home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perdarahan Subkonjungtiva

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Pengobatan|Pengobatan di rumah
Perdarahan Subkonjungtiva

Definisi

Apa itu perdarahan subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan mata Anda (konjungtiva). Konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan sangat cepat, sehingga darah terperangkap.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mengalami kondisi ini sampai Anda melihat ke cermin dan melihat bagian putih mata Anda berwarna merah cerah.

Perdarahan subkonjungtiva sering terjadi tanpa ada kerusakan mata yang nyata. Bersin atau batuk yang kuat dapat menyebabkan pembuluh darah pecah di mata.

Anda tidak perlu mengobatinya. Gejala Anda mungkin mengkhawatirkan. Namun, perdarahan subkonjungtiva biasanya merupakan kondisi tidak berbahaya yang dapat menghilang dalam waktu sekitar dua minggu.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba pada usia berapapun. Kondisi ini seringkali hanya terjadi di salah satu mata, jarang terjadi di kedua mata.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perdarahan subkonjungtiva?

Orang-orang dengan kondisi ini biasanya tidak mengalami gejala terhadap penglihatan dan tidak terasa sakit. Umumnya, Anda tidak menyadari kondisi ini hingga ia bercermin atau diberi tahu oleh seseorang bahwa mata Anda merah.

Dikutip dari Web MD, gejala-gejala perdarahan subkonjungtiva:

  • Sangat jarang orang mengalami rasa sakit ketika perdarahan dimulai. Ketika perdarahan pertama kali terjadi, Anda mungkin mengalami rasa penuh di mata. Ketika perdarahan membaik, beberapa orang mungkin mengalami iritasi mata yang sangat ringan.
  • Perdarahannya adalah area merah terang yang jelas dan tajam di atas sclera. Terkadang, seluruh bagian putih mata kadang-kadang tertutup oleh darah.
  • Para perdarahan subkonjungtiva, tidak ada darah yang keluar dari mata. Jika Anda menodai mata dengan tisu, seharusnya tidak ada darah.
  • Perdarahan akan tampak lebih parah dalam 24 jam pertama dan kemudian perlahan-lahan akan berkurang ukurannya dan mungkin terlihat kekuningan setelah darah terserap.

Tampilan klinis dari perdarahan subkonjungtiva, dengan perdarahan yang terbatas di bawah permukaan mata, biasanya terlihat dengan jelas dan mudah dikenali untuk diagnosis.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perdarahan subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak memiliki penyebab yang jelas. Pasien seringkali diberi tahu orang lain bahwa mata mereka merah.

Namun, pada beberapa kasus yang serius, perdarahan subkonjungtiva dapat menjadi gejala dari kondisi infeksi yang terkait dengan tubuh atau kornea (abrasi kornea, pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu lama), dan kadang, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat cedera mata traumatis, seperti:

  • Pada kasus trauma (Valsalva)
  • Pada kasus batuk yang dipaksakan, muntah, bersin, tersedak (tingkat keparahan tergantung pada waktu terjadinya robekan, rasa sakit, keluarnya cairan)
  • Batuk, bersin, mengejan atau kerja berat dengan adanya riwayat hipertensi.

Perdarahan subkonjungtiva sering terjadi pada bayi baru lahir. Dalam hal ini, kondisi ini diduga disebabkan oleh perubahan tekanan di seluruh tubuh bayi saat melahirkan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perdarahan subkonjungtiva?

Ada banyak faktor risiko untuk perdarahan subkonjungtiva, yaitu:

  • Episode trauma atau infeksi sebelumnya
  • Zat kimia
  • Penggunaan lensa kontak
  • Mengangkat atau mendorong objek berat
  • Tekanan darah tinggi
  • Komorbiditas medis.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Pengukuran terhadap ketajaman penglihatan dan penemuan pada pemeriksaan dengan cahaya adalah fitur utama dalam menentukan pengobatan untuk mata merah. Sejarah dan penilaian keseluruhan pada pasien bermanfaat untuk keputusan pengobatan.

Apabila kemerahan disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva, pecahnya pembuluh darah konjungtiva menyebabkan perdarahan di bawah permukaan mata, darah kemudian umumnya akan kembali diserap dalam 1-2 minggu tanpa masalah yang serius atau kebutaan.

Penelitian koagulasi hematologis tidak terindikasi kecuali terdapat perdarahan retina yang terkait atau kambuhnya kondisi.

Bagaimana perdarahan subkonjungtiva ditangani?

Berikut adalah pilihan pengobatan kondisi ini:

Perawatan mandiri

Biasanya, kondisi ini tidak diperlukan perawatan. Air mata tiruan yang dijual bebas dapat diaplikasikan pada mata jika terjadi iritasi ringan.

Anda perlu menghindari penggunaan aspirin, ibuprofen, naproxen, atau obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan perdarahan.

Perawatan medis

Biasanya, Anda tidak membutuhkan perawatan. Dokter mungkin meresepkan air mata buatan untuk mengurangi iritasi yang mungkin terjadi.

Jika cedera terkait dengan trauma, dokter mungkin perlu memeriksakan mata Anda untuk menurunkan risiko kerusakan bagian mata lainnya.

Beberapa pasien dengan “mata merah” memerlukan perawatan mata darurat, walau mayoritas kondisi termasuk SH dapat diobati dengan dokter umum. Tidak ada terapi spesifik yang diperlukan.

Dokter perlu untuk memastikan bahwa kondisi hanyalah eksternal dan akan membaik dengan sendirinya dalam 1-3 minggu. Apabila terulang:

  • Anda akan diberikan asam askorbat (vitamin C) 500mg dua kali sehari
  • Carilah penanganan medis.

Apabila traumatis, manajemen harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengeliminasi kondisi patologis lainnya.

Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Biasanya, pemulihan selesai, tanpa masalah jangka panjang, mirip dengan memar ringan di bawah kulit.

Seperti memar, perdarahan subkonjungtiva berubah warna (seringkali merah menjadi kuning) saat sembuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perdarahan subkonjungtiva?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Cipratkan dengan air dingin atau kompres mata dengan handuk yang direndam dalam air adalah cara paling sederhana untuk mengatasi mata merah.
  • Pola makan seimbang dapat menjaga tekanan darah tetap rendah dan bermanfaat untuk pembuluh darah mata.
  • Kacamata untuk melindungi mata dari cedera.
  • Lain-lain.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Subconjunctival hemorrhage (broken blood vessel in eye) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/subconjunctival-hemorrhage/symptoms-causes/syc-20353826

What is a Subconjunctival Hemorrhage?. (2019). Retrieved 20 March 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-subconjunctival-hemorrhage

Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Subconjunctival Hemorrhage (Broken Blood Vessel in Eye). Retrieved 20 March 2020, from https://www.webmd.com/eye-health/bleeding-in-the-eye#1

hemorrhage, S. (2020). Subconjunctival hemorrhage: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 20 March 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/001616.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 11/05/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x