Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel-sel di sistem imun dan mengganggu fungsi daya tahan tubuh. Umumnya, ada 3 cara utama seseorang bisa tertular HIV, yaitu: aktivitas seksual yang tidak aman, transfusi darah, dan dari ibu ke anak. Berikut adalah beberapa informasi lebih lanjut dari penyebaran HIV.

Apa saja penyebab tak terduga seseorang tertular HIV?

Meski jarang terjadi, beberapa hal berikut ini juga mungkin menyebabkan seseorang tertular HIV:

  • Seks oral
  • Darah yang terinfeksi dari luka pada mulut dan gusi berdarah, seperti melalui berciuman yang “dalam”, menggigit hingga menembus kulit, dan makan makanan yang telah dikunyah oleh orang yang positif HIV
  • Jarum dan benda yang menembus kulit yang terkontaminasi HIV, terutama luka bekas jarum pada situasi medis
  • Darah dan faktor pembekuan transfusi, serta transplantasi organ dan jaringan

BACA JUGA: Bisakah Tertular HIV Lewat Seks Oral?

Perhatian terhadap human immunodeficiency virus (HIV) telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penyakit ini masih menjadi isu kesehatan utama di seluruh dunia. Angka kematian dan penyebaran yang tinggi menunjukkan bahwa perhatian lebih diperlukan untuk mencegah penyebaran virus.

Angka dan risiko terkena HIV dari orang yang terinfeksi bervariasi tergantung pada paparan. Mengerti bagaimana penyakit ditularkan dapat membantu Anda melindungi diri dengan lebih baik.

HIV hanya ditularkan melalui cairan tubuh, seperti:

  • Darah
  • Cairan vagina
  • Air mani
  • ASI

BACA JUGA: Bisakah Sariawan Menularkan HIV?

Lalu, apa saja cara utama seseorang tertular HIV?

1. Lewat darah

HIV paling umum menyebar melalui darah.

Transfusi darah langsung dari pendonor darah yang terinfeksi adalah kemungkinan tinggi untuk mengalami penularan. Walau transfusi darah dari orang yang terinfeksi sangat mungkin menyebarkan penyakit, langkah-langkah pemeriksaan telah diperketat sejak tahun 1985. Donasi darah selalu diuji untuk HIV. Apabila terbukti positif, donasi darah akan dibuang. Walau telah dilakukan tindakan keamanan, masih ada risiko kecil di mana darah yang terinfeksi HIV masih digunakan dalam transfusi darah.

Penggunaan jarum bersama untuk penggunaan obat terlarang dan penggunaan tidak disengaja pada lingkungan medis adalah cara lain untuk penyebaran HIV. Namun, cara ini lebih jarang menyebarkan penyakit dibanding dengan transfusi darah. CDC mengestimasi 63 dari 10.000 paparan jarum yang digunakan bersama dapat menyebabkan penyebaran. Untuk jarum suntik, angka menurun hingga 23 dari 10.000 paparan.

Menularkan HIV melalui gigitan, air liur atau sekresi cairan tubuh (seperti air mani atau air liur) hanya memiliki risiko yang rendah untuk membuat Anda tertular HIV.

BACA JUGA: 3 Golongan yang Berisiko Tertular HIV/AIDS Selain Gay dan PSK

2. Lewat hubungan seksual

Anda dapat berisiko tinggi terkena HIV saat berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi dengan HIV.

Aktivitas seksual secara anal dan vagina dapat menularkan HIV melalui hubungan heteroseksual, terutama jika tanpa menggunakan kondom.

Semua bentuk hubungan oral termasuk golongan “risiko rendah”. Namun, Anda masih dapat menularkan atau terkena HIV dari hubungan oral, terutama jika melibatkan ejakulasi pada mulut.

Penting untuk selalu melindungi diri Anda selama seks. Jika Anda akan melakukan hubungan seksual dengan orang lain, gunakan kondom yang merupakan pelindung dari air mani dan cairan vagina sebagai cara terbaik untuk mencegah infeksi HIV.

Hubungan seks dengan kondom tidak dapat mengeliminasi risiko penularan HIV, karena ada risiko penggunaan yang tidak tepat dan robeknya kondom. Jika Anda aktif secara seksual, Anda dan pasangan harus mempertimbangkan pemeriksaan HIV untuk memastikan keamanan Anda berdua.

BACA JUGA: Mengapa Hubungan Seks Sesama Jenis Lebih Berisiko HIV?

3. Penularan dari ibu ke anak

Selain dari darah dan airan seksual, apabila wanita terinfeksi dengan HIV, ia dapat menularkan HIV ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Wanita yang terinfeksi dengan HIV tidak boleh menyusui bayi karena dapat menular melalui ASI. Selain itu, HIV juga dapat ditularkan ke bayi melalui makanan yang telah dikunyah oleh ibu atau pengasuh yang terinfeksi dengan HIV, walau risiko sangat rendah.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca