Mengenal Hipertensi Maligna, Saat Tekanan Darah Melesat Naik Dengan Cepat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apakah hasil tes tekanan darah Anda sering kali semakin meningkat? Jangan anggap remeh tekanan darah tinggi, terlebih jika perkembangannya sangat pesat. Kondisi ini yang disebut dengan hipertensi maligna. Lantas, apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya di sini.

Apa itu hipertensi maligna?

Hipertensi maligna (hipertensi darurat) adalah peningkatan tekanan darah yang berkembang dengan sangat cepat, hingga bisa mencapai 180/120 milimeter merkuri (mm Hg). Padahal umumnya, tekanan darah normal berkisar di bawah 120/80 mm Hg.

Umumnya, hipertensi maligna disebabkan oleh adanya tekanan darah tinggi. Namun selain itu, dilansir dari laman WebMD, beberapa kondisi medis tertentu juga bisa memicu munculnya hipertensi maligna, seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Cedera pada saraf medula spinalis dalam tulang belakang
  • Tumor pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma)
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil KB dan MAOI
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Preeklampsia pada ibu hamil

Hipertensi jenis ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat dengan mudah menyerang organ-organ dalam tubuh, terutama mata, otak, jantung, dan ginjal. Maka itu, seseorang harus sesegera mungkin mendapatkan perawatan medis bila terserang hipertensi maligna. Jika tidak, maka kerusakan organ bisa jadi lebih parah dan serius.

Apa saja tanda dan gejala yang ditimbulkan dari hipertensi maligna?

Seperti yang telah disebutkan di awal, gejala pertama yang menandai hipertensi maligna yakni peningkatan tekanan darah yang sangat cepat, hingga melebihi 180/120 mm Hg. Sementara gejala lainnya tergantung bagaimana reaksi organ-organ dalam tubuh setelah tekanan darah meningkat.

Biasanya hipertensi darurat akan menyerang area mata, sehingga akan menyebabkan perdarahan dan pembengkakan di pembuluh darah kecil pada retina. Kondisi ini bisa mengakibatkan masalah pada penglihatan Anda. Selain itu, gejala yang juga bisa ditimbulkan dari hipertensi ini diantaranya:

  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Mati rasa pada lengan, kaki, dan wajah
  • Sakit kepala yang parah
  • Sesak napas

Pada kasus yang lain, hipertensi darurat bisa mengakibatkan pembengkakan pada otak. Jika ini terjadi, tanda dan gejala yang muncul yaitu:

  • Penurunan kesadaran
  • Koma
  • Kebingungan (linglung)
  • Sakit kepala yang semakin memburuk
  • Mual dan muntah

Apakah ada komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi darurat?

Jika hipertensi darurat ini tidak segera diobati, maka bisa meningkatkan risiko munculnya komplikasi berbagai penyakit lainnya, seperti:

  • Diseksi aorta, yakni pembuluh darah utama dari jantung pecah secara tiba-tiba
  • Edema paru, menumpuknya cairan di dalam paru-paru
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Gagal ginjal

Itu sebabnya, bila Anda mengalami kondisi hipertensi darurat sebaiknya segera hubungi dokter atau pelayanan kesehatan terdekat. Pasalnya, perawatan medis yang cepat akan mengurangi peluang munculnya komplikasi yang bisa mengancam nyawa.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis hipertensi darurat?

Mulanya jika belum tahu, dokter akan menanyakan semua riwayat kesehatan Anda, termasuk obat dan perawatan apa saja yang pernah Anda lakukan untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Selanjutnya, dokter akan mengukur tekanan darah, memeriksa bila ada kerusakan pada pembuluh darah retina, serta mendiskusikan tanda dan gejala apa saja yang Anda alami, gunanya untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut atau tidak.

Jika ya, maka beberapa pemeriksaan berikut ini bisa menjadi pilihan:

  • Tes untuk mengukur tingkat nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin
  • Tes darah untuk memeriksa¬†enzim jantung
  • Ekokardiografi untuk melihat fungsi jantung
  • Elektrokardiografi (EKG) untuk rekam jantung
  • Tes urine untuk memeriksa fungsi ginjal
  • CT scan atau MRI pada otak untuk mengetahui perdarahan atau stroke
  • Foto rontgen atau sinar-X untuk mengecek keadaan jantung dan paru-paru

Bagaimana cara mengatasinya?

Hipertensi maglina merupakan keadaan darurat yang bisa mengancam nyawa sehingga membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin. Dokter biasanya akan mempertimbangkan gejala yang muncul serta kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, sebelum memutuskan rencana perawatan yang terbaik untuk Anda.

Perawatan yang bisa diberikan meliputi pemberian obat tekanan darah tinggi atau obat antihipertensi, yang diberikan melalui intravena atau infus. Setelah tekanan darah Anda telah cukup stabil, dokter akan meresepkan obat tekanan darah oral (minum). Obat-obatan ini bertujuan untuk memudahkan Anda dalam mengontrol tekanan darah di rumah. Perawatan lain mungkin diberikan tergantung pada gejala dan penyebab hipertensi yang Anda alami.

Pada intinya, bila Anda telah didiagnosis memiliki hipertensi darurat, maka sebaiknya Anda menaati semua rekomendasi dari dokter yang menangani Anda. Misalnya melakukan pemeriksaan rutin guna memonitor tekanan darah, serta tidak lupa minum obat yang telah diresepkan secara teratur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca