Daftar Obat Kemoterapi Kanker Payudara yang Umum Digunakan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan untuk membantu mengecilkan tumor dan membunuh sel kanker di payudara. Kemoterapi adalah pengobatan dengan menyuntikkan obat tertentu ke pembuluh darah, atau bisa juga langsung diminum. Nah, jenis dan banyaknya dosis obat kemoterapi yang akan diberikan harus disesuaikan dengan kondisi dan jenis kanker payudara yang Anda alami. Apa saja jenis obat kemoterapi kanker payudara yang umum diberikan?

Kelompok obat untuk kemoterapi kanker payudara

Obat untuk kemoterapi kanker payudara dikelompokkan berdasarkan kegunaannya. Pengelompokkan ini akan membantu dokter untuk memilih obat kemoterapi kanker payudara mana yang bisa bekerja efektif jika digunakan bersamaan.

Mengetahui jenis dan cara kerja obat kemoterapi kanker payudara juga penting untuk Anda memprediksi efek samping yang dapat ditimbulkannya.

Berikut kelompok obat yang biasa digunakan dalam kemoterapi kanker payudara:

Zat akilasi

Obat yang masuk dalam kategori zat akilasi bekerja mencegah sel kanker bereproduksi dengan merusak DNA-nya. Obat-obatan ini bekerja di semua fase siklus sel dan digunakan untuk mengobati berbagai macam kanker; tidak hanya payudara.

Beberapa obat yang termasuk zat alkilasi, yaitu:

Namun, penting dipahami obat untuk kanker, termasuk kanker payudara ini bekerja merusak DNA sel, dan bukan sel kanker saja.

Akibatnya, efek obat kanker payudara ini juga dapat mengganggu sel sumsum tulang sehat saat membuat sel darah baru.

Dalam kasus yang jarang terjadi, efek obat kanker payudara ini bisa menyebabkan leukemia. Risiko leukemia biasanya muncul ketika seseorang mengonsumsi zat alkilasi dosis tinggi setelah lima sampai 10 tahun perawatan.

Antimetabolit

Antimetabolit adalah obat yang bisa mencegah proses pembelahan sel kanker di payudara. Obat ini bekerja menghambat enzim-enzim yang diperlukan sel kanker untuk memproduksi basa, yang merupakan bahan penyusun DNA. Agen ini akan merusak sel ketika kromosom sedang disalin.

Beberapa jenis obat antimetabolit, meliputi:

Selain mengobati kanker payudara, obat antimetabolit banyak digunakan untuk mengobati leukemia, kanker ovarium, dan kanker saluran usus.

Antibiotik anti-tumor

Obat-obatan ini tidak seperti antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi. Obat antibiotik anti-tumor bekerja mengubah DNA di dalam sel kanker, termasuk kanker payudara agar tidak tumbuh dan berkembang biak.

Antrasiklin adalah golongan antibiotik antitumor yang mengganggu enzim dalam menyalin DNA selama siklus sel. Obat ini merusak materi genetik sel kanker, yang membuat sel-sel mati.

Obat-obatan yang masuk dalam kategori antrasiklin yaitu:

Salah satu efek samping serius dari antrasiklin adalah bisa merusak jantung secara permanen jika diberikan dalam dosis tinggi. Oleh karena itu, dokter akan sangat berhati-hati dalam menentukan dosisnya.

Selain antrasiklin, antibiotik antitumor yang lain, yaitu:

  • Actinomycin-D
  • Bleomycin
  • Mitomycin-C

Inhibitor mitosis

Inhibitor mitosis adalah senyawa yang berasal dari produk alami seperti tanaman. Senyawa ini bekerja dengan menghentikan sel kanker untuk membelah dan membentuk sel baru. Senyawa ini kemudian merusak sel dalam semua fase dengan menjaga enzim yang diperlukan untuk reproduksi sel.

Contoh-contoh inhibitor mitosis meliputi:

Obat-obatan yang masuk kategori inhibitor mitosis digunakan sebagai obat berbagai jenis kanker, termasuk payudara, paru, mieloma, limfoma, dan leukemia. Sayangnya, efek yang ditimbulkan bisa menyebabkan kerusakan saraf sehingga dosisnya sangat dibatasi.

Kortikosteroid

Kortikosteroid, sering disebut steroid, adalah obat menyerupai hormon untuk membantu mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi kanker payudara.

Selain itu, obat ini juga sering diberikan dokter sebelum kemo untuk membantu mencegah reaksi alergi yang parah. Adapun obat yang termasuk ke dalam kortikosteroid yaitu:

Obat kemoterapi lainnya

Selain berbagai obat yang telah disebutkan, ada obat-obatan lain di luar kategori yang juga digunakan dalam kemoterapi kanker payudara. Adapun obat-obatan ini yaitu L-asparaginase yang merupakan enzim dan proteosome inhibitor bortezomib (Velcade®).

Pilihan jenis dan kombinasi obat kemoterapi kanker payudara

Dalam kebanyakan kasus, kemoterapi kanker payudara paling efektif bila menggunakan kombinasi lebih dari satu obat.

Anda dapat diberikan dua sampai tiga jenis obat yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Metode pemberian obat seperti ini disebut rejimen kemoterapi.

Dilansir dari laman Breast Cancer, rejimen kemoterapi standar biasanya menggunakan kombinasi seperti:

  • AT: Adriamycin dan Taxotere
  • AC ± T: Adriamycin dan Cytoxan, dengan atau tanpa Taxol atau Taxotere
  • CMF: Cytoxan, methotrexate, dan fluorouracil
  • CEF: Cytoxan, Ellence, dan fluorouracil
  • FAC: fluorouracil, adriamycin, dan Cytoxan
  • CAF: Cytoxan, adriamycin, dan fluorouracil
  • TAC: Taxotere, adriamycin, dan Cytoxan
  • GET: Gemzar, Ellence, dan Taxol

Rejimen FAC dan CAF menggunakan obat yang sama tetapi menggunakan dosis dan frekuensi yang berbeda.

Pada kanker payudara stadium awal, rejimen kemoterapi standar bisa menurunkan peluang kekambuhan penyakit.

Obat kemoterapi yang paling umum digunakan untuk kanker payudara dini meliputi antrasiklin (seperti doxorubicin/Adriamycin® dan epirubicin/Ellence®) dan taxanes (seperti paclitaxel/Taxol® dan docetaxel/Taxotere®).

Keduanya dapat dikombinasikan dengan obat-obatan lainnya, seperti fluorouracil (5-FU), siklofosfamid (Cytoxan®), dan carboplatin. Sementara pada kanker payudara stadium lanjut, kemoterapi membuat sel kanker mengecil atau hilang pada sekitar 30-60% dari orang yang diobati.

Wanita yang memiliki kanker payudara HER-2 umumnya dapat diberikan trastuzumab (Herceptin) bersama salah satu jenis dari taxanes. Pertuzumab (Perjeta®) juga dapat dikombinasikan dengan trastuzumab dan docetaxel untuk kanker HER-2 positif.

Namun, rejimen kemoterapi dengan kombinasi lebih dari satu obat lebih sering ditujukan untuk pengidap kanker payudara stadium dini. Sementara itu, stadium kanker payudara yang lebih tinggi dengan kondisi penyakit yang lebih parah seringnya diobati dengan obat kemoterapi tunggal.

Keputusan perencanaan obat kembali lagi akan disesuaikan dengan jenis kanker payudara dan kondisi tubuh Anda. Oleh karena itu, dokter akan melakukan diagnosis paling tepat terlebih dahulu sebelum akhirnya menentukan obat kanker payudara yang paling sesuai.

Bagaimana dokter memberikan obat kemoterapi dalam perawatan?

Dokter akan memberikan obat kemoterapi kanker payudara dalam siklus tertentu. Per siklus biasanya memakan waktu sekitar 2 sampai 3 minggu.

Untuk jadwal pemberiannya bervariasi, tergantung pada jenis obat kanker payudara yang digunakan. Satu obat bisa diberikan lebih sering, sedangkan obat lainnya lebih jarang.

Bisa saja, sebut saja, obat kemoterapi A untuk kanker payudara hanya diberikan di hari pertama siklus. Sementara obat B dan C diberikan selama beberapa hari berturut-turut atau seminggu sekali.

Pada akhir siklus, jadwal kemoterapi akan terus berulang untuk memulai siklus berikutnya. Dalam satu siklus biasanya ada juga periode istirahatnya guna memberikan tubuh waktu untuk memulihkan diri dari efek samping obat kemoterapi

Pakar kesehatan menemukan bukti bahwa memberikan obat kemoterapi tertentu secara berdekatan dapat menurunkan kemungkinan kanker payudara untuk kambuh. Dengan begitu, harapan kelangsungan hidup pada beberapa wanita pengidap kanker payudara juga dapat meningkat.

Pada kebanyakan kasus, obat kemoterapi kanker payudara sering mulai diresepkan sebelum atau setelah operasi. Pasalnya, kemoterapi cenderung lebih berisiko menurunkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh.

Untuk kemoterapi yang diberikan sebelum atau setelah operasi, satu siklusnya biasanya berlangsung selama 3-6 bulan. Semuanya tergantung pada jenis obat kanker payudara yang digunakan.

Dengan beberapa obat, kemoterapi bisa saja hanya diberikan pada hari pertama siklus. Sementara itu yang lain, obat diberikan selama beberapa hari berturut-turut, atau seminggu sekali.

Lama perawatan untuk kanker payudara stadium lanjut tergantung pada seberapa baik kerjanya dan apa efek samping yang Anda rasakan.

Selama pengoatan, obat tertentu juga biasanya akan diresepkan di samping obat kemoterapi kanker payudara untuk meningkatkan jumlah sel darah putih. Obat ini biasanya diberikan setelah kemoterapi untuk memastikan bahwa jumlah sel darah putih normal tetap stabil untuk siklus pengobatan berikutnya.

Efek samping kemoterapi

Obat kemoterapi untuk kanker payudara dapat menyebabkan efek samping. Hal ini tergantung pada jenis dan dosis yang Anda konsumsi, dan seberapa lama durasi perawatan.

Beberapa efek samping obat kemoterapi payudara yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Rambut rontok
  • Perubahan warna kulit dan kuku
  • Sariawan
  • Kehilangan selera makan atau kehilangan berat badan
  • Mual dan muntah
  • Diare

Efek samping di atas biasanya hilang ketika perawatan rampung dilakukan. Namun, Anda cara tertentu untuk mengurangi efek samping dari obat kemoterapi kanker payudara.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 7, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca