Hepatitis C adalah jenis yang paling berbahaya dari semua jenis virus hepatitis, karena infeksi ini biasanya tidak menimbulkan gejala sampai di tahapan akhir infeksi kronis. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hepatitis sampai akhirnya menderita kerusakan hati permanen beberapa tahun kemudian, saat dilakukan tes medis rutin.

Berikut informasi yang perlu Anda tahu seputar hepatitis C.

Apa penyebab hepatitis C?

Infeksi hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). HCV ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat paparan darah yang terkontaminasi virus.

Siapa saja yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis C?

Semua orang bisa terkena hepatitis. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena hepatitis C, yaitu:

  • Memiliki luka segar/terbuka yang terpapar darah yang terinfeksi. Tanpa sengaja tertusuk jarum bekas juga bisa meningkatkan risiko Anda
  • Menggunakan narkoba suntik
  • Orang-orang dengan HIV dan AIDS (ODHA)
  • Merupakan pasangan seks seseorang yang didiagnosis dengan infeksi hepatitis C
  • Membuat tato atau tindik tubuh dengan peralatan yang tidak steril
  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum tahun 1992
  • Rutin cuci darah untuk jangka waktu lama
  • Terlahir dari ibu dengan infeksi hepatitis C
  • Pernah dipenjara
  • Terlahir di antara tahun 1945 sampai 1965, kelompok usia dengan angka kejadian infeksi hepatitis C tertinggi

Apa saja tanda dan gejala hepatitis C?

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus hepatitis C (HCV) tidak mengalami gejala. Pada tahapan awal, gejala mungkin tampak ringan sekitar satu sampai tiga bulan sejak terpapar virus. Gejala umum dari hepatitis C termasuk:

  • Warna kulit dan mata menguning (jaundice)
  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • Feses berwarna pucat seperti dempul
  • Demam 
  • Kelelahan 
  • Mual muntah
  • Nafsu makan buruk
  • Nyeri lambung
  • nyeri otot atau sendi

Tanda-tanda dan gejala infeksi kronis biasanya akan tampak jelas setelah bertahun-tahun dan merupakan akibat dari kerusakan hati yang disebabkan oleh virus. Ini awalnya bisa termasuk gejala dari infeksi akut yang berkembang memburuk seiring waktu. Tanda dan gejala HCV kronis bisa meliputi:

Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala di atas.

Apa saja komplikasi hepatitis C yang mungkin terjadi?

Ada beberapa komplikasi serius yang disebabkan oleh infeksi HCV kronis, seperti:

  • Kerusakan jaringan hati (sirosis). Setelah 20 sampai 30 tahun menderita infeksi hepatitis C, sirosis dapat terjadi. Sirosis adalah kerusakan jaringan hati permanen.
  • Kanker hati. Penderita hepatitis C lebih berisiko tinggi terkena kanker hati.
  • Gagal hati. Hati yang mengalami kerusakan parah karena infeksi HCV bisa gagal untuk berfungsi dengan baik

Bagaimana dokter mendiagnosis hepatitis C?

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh, dan apakah penyakit tersebut akut atau kronis. Dokter juga mungkin ingin mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa (biopsi) untuk menentukan apakah Anda mengalami kerusakan hati.

Tes darah bisa membantu dokter memulai pengobatan atau menganjurkan perubahan gaya hidup yang bisa memperlambat proses kerusakan hati. Ini dianjurkan karena infeksi HCV seringnya mulai merusak hati sebelum menimbulkan tanda-tanda dan gejala.

Tes darah untuk mendiagnosis hepatitis C bisa membantu:

  • Mendeteksi keberadaan hepatitis dalam tubuh
  • Mengukur seberapa banyak virus hepatitis yang terdapat dalam darah (viral load)
  • Mengevaluasi tampilan genetik virus (genotyping) yang membantu menentukan pilihan pengobatan

Apa saja pengobatan hepatitis C yang tersedia?

Obat-obatan antivirus

Beberapa obat antivirus bisa membantu melawan virus dan memperlambat kemampuannya dalam merusak hati. Tujuan pengobatan adalah untuk menghancurkan virus dalam tubuh minimal 12 minggu setelah pengobatan. Bahkan, pasien harus diobati selama 24 sampai 72 minggu dengan obat-obatan antivirus.

Antivirus untuk HCV memiliki efek samping serius meskipun telah tersedia selama beberapa dekade dan telah dikembangkan dari waktu ke waktu. Beberapa efek samping yang umum meliputi depresi, gejala seperti flu, dan penurunan jumlah sel darah merah atau putih yang sehat (anemia atau neutropenia). Itulah alasan mengapa banyak orang menghentikan pengobatan.

Saat ini, dengan obat-obatan antivirus yang baru, pasien mendapatkan hasil yang lebih baik, efek samping yang lebih sedikit, dan waktu pengobatan yang lebih singkat—beberapa hingga sesingkat 12 minggu.

Anda akan dipantau secara teratur untuk memeriksa fungsi hati selama pengobatan.

Transplantasi hati

Jika ada kerusakan serius pada fungsi hati, Anda bisa memilih transplantasi hati sebagai pilihan pengobatan. Dokter akan mengangkat bagian hati yang rusak dan menggantinya dengan hati yang sehat. Kebanyakan transplantasi hati berasal dari donor yang sudah meninggal, walaupun ada juga yang berasal dari donor hidup yang mendonasikan sebagian dari hati mereka.

Bagi penderita infeksi HCV, transplantasi hati bukanlah penyembuh. Pengobatan dengan obat-obatan antivirus biasanya berlanjur setelah transplantasi hati, karena infeksi HCV bisa berpeluang kambuh pada hati yang baru.

Vaksinasi

Hingga saat ini tidak ada vaksin HCV yang tersedia, sehingga dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menerima vaksinasi hepatitis A dan B. beberapa virus lain yang berbeda juga bisa merusak sebagian fungsi hati dan membuat pengobatan hepatitis C menjadi lebih rumit.

Perubahan gaya hidup

Anda bisa mengendalikan hepatitis C dengan mengubah gaya hidup, termasuk:

  • Berhenti minum alkohol. Alkohol memperparah kerusakan fungsi hati.
  • Hindari obat-obatan yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Misalnya, paracetamol (acetaminophen), statin.
  • Cegah orang lain untuk tidak terkena kontak dengan darah Anda. Tutupi setiap luka yang Anda miliki dan jangan berbagi alat cukur atau sikat gigi. Jangan mendonasikan darah, organ tubuh atau sperma. Beri tahu dokter bahwa Anda terinfeksi virus ini.

Bisakah penularan hepatitis C dicegah?

Lindungi diri Anda dari penularan infeksi hepatitis C dengan:

  • Berhenti menggunakan narkoba
  • Berhati-hati ketika ingin menindik tubuh dan membuat tato. Carilah toko yang terjamin kebersihannya dan juga tekniknya. Perhatikan kebersihan lingkungan toko dan seberapa steril peralatannya.
  • Selalu berhubungan seks secara aman. Jangan berhubungan seks tanpa kondom dengan bergonta-ganti pasangan atau dengan seseorang yang status kesehatannya tidak pasti. Penularan seksual di antara pasangan suami-istri bisa terjadi, tetapi risikonya rendah.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca