Salah satu faktor risiko kanker payudara adalah keturunan. Jika Anda mempunyai anggota keluarga yang mengidap kanker payudara, maka risiko Anda untuk menderita kanker payudara juga lebih besar. Terlebih lagi, jika yang menderita kanker adalah anggota keluarga dari tingkat pertama, seperti ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan. Tentu risiko Anda menjadi lebih besar.

Sebuah teori mengatakan bahwa jika Anda mempunyai salah satu anggota keluarga tingkat pertama yang menderita kanker payudara, maka risiko Anda menderita kanker payudara menjadi dua kali lipat. Sedangkan, jika Anda mempunyai dua anggota keluarga tingkat pertama yang menderita kanker, risiko kanker Anda akan meningkat menjadi lima kali lipat.

Namun, jangan berkecil hati terlebih dahulu. Faktor risiko kanker payudara tidak hanya keturunan, tetapi juga bisa dari lingkungan. Anda memang tidak bisa mengontrol faktor risiko dari keturunan, tetapi Anda mungkin bisa mengontrol faktor risiko dari lingkungan. Untuk itu, penting bagi Anda untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Cara mengurangi risiko kanker payudara keturunan

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara jika Anda punya keturunan.

1. Jaga berat badan Anda dalam rentang normal

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda untuk menderita kanker payudara. Lemak yang menumpuk dalam tubuh, terutama di perut, dapat menghasilkan estrogen lebih yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, kelebihan berat badan juga berhubungan dengan jenis kanker lain, seperti kanker prostat, paru, usus, dan ginjal. Jadi, jika Anda mengalami kelebihan berat badan, usahakan mulai sekarang untuk menurunkan berat badan Anda. Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan makan Anda dan melakukan olahraga secara teratur.

2. Batasi konsumsi alkohol dan daging olahan

Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, Anda dapat mengurangi risiko kanker. Cobalah untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari, setidaknya 5 porsi. Pilihlah makanan yang mengandung sedikit lemak dan kalori. Hal ini dilakukan untuk menghindari Anda dari obesitas.

Selain itu, batasi konsumsi daging olahan. Laporan dari lembaga kanker WHO, International Agency for Research on Cancer menyatakan bahwa konsumsi daging olahan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko kanker jenis tertentu. Jika Anda suka minum alkohol, sebaiknya batasi atau bahkan hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang.

3. Perbanyak aktivitas fisik dan olahraga 30 menit sehari

Melakukan olahraga secara teratur, selain untuk mendapatkan berat badan normal, juga dilakukan untuk menurunkan risiko kanker, terutama kanker payudara. Saat sel lemak banyak menumpuk dalam tubuh, maka estrogen tambahan akan dihasilkan. Sel kanker payudara yang terpapar dengan estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Anda disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Tidak hanya itu, Anda juga disarankan untuk selalu aktif setiap hari. Kurangilah aktivitas sedenter, seperti duduk, tiduran, menonton televisi, main game komputer, dan lain sebagainya.

4. Jangan merokok

Merokok berhubungan dengan berbagai jenis kanker, seperti kanker paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, payudara, leher rahim (serviks), dan ginjal. Bahkan, jika Anda bukan perokok, Anda juga masih berisiko terkena kanker paru dari paparan asap rokok.

Oleh karena itu, jika Anda perokok, maka berhentilah merokok mulai dari sekarang. Dan jika Anda bukan perokok, maka jauhilah asap rokok. Dengan menjauhi rokok, tidak hanya risiko kanker yang Anda hindari, Anda juga menghindari risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Menyusui

Jika Anda baru melahirkan, usahakan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda. Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Selain itu, menyusui juga sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi Anda.

6. Hindari pil KB

Penggunaan pil KB, terutama jika Anda sudah berusia lebih dari 35 tahun, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker payudara. Risiko ini akan hilang saat Anda menghentikan penggunaan pil KB. Jika Anda mempunyai keturunan kanker payudara, sebaiknya Anda memilih alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Untuk mengetahui seberapa besar risiko kanker Anda, ada baiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan melihat seberapa besar risiko Anda dari riwayat keluarga Anda yang menderita kanker payudara, siapa yang menderita dan pada usia berapa. Anda mungkin perlu untuk melakukan beberapa tes, seperti mammogram. Wanita usia 40 tahun atau lebih harus melakukan skrining mammogram setiap tahun.

8. Obat terapi hormonal

Bagi Anda yang mempunyai keturunan kanker payudara yang sangat kuat, penggunaan obat terapi hormonal dapat mengurangi risiko kanker payudara. Terdapat empat obat terapi hormonal yang telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker payudara hormon reseptor positif, yaitu tamoxifen, Evista, Aromasin, dan Arimidex.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca