Tanda-Tanda dan Gejala Hipertensi yang Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Dari semua masalah kesehatan yang mendominasi dunia kesehatan modern, hipertensi mungkin menjadi salah satu penyakit yang paling menantang. Bukan hanya karena seriusnya masalah kesehatan yang diakibatkan oleh hipertensi, penyakit ini juga dapat menyebabkan segudang masalah yang mengganggu jantung, ginjal, otak, dan bahkan mata. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai tanda dan gejala hipertensi sedini mungkin guna mengurangi risiko komplikasi dari penyakit ini di kemudian hari.

Berapa tekanan darah yang menandakan gejala hipertensi?

penyebab hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah Anda meningkat secara tidak sehat.

Tekanan darah mengacu pada seberapa banyak darah yang mengalir melalui pembuluh darah Anda, serta tekanan darah terhadap dinding pembuluh saat dipompa keluar dari jantung Anda.

Semakin sempit pembuluh arteri Anda, semakin tinggi pula tekanan yang dihasilkan ketika darah Anda mengalir. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

Umumnya, gejala-gejala tekanan darah tinggi akan muncul setelah beberapa tahun. Anda tidak akan segera langsung merasakan gejala-gejala pada tubuh Anda.

Namun, tanpa adanya gejala pun, hipertensi dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah serta organ-organ lain, terutama otak, hati, mata, dan ginjal.

Biasanya, Anda dapat mengetahui angka tekanan darah Anda ketika melakukan pemeriksaan di dokter, rumah sakit, atau pusat layanan kesehatan. Namun, Anda juga dapat mengukur tekanan darah di rumah dengan alat tensimeter yang dijual bebas.

Terdapat dua angka yang muncul ketika Anda melakukan pengecekan tekanan darah, yaitu:

  • Tekanan sistolik

Angka yang pertama muncul ini menunjukkan tekanan di dalam arteri Anda ketika jantung berdetak dan memompa darah.

  • Tekanan diastolik

Angka diastolik adalah angka yang mengikuti sistolik, biasanya terletak di bagian kedua atau bawah. Angka tersebut menunjukkan tekanan pembuluh darah di antara setiap denyut jantung Anda.

Tekanan darah Anda dapat dikatakan normal apabila angka yang ditunjukkan berada di bawah 120/80 milimeter merkuri (mmHg).

Namun, Anda perlu mewaspadai apabila angka tersebut mulai meningkat. Dilansir dari Healthline, hasil tes tekanan darah dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

1. Tekanan darah normal

Pada kondisi ini, hasil tes tekanan darah Anda menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Ini artinya, Anda memiliki tekanan darah yang sehat dan Anda tidak akan menunjukkan gejala-gejala hipertensi.

2. Tekanan darah meningkat

Apabila angka sistolik berada di antara 120-129 mmHg, dan angka histolik berada di bawah 80 mmHg, Anda memiliki tekanan darah yang meningkat dari biasanya.

Kondisi ini harus mulai diwaspadai karena ada kemungkinan Anda dapat mengembangkan penyakit hipertensi di masa depan. Namun, kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan medis apapun, dan biasanya Anda belum mengalami gejala-gejala hipertensi yang jelas.

Dokter hanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan perubahan pada gaya hidup, sehingga angka tekanan darah Anda dapat menurun.

3. Hipertensi tahap 1

Pada kasus hipertensi tahap awal, angka sistolik tekanan darah berada di antara 130 dan 139 mmHg, atau angka diastolik berada di antara 80 dan 89 mmHg.

4. Hipertensi tahap 2

Jika hasil tes menunjukkan angka sistolik adalah 140 mmHg atau lebih, atau angka diastolik 90 mmHg dan lebih, Anda tergolong dalam kasus hipertensi tahap 2.

5. Krisis hipertensi

Pada kondisi ini, hasil tes menunjukkan angka sistolik lebih dari 180 mmHg, atau angka diastolik lebih dari 120 mmHg.

Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan tindakan medis sesegera mungkin. Apabila terdapat gejala-gejala tekanan darah tinggi yang muncul, seperti nyeri dada, sakit kepala, atau sesak napas, Anda harus segera dilarikan ke unit gawat darurat (UGD).

Apa saja gejala hipertensi yang harus diwaspadai?

hipertensi dan hipotensi

Seperti disebutkan di atas, Anda mungkin benar-benar tidak menyadari bahwa Anda mengalami tekanan darah tinggi yang berbahaya.

Alasan utama untuk masalah ini adalah bahwa hipertensi yang tidak terdiagnosis sering kali tidak menampilkan tanda dan gejala. Satu-satunya cara jitu untuk memastikan tanda dan gejala hipertensi adalah melalui tes tekanan darah secara teratur.

Namun jika Anda rutin cek tensi pun, hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala atau ciri yang khas. Pengidap darah tinggi biasanya tidak mengalami gejala apa pun.

Penyakit ini tidak pula menunjukkan ciri tertentu yang tampak secara kasat mata. Bahkan Anda mungkin tidak pernah menyadari bahwa tekanan darah sudah tinggi.

Meskipun banyak penderita yang sama sekali tidak mengalami tanda-tanda atau gejala tekanan darah tinggi yang jelas, Anda mungkin dapat mengalami gejala yang menunjukkan tingkat tekanan darah yang tidak sehat. Orang dalam kategori ini sering memiliki tekanan darah yang jauh lebih tinggi dari 120/80 mmHg.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala hipertensi paling umum yang mungkin terjadi:

1. Bercak merah pada mata

Bercak merah yang terdapa pada mata (pendarahan subkonjungtiva) adalah salah satu gejala tekanan darah tinggi yang paling umum ditemukan.

Selain karena hipertensi, gejala ini juga terkadang ditemukan pada pasien penderita diabetes.

Kondisi ini berbeda dengan adanya bayang-bayang atau bercak lain pada mata. Maka itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat keanehan pada mata Anda.

Dokter mata (oftamologi) dapat mendeteksi adanya kerusakan pada saraf optik mata Anda, yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

2. Wajah memerah

Wajah yang memerah terjadi akibat pembesaran pada pembuluh darah wajah Anda. Kondisi ini biasanya dapat terjadi secara mendadak, atau merupakan respon dari kondisi tertentu, seperti terpapar sinar matahari, udara dingin, makanan pedas, angin, minuman panas, atau produk perawatan wajah tertentu.

Kemerahan pada wajah juga dapat terjadi akibat adanya tekanan psikis atau stres, terkena air panas, konsumsi alkohol, dan olahraga. Kondisi-kondisi tersebt dapat meningkatkan tekanan darah Anda untuk sementara waktu.

Meskipun kondisi kemerahan pada wajah dapat terjadi akibat tekanan darah tinggi, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit ini.

3. Pusing

Pusing adalah efek samping atau gejala dari berbagai macam kondisi. Bahkan, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan pusing muncul.

Tak semua jenis pusing dapat disebabkan oleh hipertensi. Namun, Anda sebaiknya tidak meremehkan gejala tersebut, terlebih lagi jika pusing muncul secara mendadak.

Anda juga perlu waspada apabila pusing disertai dengan gejala-gejala teanan darah tinggi lainnya, seperti tubuh kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya stroke.

4. Sakit kepala

Berbeda dengan pusing yang umumnya hanya berupa sensasi berputar di kepala, sakit kepala adalah gejala hipertensi yang lebih serius. Anda mungkin akan merasakan nyeri yang berdenyut (throbbing) di bagian kepala Anda.

Gejala sakit kepala biasanya disebabkan oleh tekanan pada tulang tempurung kepala akibat meningkatkan tekanan darah. Hal tersebut yang membedakan sakit kepala hipertensi dengan sakit kepala biasa.

5. Sesak napas

Jika tekanan darah tinggi memengaruhi pembuluh darah yang berada di jantung dan paru-paru Anda, kemungkinan gejala tekanan darah tinggi yang akan Anda rasakan adalah sesak napas.

Kondisi ini disebut dengan hipertensi pulmonal, yaitu ketika bagian kanan jantung kesulitan memompa darah melewati paru-paru, sehingga darah yang mengandung oksigen tidak dapat dialirkan dengan baik.

Terdapat darah di dalam urin

Saat Anda buang air kecil dan terdapat darah di dalam urin Anda, ada kemungkinan hipertensi yang Anda alami berkaitan dengan masalah pada ginjal, misalnya penyakit polikistik ginjal atau pembengkakan ginjal.

Darah mungkin juga tidak dapat terlihat pada urin, namun sel darah merah akan terlihat apabila diperiksa menggunakan mikroskop.

Kondisi urin berdarah ini disebut dengan hematuria. Salah satu penyebab utamanya adalah pecahnya kista di dalam ginjal, atau adanya pembuluh-pembuluh darah kecil di sekitar kista. Gejala ini biasanya berlangsung selama sehari atau beberapa hari.

6. Detak jantung tidak beraturan

Gejala lain dari hipertensi adalah palpitasi, atau detak jantung tidak beraturan.

Kondisi ini umumnya terjadi ketika jantung berdebar terlalu cepat, tidak teratur, atau bahkan berhenti berdetak selama sepersekian detik.

Selain itu, Anda mungkin merasakan jantung Anda berdetak terlalu kuat atau dipaksakan. Terkadang, Anda juga akan merasakan sensasi tersebut di tenggorakan, leher, dan rahang.

7. Hidung mengeluarkan darah atau mimisan

Mimisan atau hidung berdarah merupakan gejala hipertensi yang tidak terlalu umum. Para ahli masih memperdebatkan apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, diperkirakan kondisi ini terjadi akibat penipisan pembuluh darah, terutama pada kasus hipertensi kronis.

Umumnya, mimisan tidak disebabkan secara langsung oleh hipertensi. Mimisan biasanya terjadi karena kenaikan tekanan darah yang mendadak, dan disertai dengan gejala kecemasan (anxiety).

Maka itu, pengobatan biasanya berfokus pada mengurangi pendarahan dan meredakan gejala cemas, sebagai upaya mengurangi tekanan darah yang melonjak secara tiba-tiba.

Tanda-tanda dan gejala tekanan darah tinggi lainnya yang mungkin muncul apabila kondisi Anda sudah cukup parah meliputi:

  • Sakit kepala yang parah
  • Penglihatan buram
  • Merasa kelalahan
  • Tampak kebingungan
  • Nyeri di daerah dada
  • Sensasi berdebar di bagian dada, leher, atau telinga

Seberapa sering Anda membutuhkan pemeriksaan tekanan darah berbeda-beda pada setiap kasus. Secara umum, jika Anda khawatir tentang gejala-gejala tekanan darah tinggi Anda saat ini, segeralah periksa ke dokter.

Apa saja bahaya dari gejala-gejala hipertensi?

8 Komplikasi Hipertensi yang Harus Anda Waspadai

Setelah tanda-tanda dan gejala hipertensi muncul, bagian tubuh lainnya perlahan akan mulai mengalami gangguan. Hipertensi memaksa otot jantung bekerja lebih keras untuk mendorong darah melalui arteri, yang menyebabkan otot jantung itu sendiri menebal.

Walaupun kita biasanya berpikir bahwa otot yang lebih besar adalah hal yang baik, namun tidak untuk otot jantung. Pasalnya, otot jantung yang membesar dan menebal tidak memiliki kualitas yang baik untuk memompa darah.

Otot-otot jantung yang menebal menyebabkan jantung kesulitan untuk memompa darah, yang pada akhirnya memicu gagal jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan arteri yang mengelilingi jantung mengeras, akhirnya mengarah ke serangan jantung.

Sebuah lonjakan tekanan darah juga dapat melemahkan pembuluh darah di ginjal, yang merupakan organ yang bertugas membersihkan kotoran dari tubuh.

Jika pembuluh darah mulai terganggu, maka hal ini juga berdampak pada fungsi ginjal yang memungkinkan racun berbahaya menumpuk di dalam aliran darah.

Jika terjadi gagal ginjal, Anda akan memerlukan transplantasi ginjal atau dialisis, yaitu pengobatan yang melibatkan membersihkan ginjal dengan bantuan mesin dialisis.

Selain mengancam beberapa organ yang paling vital pada tubuh, gejala-gejala hipertensi juga biasanya berkaitan dengan penyakit stroke. Saat darah didorong melalui pembuluh pada kekuatan yang tidak normal, pembuluh darah lemah yang melewati otak akan pecah.

Jika pembuluh pecah, darah akan dengan cepat bocor dalam otak dan kemudian menyebabkan Anda menderita stroke. Tekanan darah tinggi juga dapat sangat merusak pembuluh darah di mata, yang menyebabkan penglihatan kabur atau bahkan kebutaan.

Kapan saya harus memeriksakan diri ke dokter?

Apabila Anda mulai merasakan tanda-tanda dan gejala tekanan darah tinggi yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap 2 tahun sekali sejak Anda memasuki usia 18 tahun.

Apabila Anda berusia lebih dari 40 tahun, atau jika Anda berada di rentang usia 18 hingga 39 tahun dengan risiko tinggi mengalami gejala-gejala hipertensi, segera konsultasikan dengan dokter seberapa sering Anda perlu melakukan pemeriksaan.

Anak-anak berusia 3 tahun dan lebih biasanya juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah setiap tahun, sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin.

Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah lebih sering jika Anda telah terdiagnosis dengan gejala-gejala tekanan darah tinggi yang jelas, atau memiliki faktor risiko untuk terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Umumnya, tekanan darah Anda perlu diperiksa pada kedua bagian lengan. Hal ini penting untuk mengetahui apakah ada perbedaan tekanan darah pada kedua lengan Anda.

Apabila Anda tidak dapat mengunjungi dokter secara rutin, Anda mungkin dapat melakukan tes tekanan darah secara gratis di puskesmas atau apotik terdekat. Anda juga dapat membeli alat pengukur tekanan darah di apotik.

Namun, penggunaan alat pengukur tekanan darah ini mungkin memiliki beberapa kekurangan. Hasil tes tekanan darah kemungkinan tidak seakurat yang dilakukan di dokter atau pusat layanan kesehatan.

Maka dari itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dalam mencari alat pengukur tekanan darah yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi dan gejala-gejala hipertensi yang Anda alami.

Dokter biasanya akan memberikan pengobatan dengan dosis yang rendah terlebih dahulu. Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi gejala-gejala hipertensi adalah obat diuretik, obat penghambat reseptor angiotensin, beta-blocker, dan obat antihipertensi lainnya.

Selain itu, dokter akan menyarankan Anda melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan. Melakukan olah raga setidaknya 5 kali seminggu, mengurangi konsumsi garam, serta makan lebih banyak sayur dan buah dapat membantu mengatasi gejala-gejala tekanan darah tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca