangsung lebih dari 15 hari.

Rasa sakit kepala tegang yang muncul mungkin lebih kuat atau justru mereda sepanjang hari, tapi hampir selalu ada. Meskipun kepala Anda sakit, namun kondisi ini tidak akan membuat Anda berhenti melakukan kegiatan sehari-hari Anda, dan ia juga tidak mempengaruhi penglihatan, keseimbangan, atau kekuatan Anda.

Apa penyebab sakit kepala tipe ketegangan?

Tidak ada satu penyebab khusus yang bisa menyebabkan rasa sakit kepala tipe ketegangan muncul. Namun, sebagian besar orang mengalami kondisi ini akibat  stres, baik dari pekerjaan, sekolah, keluarga, teman, atau hubungan lainnya.

Kondisi episodik biasanya dipicu oleh sebuah situasi tegang atau yang menyebabkan stres. Sementara itu, ketegangan yang terjadi sehari-hari dapat menyebabkan jenis kronis.

Sakit kepala jenis ini tidak diturunkan dalam keluarga. Beberapa orang lainnya mengalami sakit kepala tegang karena otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Ketegangan otot ini bisa berasal dari:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Mata bekerja terlalu keras hingga terasa lelah
  • Mata kering
  • Tubuh terlalu lelah
  • Kebiasan merokok
  • Demam atau flu yang sedang Anda alami
  • Infeksi sinus
  • Kafein
  • Kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang buruk
  • Kurangnya asupan air mineral
  • Kurang tidur
  • Kebiasaan melewatkan kewajiban untuk makan

Namun, bagi beberapa orang, otot yang menegang bukanlah penyebab sakit kepala tegang, dan penyebab dari kondisi yang dialami sering kali tidak jelas. Jika Anda ingin mencari tahu lebih jauh mengenai penyebab sakit kepala tegang yang Anda alami, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Jenis-jenis sakit kepala tipe ketegangan

Sakit kepala tipe ketegangan pun mempunyai jenis atau dapat dibagi menjadi dua kategori, seperti:

1. Sakit kepala tipe ketegangan episodik

Sakit kepala tegang jenis episodik ini dapat berlangsung dari 30 menit sampai rentang wktu seminggu. Tidak hanya itu saja, sakit kepala tegang jenis ini juga dapat muncul kurang dari 15 hari dalam satu bulan atau paling tidak tiga bulan. Apabila sering terjadi, maka bisa menjadi kronis.

2. Sakit kepala tipe ketegangan kronis

Jenis lainnya dari tension headache atau sakit kepala tegang adalah kronis. Apabila terjadi, jenis sakit kepala ini dapat berlangsung berjam-jam dan mungkin terus berlanjut. Jika Anda mengalami sakit kepala selama 15 hari atau paling lama 3 bulan, maka sudah dianggap menjadi kronis.

Selain jenis-jenis sakit kepala tipe ketegangan di atas, terkadang ada kondisi dimana Anda tidak bisa membedakan antara sakit kepala tegang atau migrain. Apalagi, ketika Anda mengalami sakit kepala tegang episodik juga bisa menyebabkan terjadinya migrain.

Namun, ada perbedaan yang bisa pula Anda perhatikan. Sakit kepala tegang biasanya tidak berhubungan dengan gangguan penglihatan, mual, atau pun muntah. Sedangkan sakit kepala migrain bisa menjadi lebih buruk jika Anda melakukan aktivitas fisik.

Apa tanda dan gejala sakit kepala tipe ketegangan?

Beberapa gejala umum yang sering terjadi saat mengalami sakit kepala tegang adalah:

  • Nyeri ringan hingga sedang, atau tekanan di depan, atas, atau sisi kepala
  • Sakit kepala yang baru muncul di sore hari
  • Sulit untuk tidur
  • Kelelahan
  • Jadi lebih cepat marah
  • Kesulitan untuk fokus
  • Terasa lebih sakit di area-area tertentu, seperti kulit kepala, pelipis, di leher bagian belakang, dan mungkin terasa hingga di pundak
  • Rasa sakit yang muncul mungkin hanya sekali, terus-menerus, atau berhari-hari. Mulai dari 30 menit saja atau bisa juga bertahan hingga tujuh hari
  • Nyeri otot

Berbeda dengan sakit kepala migrain, saat mengalami sakit kepala tegang, Anda tidak akan memiliki gejala saraf lainnya, seperti kelemahan otot atau penglihatan kabur. Selain itu, sakit kepala tegang biasanya tidak menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara, nyeri perut, mual, maupun muntah.

Bagaimana cara mengobati sakit kepala tipe ketegangan?

Pengobatan untuk sakit kepala tegang termasuk penggunaan obat resep, obat bebas penghilang rasa sakit, obat kombinasi yang mengandung aspirin, acetaminophen, kafein, teknik pengelolaan stres, dan pengobatan rumah.

1. Pengobatan akut

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala tegang atau tension headache adalah menggunakan obat-obatan. Anda mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk menggunakan obat-obatan tertentu. Namun, Anda mungkin juga membeli obat secara bebas di apotek.

Ada beberapa obat yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala.

Obat pereda nyeri

Anda bisa membeli obat-obatan pereda nyeri secara bebas di apotek. Biasanya, obat-obatan ini adalah obat yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi rasa sakit. Obat-obatan ini termasuk aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Namun, jika Anda pergi ke dokter, dokter biasanya akan meresepkan Anda obat-obatan pereda rasa sakit seperti naproxen, indomethacin, dan ketorolac.

Obat kombinasi

Tidak hanya obat pereda rasa sakit, ada pula obat kombinasi yang bisa Anda gunakan untuk menyelamatkan Anda dari sakit kepala tegang yang mengganggu. Misalnya, perpaduan antara aspirin, acetaminophen, dengan kafein atau sedatif di dalam satu kali penggunaan obat.

Biasanya, obat-obatan kombinasi cenderung lebih efektif dibanding obat-obatan tunggal untuk meredakan rasa sakit. Jika Anda ingin menggunakan obat kombinasi, Anda bisa membelinya secara bebas di apotek.

Triptan dan narkotik

Untuk pengobatan sakit kepala tegang bersamaan dengan migrain, obat triptan mungkin dapat secara efektif meredakan rasa sakit dari kedua sakit di kepala. Namun, opiat atau narkotik termasuk obat yang jarang digunakan karena efek ketergantungan.

2. Obat pencegahan

Tidak hanya obat untuk mengatasi, ada pula obat yang bisa Anda gunakan sebagai obat-obatan yang dapat mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan. Biasanya obat ini digunakan untuk mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan dari serangan sakit kepala, khususnya jika sakit kepala sudah tergolong kronis.

Berikut adalah beberapa obat pencegahan yang bisa Anda gunakan.

Antidepresan

Obat antidepresan trisiklik adalah salah satu jenis obat antidepresan yang bisa Anda gunakan untuk mencegah sakit kepala tegang. Namun, biasanya penggunaan obat dapat memberikan efek samping. Efek sampingnya termasuk sembelit, mudah mengantuk, dan mulut kering.

Ada pula obat antidepresan lainnya yang dapat digunakan untuk mencegah rasa sakit di kepala, misalnya venlafaxine dan mirtazapine.

Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, Anda mungkin harus menggunakannya setiap hari. Bahkan, sekalipun Anda tidak merasa sakit kepala tegang. Hal ini lambat laun dapat membantu Anda mengurangi penggunaan obat-obatan seiring berjalannya waktu.

Obat yang membuat otot rileks

Jika obat-obatan yang Anda gunakan untuk mengatasi sakit kepala tegang tidak mempan digunakan, Anda mungkin bisa menggunakan obat-obatan, seperti topiramate, untuk mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian yang lebih banyak lagi untuk menentukan apakah penggunaan obat ini efektif.

Anda mungkin membutuhkan waktu selama beberapa minggu untuk merasakah manfaat dari obat-obatan yang digunakan untuk mencegah sakit kepala tegang.  Oleh sebab itu, jangan mudah putus asa jika Anda belum melihat perubahan yang terlalu besar saat baru memulai menggunakan obat.

3. Teknik pengelolaan stres

Bagi orang-orang yang mengalami sakit kepala tipe ketegangan yang muncul berulang kali, teknik pengelolaan stres telah menjadi cara yang efektif untuk membantu menurunkan frekuensi sakit kepala dan tingkat keparahan.

Hal ini dapat mencakupolahraga teratur, teknik pernapasan dalam, dan latihan relaksasi. Pendekatan non obat lainnya dapat termasuk terapi pijat, panas, es, atau akupunktur.

Belajarlah untuk mengidentifikasi situasi stres yang memicu sakit kepala tegang dan ketahui apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghindarinya. Hal ini termasuk bagian dari strategi yang berguna bagi banyak orang yang mengalami kondisi ini.

4. Pengobatan alami

Tidak hanya penggunaan obat-obatan saja, Anda juga bisa mengatasi sakit kepala tipe ketegangan dengan melakukan pengobatan alami. Berikut beberapa pengobatan yang bisa Anda pilih untuk mengatasi rasa sakit kepala tegang atau tension headache adalah:

  • Terapi alternatif seperti kompres panas atau kompres es dapat memberikan manfaat besar bagi beberapa individu yang mengalami sakit kepala tegang.
  • Mnum beberapa jenis minuman non-kafein atau makanan apapun yang dapat membantu Anda tidak dehidrasi.
  • Mengonsumsi biji rami (flaxseed) yang kaya akan omega-3 mungkin dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Menghirup aroma minyak lavender dapat membantu mengurangi rasa nyeri sakit kepala.
  • Pijat kulit kepala adalah salah satu pilihan pengobatan yang sangat mudah dilakukan dan dapat memberikan bantuan yang signifikan.
  • Berolahraga yang fokus pada gerakan tertentu yang dapat memperbaiki postur tubuh terbukti cukup efektif dalam mengurangi frekuensi sakit kepala akibat stres.

Cara mencegah sakit kepala tipe ketegangan

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan. Selain melakukan olahraga teratur, Anda juga bisa melakukan terapi relaksasi untuk mencegah terjadinya stres sehingga sakit kepala pun datang. Beberapa teknik yang bisa dilakukan:

  • Pelatihan biofeedback. Teknik yang dapat mengendalikan respons tubuh tertentu untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala tegang. Anda akan belajar bagaimana mengurangi ketegangan otot.
  • Terapi perilaku kognitif. Terapi bicara yang dapat membantu Anda belajar mengelola stres sehingga mengurangi frekuensi keparahan sakit kepala.
  • Teknik relaksasi lainnya seperti pernapasan, yoga, meditasi, serta relaksasi otot.

Tidak hanya dengan melakukan terapi relaksasi, tentunya Anda bisa melakukan tindakan pencegahan lainnya. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti:

  • Mendapatkan waktu tidur yang cukup
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari apabila Anda merokok.
  • Makanlah secara teratur dengan porsi yang tepat juga seimbang.
  • Membatasi asupan gula, kafein, serta alkohol.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 15, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca