Mengenal Taxanes Dalam Pengobatan Kemoterapi Kanker Payudara

Oleh

Taxanes adalah obat yang berfungsi menghalangi pertumbuhan sel dengan menghentikan bagian-bagian sel. Taxanes dapat mengganggu struktur mikrotubulus dan dapat digunakan dalam penyembuhan kanker. Salah satu jenis inhibitor mitosis dan zat anti mikrotubulus yang penting untuk tubuh dan taxanes dapat digunakan bersamaan dengan adjuvan atau neo adjuvan pada kemoterapi. Paclitaxel dan docetaxel adalah jenis taxanes yang sesuai dengan adjuvan.

Bagaimana cara kerja Taxanes di dalam tubuh?

Taxanes menghambat tumor dan mencegahnya masuk ke dalam sel. Proses pembelahan sel dilakukan dengan menghambatnya melalui polimerisasi mikrotubul. Selain itu, taxanes diketahui dapat merangsang apoptosis yang yang dapat menghambat sel-sel kanker.

Mikrotubulus memiliki struktur yang mirip dengan tabung didalam sel. Mikrotubulus terdiri dari heterodimers tubulin yang berfungsi sebagai kerangka, membentuk sel dan menempatkan organel-organel.  Miktrotubulus juga berguna sebagai jaringan transportasi yang mengangkut protein ke bagian tubuh yang membutuhkannya, berkontribusi dalam pembagian sel, memisahkan kromosom dan melaksanakan pembagian sel. Proses mikrotubulus dilakukan melalui proses daur ulang yang dinamis di mana mikrotubulus dapat berubah menjadi ukuran panjang atau pendek sesuai dengan kebutuhan.

Mikrotubulus secara alami tumbuh dari setiap ujung obligasi. Taxanes secara artifisial menstabilkan ujung dari obligasi, merusak pembekuan dan menghentikan pembelahan sel mitosis. Pembelahan di mikrotubulus dapat menyebabkan efek samping yang serius dari taxanes, neuropati sensorik, ataupun kerusakan saraf sensorik.

Taxanes juga menyebabkan apoptosis memiliki efek sekunder pada akumulasi mikrotubulus ataupun dapat menjadi fosforilasi yang merupakan kimia mematikan dari protein. Fosforilasi ini menghambat apoptosis pada sel kanker.

Apa saja efek samping dari Taxanes?

Taxanes berfungsi untuk merusak mikrotubulus di dalam sel kanker dan menghentikannya. Pengobatan taxanes memiliki beberapa efek samping, di antaranya:

Rasa mual dan muntah

Efek samping yang biasa terjadi karena penggunaan taxanes yaitu rasa mual dan muntah. Walaupun gejala ini termasuk pada gejala ringan, namun dokter akan memberikan resep anti mual seperti ondansetro dan granisetron.

Kerontokan rambut

Rontoknya rambut atau alopecia adalah gejala-gejala yang biasanya terjadi karena efek samping kemoterapi taxanes. Pasien mungkin akan mengalami kerontokan rambut pada awal pengobatan selama 10 sampai 14 hari.

Adanya tekanan pada sumsum tulang

Tekanan pada sumsum tulang dapat terjadi ketika pasien melakukan pengobatan taxanes. Sel darah merah dan trombosit jumlahnya akan menurun selama pengobatan taxanes. Selain itu, pengobatan juga menyebabkan rasa lelah dan menurunkan jumlah sel darah putih. Hal ini yang menyebabkan tubuh memar dan perdarahan. Jika ini terjadi, pengobatan akan ditunda sampai jumlah sel darah putih membaik pada sekitar 21 hari.

Reaksi hipersensitivitas

Pasien yang menggunakan infus paclitaxel dan docetaxel biasanya mengalami reaksi hipersensitivitas, seperti kemerahan pada kulit, gatal-gatal, ataupun sesak napas. Pengovatan  termasuk anti-histamin dan kortikosteroid dapat menurunkan reaksi berlebihan yang mungkin muncul.

Neuropati perifer

Kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki disebut dengan neuropati perifer yang merupakan efek samping dari penggunaan paclitaxel atau docetaxel. Kerusakan atau iritasi pada saraf di daerah tersebut dapat menyebabkan munculnya efek mati rasa ataupun kesemutan.

Hal–hal yang harus diperhatikan selama pengobatan

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memilih pengobatan taxanes. Beri tahukan juga pada dokter jika Anda dalam keadaan hamil, ada rencana untuk hamil, ataupun juga sedang menyusui. Selain itu, beri tahukan juga pada dokter jika ada suplemen atau obat herbal yang sedang Anda konsumsi atau jika Anda memiliki alergi pada obat-obatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca