Benarkah Alat Kontrasepsi Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sekitar 140 juta wanita di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi hormonal. Selain efektif menghentikan kehamilan, pil KB juga membantu mengendalikan kondisi lain seperti jerawat, premenstrual syndrome (PMS), dan perubahan suasana hati (mood). Penelitian juga menunjukkan bahwa pil KB bisa sedikit menurunkan risiko kanker rahim dan ovarium. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kontrasepsi hormon yang mengandung lebih banyak hormon dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Kaitan antara alat kontrasepsi dan risiko kanker payudara

Menurut sebuah penelitian di Denmark, yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine. Kontrasepsi yang menggunakan hormon, termasuk pil KB dan KB spiral (IUD), sedikit meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, peningkatan risiko kanker payudara ini berbeda untuk setiap wanita dan tergantung pada banyak faktor, termasuk:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
  • Sudah punya faktor risiko kanker payudara sebelum pakai alat kontrasepsi, misalnya faktor keturunan
  • Punya faktor risiko kanker payudara lainnya seperti merokok, kecanduan alkohol, dan obesitas

Bentuk-bentuk kontrasepsi baru yang mengandung hormon dengan dosis rendah dianggap lebih aman, meskipun semuanya mengandung peringatan dalam instruksi bahwa dapat meningkatkan risiko kanker.

Karena itu, jika Anda telah didiagnosis menderita kanker payudara, sebaiknya Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Ada bukti bahwa kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan risiko muncul kanker kembali.

Penelitian ini dilakukan pada hampir 1,8 juta wanita selama sekitar 11 tahun. Para peneliti melihat rekam medis dari semua wanita yang tinggal di Denmark antara usia 15-49 tahun. Penelitian ini tidak melibatkan wanita dengan kriteria berikut:

  • Wanita yang didiagnosis memiliki kanker
  • Wanita yang didiagnosis dengan penggumpalan darah
  • Wanita yang menjalani perawatan untuk infertilitas

Penelitian ini dilakukan dengan mencari informasi seberapa banyak wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal dan apa jenis alat kontrasepsi yang digunakan. Juga, mencari tahu berapa banyak wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara invasif.

Selama masa tindak lanjut, 11.517 kasus kanker payudara didiagnosis di antara para wanita.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal memiliki risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak pernah menggunakan kontrasepsi hormonal.

alat kontrasepsi selama menyusui

Peneliti juga menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama lebih dari 10 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama kurang dari 1 tahun.

Secara keseluruhan, peningkatan risiko itu sekitar satu kasus kanker payudara baru dari 7.690 wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama setahun. Ini termasuk risiko yang sangat kecil.

Risiko kanker payudara juga berbeda untuk wanita dari berbagai usia. Untuk wanita yang lebih muda dari 35 tahun, hanya ada satu kasus kanker payudara tambahan untuk setiap 50.000 wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama satu tahun. Sedangkan untuk wanita premenopause yang menggunakan kontrasepsi hormonal, risiko kanker payudara meningkat, walau kecil.

Jadi sebenarnya kontrasepsi hormon aman atau tidak?

minum pil KB sebelum hamil

Risiko kanker payudara perlu diseimbangkan dengan manfaat penggunaan kontrasepsi oral. Di luar fakta bahwa kontrasepsi oral menyediakan alat kontrasepsi yang efektif dan dapat bermanfaat bagi wanita dengan dismenore atau menorrhagia, penggunaan kontrasepsi oral juga dikaitkan dengan pengurangan risiko terjadinya kanker ovarium, endometrium, dan kolorektal di kemudian hari.

Meski begitu, beberapa perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi oral selama 5 tahun atau lebih bisa sedikit menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrium, tapi meningkatkan risiko kanker payudara.

Perlu dicatat, penelitian ini masih terbatas karena para ahli belum bisa memperhitungkan faktor-faktor lain yang memengaruhi risiko kanker payudara. Misalnya apakah peserta penelitian rutin olahraga, apakah mereka menyusui atau tidak, apakah kelebihan berat badan, dan berapa banyak alkohol yang mereka minum dalam seminggu.

Maka, bila Anda punya pertanyaan tertentu atau khawatir dengan alat kontrasepsi yang Anda gunakan saat ini, konsultasikan langsung dengan dokter kandungan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 3, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca