Data WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2011 setidaknya terdapat 508 ribu perempuan yang meninggal dunia akibat kanker payudara. Sedangkan di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai 0,5 per 1000 perempuan pada tahun 2013. Selain itu,  deteksi dini pada 644.951 perempuan usia produktif telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 2007 hingga 2013 dan ditemukan sebanyak 1.682 perempuan yang terdapat benjolan pada payudaranya.

Pada umumnya, perempuan yang usianya telah melebihi 50 tahun, mempunyai peluang terkena kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang berusia lebih muda. Lalu,  apakah benar kanker payudara dapat diturunkan?

Hubungan gen dengan kanker

Kanker dapat terjadi karena sel salah dalam membuat ‘kode’ ketika melakukan replikasi DNA, hal ini disebut dengan mutasi gen. Mutasi gen dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja dalam hidup kita. Pada sebagian orang yang mengalami kanker pada usia muda, mungkin mutasi gen telah terjadi lebih dahulu akibat adanya rangsangan dan pemicu dari faktor lingkungan. Namun hal ini membutuhkan waktu yang lama, oleh karena itu sebagian besar orang mengalami kanker pada usia tua atau dewasa. Kanker juga dapat disebabkan akibat keturunan, mutasi gen telah terjadi pada generasi sebelumnya dan diturunkan ke generasi selanjutnya.

Kanker payudara karena keturunan

Perempuan yang memiliki ibu, nenek, kakak, atau bibi yang pernah terkena kanker payudara berpeluang mengalami kanker payudara dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki riwayat kanker payudara di keluarganya. Terdapat 5 hingga 10% kejadian kanker payudara yang disebabkan oleh keturunan. Hal ini berkaitan dengan gen BRCA1 dan BRCA2 yang telah mengalami mutasi kemudian diturunkan oleh orangtua ke generasi selanjutnya. BRCA1 dan BRCA2 merupakan gen manusia yang sering disebut sebagai gen penekan tumor yang berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan sel. Mutasi yang terjadi pada gen ini akan menyebabkan munculnya sel kanker.  

Sebenarnya, setiap perempuan mempunyai gen BRCA1 dan BRCA2 yang didesain untuk memperbaiki sel payudara yang rusak dan menyimpan sel yang normal. Seorang perempuan yang memiliki gen BRCA1 atau BRCA2 yang telah mengalami mutasi, memiliki risiko yang meningkat sebanyak 80% untuk mengalami kanker payudara. Namun, tidak selamanya perempuan dengan gen BRCA1 atau BRCA2 yang termutasi mengalami kanker payudara.

Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan peluang terkena kanker payudara. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 dapat diturunkan oleh ayah atau ibu yang menjadi ‘pembawa’ gen ini. Sebanyak 50% orangtua yang menjadi gen pembawa mutasi gen, menurunkan gen tersebut ke anaknya bahkan ke generasi selanjutnya.

Seberapa banyak mutasi gen yang terjadi bisa menyebabkan kanker payudara?

Semua perempuan sebenarnya berisiko terkena kanker payudara dan akan meningkat risikonya bila memiliki gen BRCA1 dan BRCA2 yang bermutasi. Sebanyak 55 hingga 65 persen perempuan yang memiliki mutasi gen BRCA1 Dan 45 persen perempuan dengan mutasi gen BRCA2 mengalami kanker payudara pada umur 70 tahun.

Bagaimana cara memeriksa gen BRCA?

Ada beberapa pemeriksaan medis yang dapat mengetahui apakah Anda memiliki gen BRCA yang bermutasi atau tidak. Pemeriksaan ini penting dilakukan apalagi jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara. Memiliki mutasi gen BRCA memang jarang terjadi, namun jika Anda tidak dapat memastikan apakah di keluarga Anda pernah mengalami kanker payudara atau pun kanker rahim, maka lebih baik Anda melakukan pemeriksaan gen. Namun jika Anda tidak memiliki riwayat tersebut di keluarga, maka peluangnya sangat kecil untuk Anda memiliki gen tersebut.

Mutasi gen HER2

Kanker payudara tidak terjadi hanya karena mutasi gen yang diturunkan, namun mutasi gen dapat terjadi dengan sendirinya di dalam tubuh perempuan yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Gen human epidermal growth receptor 2 atau HER2 merupakan gen yang berfungsi untuk menjadi reseptor protein pada sel payudara dan berperan dalam peningkatan pertumbuhan sel payudara. Setiap perempuan memiliki gen HER2 pada sel payudaranya.

Pada keadaan normal, HER2 juga bertanggung jawab untuk memperbaiki sel yang rusak dan memperbanyak sel dalam tubuh. Namun ketika gen ini bermutasi, maka sel yang tumbuh akibat HER2 tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan sel berubah menjadi sel kanker. Menurut Mayo Clinic, setidaknya 1 dari 5 perempuan yang mengalami kanker payudara memiliki gen HER2 yang bermutasi. Gen ini tidak diturunkan dari orangtua, oleh karena itu memiliki kerabat dekat yang memiliki HER2 positif tidak meningkatkan risiko untuk terkena kanker payudara atau mempunyai HER2 dalam tubuh.

Faktor risiko lain untuk kanker payudara

Keturunan hanya salah satu faktor risiko yang menyebabkan kejadian kanker payudara. Berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah usia, ras dan etnis, menstruasi pertama pada usia kurang dari 12 tahun, menopause setelah umur 55 tahun, menggunakan obat kontrasepsi, terapi hormon, serta mengalami obesitas dan overweight. Oleh karena itu, lebih baik jika Anda melakukan pemeriksaan payudara secara rutin dengan cara meraba payudara Anda dan merasakan apakah terdapat benjolan atau tidak. Hal ini dapat meningkatkan deteksi dini terhadap kejadian kanker payudara.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca