home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perhatikan, Ini Beda Gejala Penyakit Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Perhatikan, Ini Beda Gejala Penyakit Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Apakah Anda termasuk orang yang aktif melakukan hubungan seksual? Jika ya, hati-hati dengan risiko tertular berbagai jenis penyakit menular seksual, terlebih jika Anda melakukannya tanpa memakai pengaman. Salah satu penyakit menular seksual yang berisiko mengintai kesehatan Anda adalah trikomoniasis. Untuk tahu apa saja gejala trikomoniasis pada pria dan wanita, ikuti ulasannya di bawah ini, ya!

Apa itu trikomoniasis?

penyebab trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis (TV). Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang paling sering terjadi.

Infeksi ini tidak fatal, tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, infeksi jaringan kulit vagina pada wanita. Trikomoniasis yang menginfeksi tubuh sering kali tidak menunjukkan gejala.

Center For Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa hanya 30% orang dengan trikomoniasis merasakan adanya gejala. Trikomoniasis dapat menyerang pria dan wanita.

Namun, wanita berusia muda sekitar 25-44 tahun yang aktif secara seksual lebih rentan terinfeksi karena penyakit ini mudah menular melalui hubungan intim, menurut Jurnal e-Clinic.

Meski dapat diobati, trikomoniasis kerap membuat tubuh tidak nyaman dan bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah. Dengan mengetahui gejala-gejala trikomoniasis, Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat dari dokter.

Apa saja gejala trikomoniasis pada wanita?

trikomoniasis

Seperti yang telah dijelaskan di atas, hanya 30% pasien trikomoniasis yang merasakan gejala dari penyakit ini. Hal ini berlaku baik pada pasien pria maupun wanita.

Gejala tersebut umumnya akan muncul pada hari ke-5 hingga ke-28 setelah terinfeksi. Meski demikian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi parasit ini sehingga tidak melakukan perawatan apa pun.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada sebagian orang. Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sistem kekebalan tubuh hingga usia pasien.

Jika Anda seorang wanita yang merasakan salah satu atau lebih gejala yang disebutkan di bawah dan kondisinya semakin parah, segera periksakan diri ke dokter:

1. Keputihan yang tidak biasa

Salah satu gejala pertama trikomoniasis pada wanita adalah keputihan yang tidak seperti biasanya. Ini karena cairan vagina yang muncul bertekstur lembut hingga sedikit berbusa.

Warna keputihan biasanya kuning, hijau, atau abu-abu. Gejala ini umumnya muncul dalam waktu seminggu setelah terpapar.

2. Vagina gatal

Wanita dengan trikomoniasis mungkin juga mengalami gatal di dalam dan sekitar vagina. Rasa gatal muncul sesekali, tetapi bisa menyebar luas.

Rasa gatal ini bahkan bisa terjadi di lipatan labia (bibir vagina).

3. Vagina berbau

Gejala lain dari trikomoniasis yang perlu diwaspadai wanita adalah bau menusuk yang berasal dari vagina.

Bau pada vagina akibat infeksi trikomoniasis biasanya berkisar dari yang ringan sampai kuat. Bau yang timbul akan tercium seperti bau amis dan busuk, terutama setelah mandi atau saat sedang mencuci area kelamin.

4. Vagina iritasi atau luka

Jika daerah vagina terasa sangat gatal dan Anda menggaruknya, ini bisa menyebabkan radang atau luka terbuka yang menyakitkan sehingga mungkin sulit untuk disembuhkan.

Pada kondisi yang parah, tanda trikomoniasis bisa timbul seperti benjolan merah di bawah kulit.

Meski bisa membuat daerah vagina Anda semakin gatal, Anda harus berusaha menahan diri untuk tidak menggaruknya.

5. Nyeri perut bawah

Jika trikomoniasis sudah masuk dalam tingkatan yang lebih parah, biasanya terjadi 20 hari atau lebih setelah terpapar, gejala benjolan merah bisa mulai menyebar di bagian dalam dinding vagina.

Hal ini disebabkan oleh parasit yang semakin berkembang. Benjolan ini bisa menyebabkan hubungan seksual terasa sakit dan sakit di bagian bawah perut.

Nyeri perut ini umumnya mereda satu atau dua hari setelah perawatan.

Apa saja gejala trikomoniasis pada pria?

gonore

Tidak berbeda jauh dengan wanita, gejala penyakit ini juga sering kali tidak terdeteksi pada pasien pria. Jika gejala trikomoniasis mulai muncul, ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai para pria:

1. Rasa gatal atau iritasi di bagian dalam penis

Pernahkah Anda pernah merasakan gatal di bagian dalam penis? Hal ini tentunya cukup menyiksa karena Anda tidak bisa menggaruk atau menyentuh bagian yang terasa gatal tersebut.

Jika ya, ada kemungkinan itu merupakan gejala trikomoniasis.

2. Rasa sakit saat buang air kecil atau ejakulasi

Gejala lain yang perlu Anda perhatikan adalah adanya rasa sakit di penis saat sedang buang air kecil. Rasa sakit biasanya juga disertai dengan sensasi panas atau terbakar di area penis Anda.

Selain buang air kecil, rasa nyeri tersebut juga mungkin akan Anda rasakan saat ejakulasi.

Cairan apa pun yang keluar dari penis Anda, baik dalam bentuk air kencing atau sperma, kemungkinan dapat memicu munculnya rasa sakit tersebut.

3. Keluar cairan tidak biasa dari penis

Tanda-tanda tidak wajar lainnya karena infeksi trikomoniasis yang harus Anda waspadai adalah keluarnya cairan tidak normal dari penis.

Cairan ini berbeda dengan cairan bening yang mungkin Anda keluarkan saat mengalami pra-ejakulasi. Cairan tidak biasa yang keluar dari penis biasanya berwarna keruh atau putih.

Cara agar tak tertular trikomoniasis

gejala gonore

Seperti penyakit kelamin lain, gejala trikomoniasis bisa dicegah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks. Pastikan Anda juga selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks jika tak yakin pasangan Anda bersih dari penyakit kelamin.

Jangan panik apabila Anda didiagnosis mengalami penyakit ini. Memeriksakan diri ke dokter membantu Anda untuk mendapatkan penanganan segera agar cepat sembuh.

Namun, pastikan Anda mengikuti resep dan anjuran pengobatan trikomoniasis dari dokter agar tidak kembali terkena penyakit ini di kemudian hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Trichomoniasis – Fact Sheet – CDC. (2020). Retrieved January 20, 2021, from https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm 

What are the symptoms of trichomoniasis? – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 20, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/trichomoniasis/what-are-symptoms-trichomoniasis 

How to prevent trichomoniasis – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 20, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/trichomoniasis/how-prevent-trichomoniasis  

Trichomoniasis – NHS. (2018). Retrieved January 20, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/trichomoniasis/ 

Kissinger, P. (2015). Trichomonas vaginalis: a review of epidemiologic, clinical and treatment issues. BMC Infectious Diseases, 15(1). https://doi.org/10.1186/s12879-015-1055-0 

Sherrard, J. (2017). How to diagnose and manage Trichomonas vaginalis The Pharmaceutical Journal. https://doi.org/10.1211/pj.2017.20203485 

Seña, A. C., Bachmann, L. H., & Hobbs, M. M. (2014). Persistent and recurrent Trichomonas vaginalis infections: epidemiology, treatment and management considerations. Expert review of anti-infective therapy, 12(6), 673–685. https://doi.org/10.1586/14787210.2014.887440

Alfari, N., Kapantow, M. and Pandaleke, T., 2016. Profil trikomoniasis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2015Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 4, Nomor 2.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 21/01/2021
x