Berbagai Penyebab Kanker Payudara dan Faktor Risikonya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Menurut Infodatin Kanker Payudara milik Kemenkes RI tahun 2016, angka kematian wanita akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 17 kasus per 100 ribu penduduk. Lantas, apa penyebab kanker payudara?

Berbagai penyebab kanker payudara

Beberapa hal berikut ini diketahui sebagai penyebab Anda menderita kanker payudara, di antaranya:

1. Genetik

Sekitar 5-10% dari kasus kanker payudara terjadi akibat adanya anggota keluarga dengan sejarah penyakit yang sama.

Ini menandakan bahwa genetik memainkan peran sebagai penyebab dan merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara.

Dalam hal ini, diduga ada mutasi gen (kecacatan pada gen) yang diturunkan dari orangtua sehingga berpotensi menyebabkan kanker payudara.

2. Hormon tubuh

Selain genetik, hormon tubuh juga dinilai menjadi penyebab kanker payudara. Baik wanita maupun pria, keduanya memiliki hormon seks, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron.

Menurut laporan National Cancer Institute, wanita yang memiliki kadar hormon ini lebih tinggi dari angka normal memiliki risiko besar terkena kanker payudara.

3. Gaya hidup yang buruk

Gaya hidup yang buruk bisa memengaruhi hormon tubuh. Hal ini kemudian dapat menjadi penyebab kanker payudara yang lain.

Hormon dalam tubuh berkaitan erat dengan sel-sel yang ada di sekitar payudara. Selain itu, paparan senyawa dan zat kimia tertentu akibat gaya hidup yang buruk juga bisa membuat sel berkembang secara abnormal sehingga menyebabkan kanker payudara.

Nah, beberapa kebiasaan yang bisa menjadi pemicu dan penyebab kanker payudara, meliputi:

Merokok

Merokok meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker payudara di usia muda dan pada perempuan premenopause. Merokok juga bisa menyebabkan komplikasi ketika Anda sedang dalam proses penyembuhan kanker payudara, seperti:

  • Merusak paru dari terapi radiasi
  • Sulitnya penyembuhan pascaoperasi dan rekonstruksi payudara
  • Tingginya risiko penggumpalan darah saat Anda sedang dalam terapi hormon

Malas bergerak

Aktivitas fisik yang kurang dapat dikaitkan dengan perubahan indeks massa tubuh. Peningkatan berat badan sendiri kerap dikaitkan dengan risiko kanker payudara.

Suka makan di tengah malam

Makan malam lebih awal diketahui dapat mengurangi faktor risiko penyebab kanker payudara. Artinya, makan larut malam menunjukkan hal sebaliknya.

Setelah makan, glukosa dalam tubuh akan meningkat. Saat siang hari, glukosa dalam darah dapat digunakan sebagai energi. Namun, tidak dengan malam hari.

Glukosa akan tetap tinggi dan tidak diubah menjadi energi karena melambatnya metabolisme pada malam hari.

Meningkatnya glukosa dalam darah diketahui menjadi salah satu faktor yang membuat Anda berisiko kena kanker payudara.

Kerja di malam hari

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki jam kerja di malam hari lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak.

Para peneliti berasumsi hal ini disebabkan oleh hormon-hormon, salah satunya melatonin, yang terganggu akibat perubahan jam tidur malam. Rendahnya hormon melantonin sering dijumpai pada pasien yang mengidap kanker payudara.

Mengonsumsi pil KB

Estrogen pada pil kontrasepsi (KB) memang dapat mencegah kehamilan, tapi juga dapat merangsang sel payudara. Dosis hormon yang berlebihan dapat meningkatkan risiko dan menjadi penyebab kanker payudara.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Cancer Research tahun 2014, kontrasepsi yang diminum (seperti pil KB) oleh perempuan berumur 20-49 tahun dapat meningkatkan faktor risiko penyebab kanker payudara.

Meski begitu, bukan berarti Anda sama sekali dilarang minum pil KB. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui dosis terbaiknya.

4. Makanan tertentu

Beberapa makanan tertentu memang diketahui bisa memicu atau meningkatkan risiko penyebab kanker payudara. Makanan yang bisa menjadi pemicu munculnya risiko kanker payudara yang mengandung lemak jenuh, tinggi gula, makanan yang dibakar, hingga yang mengandung lemak trans.

Memang makanan itu bukan penyebab langsung dan utama dari kanker payudara. Namun, makanan tersebut dapat memicu mutasi DNA yang jadi penyebab sel dalam tubuh berkembang mengganas.

Risiko Anda menderita kanker payudara akan semakin tinggi jika sudah lama makan makanan yang tidak sehat.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal BMI Open melaporkan perempuan yang memiliki berat badan berlebih saat berumur 20 hingga 60-an mengalami peningkatan risiko terhadap kanker payudara sekitar 33 persen.

Faktor risiko penyebab kanker payudara

Selain penyebab di atas, Anda juga perlu memperhatikan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara, yaitu:

Wanita

Meski pria juga bisa mengalami kanker payudara, wanita pada umumnya perlu lebih waspada karena ini adalah faktor utama penyebab kanker payudara.

Hormon estrogen dan progesteronlah yang mungkin menjadi penyebab meningkatnya pertumbuhan sel kanker payudara pada perempuan dibandingkan laki-laki

Riwayat keluarga

Seperti yang telah dijelaskan, riwayat keluarga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Anda lebih berisiko kena kanker payudara.

Jika ada satu orang dari keluarga Anda yang menderita kanker payudara, risiko kanker payudara Anda meningkat hingga dua kali lipat.

Dua orang dari keluarga yang menderita kanker payudara, peningkatan risiko kanker payudara bisa menjadi 3-5 kali lebih tinggi.

Usia

Studi menemukan bahwa seseorang akan lebih berisiko terkena kanker payudara seiring bertambahnya usia. Sekitar 77% wanita yang didiagnosis menderita penyakit ini setiap tahunnya berusia di atas 50 tahun. Hampir 50% lainnya berusia 65 tahun atau bahkan lebih.

Siklus menstruasi dan menopause

Wanita yang mengalami siklus menstruasi lebih awal (di bawah 12 tahun) akan lebih berisiko kena kanker payudara di kemudian hari.

Faktor risiko ini juga meningkat pada wanita yang mengalami masa menopause saat mereka berusia lebih dari 55 tahun.

Faktor lainnya

Selain faktor yang sudah disebutkan di atas, kanker payudara nyatanya juga berisiko pada gaya hidup seseorang, seperti diet, olahraga, merokok, dan minum alkohol.

Tidak hanya itu, melahirkan di usia lebih dari 30 tahun, penggunaan alat kontrasepsi hormon, dan terapi hormon setelah menopause juga bisa meningkatkan risiko Anda kena kanker payudara.

Bisakah faktor risiko penyebab kanker payudara diturunkan?

infeksi jamur vagina

Memiliki gaya hidup yang buruk bisa meningkatkan risiko penyebab kanker payudara. Untuk mencegah sekaligus menurunkan risikonya, Anda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Jaga berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyebab kanker payudara. Lemak yang menumpuk dalam tubuh, terutama di perut, dapat menghasilkan estrogen berlebih yang memicu pertumbuhan sel-sel di payudara.

Usahakan untuk memiliki berat badan yang ideal. Mulai dengan mengubah kebiasaan makan dengan makanan sehat.

2. Batasi konsumsi daging olahan

Usahakan untuk selalu mengonsumsi mengonsumi makanan bergizi. Hal ini bisa menurunkan faktor risiko yang menjadi penyebab kanker payudara.

Cobalah untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung sedikit lemak dan kalori untuk mencegah obesitas.

Selain itu, batasi konsumsi daging olahan. Mengonsumsi daging olahan dalam jumlah banyak diketahui telah meningkatkan risiko kanker payudara. Jika Anda suka minum alkohol, sebaiknya batasi atau bahkan hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang.

3. Perbanyak aktivitas fisik

Melakukan olahraga secara teratur bisa membawa berbagai manfaat kesehatan. Tak hanya menjaga berat bada ideal, Anda dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Saat lemak menumpuk, tubuh akan menghasilkan estrogen. Estrogen sendiri memicu pertumbuhan sel payudara. Ini adalah salah satu faktor risiko penyebab kanker payudara.

Anda disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Tidak hanya itu, Anda juga disarankan untuk selalu aktif setiap hari.

Kurangilah aktivitas sedenter, seperti duduk, tiduran, menonton televisi, dan main game di komputer atau ponsel.

4. Jangan merokok

Merokok diketahui menjadi salah satu penyebab Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker, termasuk kanker payudara. Tak hanya diri Anda, orang yang terkena paparan asap rokok juga masih bisa berisiko kena kanker.

Itu sebabnya, hentikanlah kebiasaan yang satu ini mulai sekarang. Jika Anda bukan perokok, usahakanlah untuk menjauhi asap rokok.

Dengan menjauhi asap rokok, tidak hanya risiko kanker payudara yang Anda hindari, Anda juga menghindari risiko dan penyebab penyakit jantung dan stroke.

5. Menyusui

Jika Anda baru melahirkan, usahakan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda. Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dapat membantu menghindari penyebab dan menurunkan risiko mendekati penyebab kanker payudara. Selain itu, menyusui juga sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi Anda.

6. Coba alat kontrasepsi lain

Penggunaan pil KB, terutama jika Anda sudah berusia lebih dari 35 tahun, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki berbagai faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap kanker payudara, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menggunakan alat kontrasepsi lain. Anda bisa menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan. 

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Anda dapat melakukan deteksi dini untuk mengetahui ada tidaknya perubahan pada payudara. Melakukannya secara rutin dapat membantu Anda menemukan kelainan lebih awal sehingga peluang kesembuhan lebih besar.

Untuk mengetahui seberapa besar risiko kanker Anda, ada baiknya jika Anda juga memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melihat seberapa besar risiko Anda dari riwayat keluarga Anda yang menderita kanker payudara, siapa yang menderita dan pada usia berapa. 

Anda mungkin perlu untuk melakukan beberapa tes, seperti mammogram. Wanita usia 40 tahun atau lebih harus melakukan skrining mammogram setiap tahun untuk mengidentifikasi kemungkinan kanker payudara. 

Share now :

Direview tanggal: Februari 6, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 5, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca