Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan yang menggunakan zat kimia yang kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan untuk pengobatan kanker, karena sel kanker berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh.

Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan untuk mengobati kanker. Kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati banyak jenis kanker namun memiliki risiko efek samping. Beberapa efek samping ringan dan dapat disembuhkan, namun beberapa dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Bagaimana cara kerja kemoterapi?

Kemoterapi membunuh sel yang membelah diri secara tidak normal. Saat dewasa, biasanya sel tubuh tidak lagi membelah dan berkembang terlalu banyak. Sel hanya membelah diri untuk memperbaiki kerusakan. Saat sel membelah, terbentuk 2 sel baru. Jadi, dari 1 sel menjadi 2, kemudian berkembang menjadi 4, 8 dan seterusnya. Sel kanker terus membelah sampai kumpulan sel menjadi benjolan atau tumor.

Pada bagian tengah setiap sel terdapat nukleus yang mengandung kromosom terbuat dari gen. Gen-gen tersebut harus disalin persis untuk membuat sel baru. Beberapa obat-obatan kemoterapi membunuh sel yang berkembang dengan merusak bagian sel yang mengendalikan pembelahan. Beberapa pengobatan kemoterapi lainnya menginterupsi proses kimia pada pembelahan sel.

Kemoterapi merusak gen dalam nukleus sel. Beberapa obat merusak sel saat pembelahan. Beberapa merusak sel saat membuat salinan gen sebelum pembelahan.

Kapan kemoterapi digunakan?

Tergantung jenis kanker yang Anda miliki, Anda dapat diberikan satu obat (monoterapi) atau kombinasi obat (terapi kombinasi). Banyak jenis pengobatan kemoterapi, tapi pada dasarnya cara kerjanya sama. Pengobatan kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk tablet dan suntikan pada pembuluh darah.

Tim yang merawat Anda akan memberikan rencana penanganan sesuai dengan kondisi Anda. Cara-cara yang dapat digunakan untuk kemoterapi adalah:

  • Suntikan pada aliran darah
  • Infus intravena pada aliran darah
  • Tablet
  • Kapsul

Apa saja efek samping dari kemoterapi?

Obat-obatan yang berbeda menimbulkan efek samping yang berbeda. Perlu diperhatikan bahwa Anda kemungkinan tidak akan mengalami efek samping berikut. Pada beberapa orang, efek yang terjadi ringan. Kadang efek samping dari kemoterapi dapat tidak menyenangkan, namun Anda harus ingat bahwa:

  • Kebanyakan efek samping hanya terjadi dalam jangka pendek
  • Efek samping akan hilang begitu pengobatan selesai dilakukan
  • Anda dapat menggunakan obat untuk mengurangi efek samping

Efek samping dari pengobatan kemoterapi umumnya meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Rambut rontok
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit pada mulut
  • Rasa nyeri
  • Sembelit
  • Mudah memar

Kebanyakan efek samping tersebut dapat dicegah atau diatasi, dan mereda setelah pengobatan selesai. Namun, ada beberapa efek samping yang berlangsung lama atau muncul setelah beberapa bulan atau tahun setelah pengobatan. Efek samping yang terjadi pada jangka panjang tergantung dari obat yang digunakan, namun dapat meliputi:

  • Kerusakan jaringan paru-paru
  • Masalah jantung
  • Kemandulan
  • Masalah ginjal
  • Kerusakan saraf
  • Risiko kanker lainnya

Tanyakan pada dokter jika Anda memiliki risiko efek samping yang mungkin akan terjadi. Tanyakan tanda-tanda dan gejala yang perlu Anda waspadai. Jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu, beri tahu dokter atau perawat.

Apa yang perlu diperhatikan?

Terdapat beberapa kontraindikasi pada kemoterapi; adanya kondisi berikut menandakan pengobatan kemoterapi harus ditunda atau sama sekali tidak diberikan.

Kehamilan pada trimester pertama

Akibat tingginya potensi cacat lahir dan kemungkinan lainnya, trimester pertama pada kehamilan merupakan kontraindikasi terhadap obat-obatan kemoterapi. Namun, beberapa jenis obat kemoterapi aman diberikan pada trimester kedua dan ketiga pada kehamilan, walau masih ada peningkatan risiko bayi lahir mati dan terhambatnya pertumbuhan janin dalam kandungan.

Thrombocytopenia

Adanya kondisi thrombocytopenia atau jumlah platelet yang rendah dan jenis lain dari jumlah darah yang rendah, membuat dokter tidak dapat memulai kemoterapi sampai kondisi membaik. Obat-obatan atau transfusi dapat meningkatkan kadar sel darah.

Masalah pada hati atau ginjal

Karena kebanyakan obat-obatan kemoterapi diproses oleh hati atau ginjal, cacat atau gagal hati atau ginjal dapat menjadi halangan terhadap kemoterapi. Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat diberikan pada pasien dengan penurunan fungsi hati atau ginjal, namun dosis harus disesuaikan.

Operasi yang baru dilakukan

Kemoterapi dapat mengganggu proses penyembuhan luka. Saat luka operasi telah sembuh, dokter dapat memulai pengobatan kemoterapi.

Infeksi

Infeksi merupakan kontraindikasi terhadap kemoterapi. Sepsis dapat terjadi, yang dapat meningkatkan risiko langsung terhadap kanker pada pasien. Setelah infeksi sembuh, pengobatan kemoterapi baru dapat dimulai.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca