home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Ini Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi Akibat Memakai Boneka Seks

Hati-hati, Ini Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi Akibat Memakai Boneka Seks

Dampak serta bahaya boneka seks nyatanya tidak hanya pada kesehatan mental penggunanya saja. Kesehatan fisik pengguna boneka seks, juga dapat ikut terancam terkait penggunaan boneka plastik tersebut. Bahaya fisik apa yang dapat timbul dari pengggunaan boneka seks?

Bahaya boneka seks terdapat pada bahan pembuatannya

Beberapa waktu lalu, ramai pemberitaan sebuah partai di Jerman, di mana mereka menuntut pemerintahnya untuk melancarkan penyelidikan terhadap bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada mainan dan boneka seks. Rumornya, bahan kimia tersebut bisa menyebabkan adanya bahaya diabetes hingga ketidaksuburan pada penggunanya.

Setelah diusut, rupanya bahan kimia yang dimaksud adalah senyawa phthalates. Phthalates adalah senyawa kimia yang digunakan untuk melunakkan bahan plastik. Biasanya bahan kimia ini digunakan pada pemakaian sehari-hari, tapi jarang untuk langsung terkena kontak fisik dengan manusia. Contohnya, senyawa phthalates bisa terdapat pada bahan dashboard mobil atau tirai-tirai berbahan plastik di sekitar Anda.

Jika digunakan sebagai benda-benda yang tidak sering tersentuh langsung dengan manusia, mungkin jarang menyebabkan bahaya. Tapi, bagaimana jika digunakan sebagai boneka seks, yang mana terpapar langsung dengan kelamin, mulut, dan bagian tubuh lainnya?

Bahaya phthalates bagi kesehatan tubuh

Dalam beberapa tahun terakhir, para periset telah menghubungkan bahaya bahan phthalates dengan beberapa risiko, antara lain:

Di Amerika Serikat, lembaga Food and Drugs Administration (FDA) melaporkan bahwa bahan phthalates rentan menyebabkan senyawa karsinogen muncul di dalam tubuh manusia. Dalam uji penelitiannya, mereka menemukan adanya bahan yang menyebabkan tikus terkena kanker. Hal tersebut, diuji dengan senyawa phthalates dosis rendah. Bahkan tikus lain yang diuji dengan senyawa phthalates, terkena beberapa penyakit berbeda, seperti masalah pada alat kelamin dan beberapa janin tikus di dalamnya mati begitu saja.

Penting untuk menjaga kebersihan mainan dan boneka seks

Menjaga kebersihan dan mencegah bahaya boneka seks yang terbuat dari senyawa kimia lebih penting. Karena, jika hal tersebut diabaikan begitu saja dapat membawa bibit-bibit penyakit seksual hingga masalah kesuburan seseorang. FDA merekomendasikan untuk menggunakan kondom pada mainan seks agar tetap aman saat digunakan. Ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti, jika ingin membeli atau memperoleh mainan seks yang aman digunakan:

  • Pilih mainan dan boneka seks yang bebas phthalates
  • Cuci setelah pemakaian
  • Gunakan kondom
  • Sebaiknya tidak berbagi dengan orang lain

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dangerous Sex Toy What You Need To Know About Phthalates https://www.psychologytoday.com/blog/shameless-woman/201108/dangerous-sex-toys-what-you-need-know-now-about-phthalates Diakses pada 8 Mei 2017

Phthalates Chemicals Reaserch Analysys https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2015/feb/10/phthalates-plastics-chemicals-research-analysis  Diakses pada 8 Mei 2017

Are sex toys safe? http://www.nhs.uk/chq/pages/1690.aspx?categoryid=118& Diakses pada 8 Mei 2017

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 29/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x