Bagaimana Kanker Payudara Dapat Terjadi?

Oleh

Peneliti masih belum dapat mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker payudara. Layaknya kanker lainnya, kanker payudara adalah suatu kondisi di mana sel tertentu bertumbuh abnormal dan tidak dapat dikontrol. Lama kelamaan, sel kanker ini akan menyerang jaringan payudara sehat terdekat dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Lebih lanjut, peneliti telah berhasil mengisolasi beberapa gen yang, jika dimutasi, akan terlihat kontribusinya terhadap perkembangan kanker payudara. Gen mutasi ini adalah gen kanker 1 (BRCA1) dan gen kanker 2 (BRCA2). Kedua gen ini ditemukan pada kurang lebih 10% populasi pasien pengidap kanker payudara. Meski begitu, bahkan dengan adanya gen mutasi, para ahli masih belum dapat menetapkan penyebab interaksi biokimia tambahan yang dibutuhkan dalam perkembangan sel kanker payudara.

Mungkin terdapat beberapa aspek tertentu dalam riwayat medis atau gaya hidup Anda yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Di bawah ini adalah beberapa faktor risiko kanker payudara. Jika Anda memiliki kekhawatiran, konsultasikan dengan dokter Anda.

Faktor risiko yang tidak dapat dihindari

Gender

Wanita didiagnosis dengan kanker payudara 100 kali lebih sering daripada pria. Hal ini dikaitkan dengan hormon seks wanita, khususnya estrogen dan progesteron. Pada beberapa kasus kanker payudara, kedua hormon ini bertindak sebagai pemicu pertumbuhan dan pembelahan sel. Risiko kanker dapat meningkat akibat sel-sel payudara yang kerap terkena paparan kedua hormon ini selama siklus menstruasi.

Usia

Menurut kajian American Cancer Society, lebih dari dua pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan lebih. Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara di usia kurang dari 45 tahun. Kanker payudara pada pria umum menyerang pria berusia 60-70 tahun.

Riwayat medis keluarga

Wanita berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak. Seorang wanita akan berisiko lima kali lipat lebih rentan terhadap kanker payudara jika ia memiliki dua hubungan langsung dengan orang-orang pengidap kanker payudara.

Genetik

Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mutasi genetik BRCA1 dan BRCA, sejauh ini adalah penyebab paling umum dari kanker payudara turunan. Insidensi terhitung hampir dari keseluruhan 10% kasus kanker payudara turunan. Mutasi BRCA akan meningkatkan risiko terhadap kanker payudara hingga mencapai 85% saat menginjak usia 70 tahun, pada beberapa keluarga.

Peneliti menunjukkan bahwa wanita berkebangsaan Eropa timur yang memiliki latar belakang suku Ashkenazi Jewish dilaporkan memiliki mutasi BRCA yang sangat tinggi, hampir di luar batas normal. Mutasi BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, namun mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria. Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1.

Wanita berkebangsaan Eropa dinilai lebih rentan dengan kanker payudara. Meski begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang kelangsungan hidup yang sangat kecil untuk bertahan dari penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi penyebab kematian utama pada wanita Hispanik.

Di Indonesia, kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada wanita, mengalahkan sejumlah jenis kanker lainnya. Insidensi kematian akibat kanker payudara pada wanita mencapai 21,4% berdasarkan data profil mortalitas Kanker (Cancer Mortality Profile) yang dirilis oleh WHO tahun 2014.

Faktor personal

Beberapa karakteristik fisik telah menunjukkan dapat meningkatkan risiko terhadap kanker payudara, termasuk:

  • Periode menstruasi dini, sebelum 12 tahun
  • Menopause setelah 55 tahun (menopause tertunda)
  • Memiliki payudara besar

Faktor gaya hidup

Gaya hidup tertentu yang Anda tekuni dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peluang Anda terjangkit kanker payudara. Menurut American Cancer Society, gaya hidup tersebut termasuk:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Tidak memiliki anak
  • Memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun
  • Mengonsumsi pil KB
  • Menggunakan terapi pengganti hormon

Faktor pemicu risiko pada pria

Meskipun wanita tergolong lebih rentan terhadap kanker payudara, tidak menutup kemungkinan bagi pria untuk memiliki faktor risiko. Faktor risiko yang memungkinkan, termasuk:

  • Kadar estrogen tinggi (akibat sirosis hati, misalnya) atau menggunakan obat-obatan estrogen (umum digunakan untuk mengobati kanker prostat)
  • Terkena paparan radiasi
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Obesitas
  • Sindrom Klinefelter (abnormalitas hormon bawaan)
  • Mutasi genetik turunan (BCRA2)
  • Riwayat medis keluarga yang berhubungan dengan kanker payudara

Penting untuk diingat

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai berbagai masalah faktor risiko yang Anda khawatirkan. Anda mungkin dapat mengganti dan menyesuaikan gaya hidup yang Anda jalani untuk memperkecil peluang risiko kanker payudara. Diskusikan dengan dokter seputar riwayat medis Anda dan keluarga untuk memastikan dokter mendapatkan informasi tepat untuk mendiagnosis risiko Anda.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 4, 2020

Yang juga perlu Anda baca