Tes fungsi hati adalah tes darah yang digunakan untuk kepentingan diagnosis dan skrining fungsi hati. Serangkaian tes ini mengukur enzim yang dilepaskan sel-sel hati dalam menanggapi kerusakan atau penyakit. Berikut adalah informasi lebih rinci mengenai tes yang umum ini.

Apa saja yang diperiksa selama tes fungsi hati?

Tes darah hati biasanya terdiri dari enam tes terpisah yang dilakukan pada sampel darah tunggal. Serangkaian tes ini meliputi:

1. Alanine aminotransferase (ALT)

Enzim yang disebut ALT dilepaskan dari sel-sel hati. Pada umumnya, ALT juga terdapat dalam aliran darah tetapi dalam kadar yang rendah. Rentang normal kadar ALT dalam darah adalah antara 5 sampai 60 IU/L (International Units per Liter).

ALT bisa bocor ke pembuluh darah ketika ada suatu penyakit di hati atau ada sel-sel hati yang rusak atau mati. Peningkatan ALT dalam darah dapat dipicu oleh semua jenis hepatitis (akibat virus, alkoholik, atau dipicu obat). Selain itu, syok atau toksisitas obat juga dapat meningkatkan kadar ALT.

Terlepas dari seberapa banyak kadar ALT yang ada dalam darah, peradangan atau kematian sel hati hanya dapat dipantau dengan biopsi hati. Meskipun kadar ALT dalam pembuluh darah merupakan pengukuran kuantitatif langsung, tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan hati atau perkembangan penyakit.

2. Aspartate aminotransferase (AST)

AST adalah enzim mitokondria yang terdapat di hati, jantung, otot, ginjal dan otak. Dalam banyak kasus kerusakan hati, kadar ALT dan AST meningkat dengan perbandingan sekitar 1:1. Rentang normal kadar AST dalam aliran darah adalah antara 5 sampai 43 IU/L.

3. Alkaline phosphatase (ALP)

ALP terdapat di banyak jaringan tubuh (usus, ginjal, plasenta, dan tulang) dan diproduksi di saluran empedu dan selaput sinusoidal hati. Jika saluran empedu tersumbat, kadar ALP akan meningkat. Selain itu, ALP akan meningkat jika terjadi sirosis, sclerosing cholangitis dan kanker hati.

Selebihnya, penyakit tulang, gagal jantung kongestif, dan hipertiroidisme dapat menyebabkan tingginya kadar ALP yang tidak terduga. Peningkatkan kadar ALP bisa disebabkan oleh masalah hati jika kadar GGT juga mengalami peningkatkan. Rentang normal kadar ALP dalam darah adalah antara 30 sampai 115 IU/L.

4. Bilirubin

Bilirubin adalah cairan berwarna kuning yang terdapat dalam aliran darah dan diproduksi di hati oleh sel-sel darah merah yang mati karena usia. Hati menyaring sel-sel darah merah tua dari aliran darah dalam proses modifikasi kimiawi yang disebut konjugasi. Sel-sel ini kemudian dilepaskan ke empedu, lalu disalurkan dan sebagian diserap kembali ke dalam usus.

Kadar bilirubin dapat meningkat karena berbagai penyakit, termasuk penyakit hati. Jika hati mengalami kerusakan, bilirubin bisa bocor ke dalam aliran darah dan memicu penyakit kuning (jaundice), yaitu kondisi menguningnya mata dan kulit yang disertai dengan urin gelap dan feses berwarna terang. Penyebab dari meningkatnya kadar bilirubin meliputi:

  • Hepatitis virus
  • Penyumbatan saluran empedu
  • Sirosis hati
  • Penyakit hati lainnya

Tes bilirubin total mengukur jumlah bilirubin dalam pembuluh darah. Total kadar bilirubin yang normal berkisar antara 0,20 sampai 1,50 mg/dl (milligram per deciliter). Tes bilirubin langsung (bilirubin direct) mengukur bilirubin yang diproduksi di hati. Kadar normal bilirubin langsung berkisar antara 0,00 sampai 0,03 mg/dl.

5. Albumin

Albumin merupakan protein yang paling banyak terdapat dalam aliran darah dan diproduksi oleh hati. Tes albumin adalah yang termudah, paling dapat diandalkan dan tidak mahal. Hati yang tidak menghasilkan cukup protein dengan fungsi yang tepat dapat menyebabkan kadar albumin yang rendah. Pada awalnya kadar albumin biasanya normal dalam penyakit hati kronis sampai pada akhirnya sirosis dan/atau penyakit hati lainnya menjadi cukup serius dan mencegah produksi protein oleh hati.

Selain itu, malnutrisi, beberapa penyakit ginjal, dan kondisi lainnya yang lebih langka dapat menyebabkan penurunan kadar albumin. Albumin mempertahankan volume darah di pembuluh vena dan arteri. Jika kadar albumin menurun secara signifikan, cairan bisa bocor dari aliran darah ke jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan di pergelangan dan telapak kaki. Rentang normal kadar albumin dalam darah adalah antara 3,9 sampai 5,0 g/dl (gram/deciliter).

6. Total Protein (TP)

TP adalah tes darah yang mengukur albumin dan semua protein lainnya dalam aliran darah, termasuk antibodi yang membantu melawan infeksi. Berbagai alasan yang berbeda bisa menyebabkan peningkatan atau penurunan kadar protein yang tidak normal, misalnya penyakit hati, penyakit ginjal, kanker darah, malnutrisi, atau pembengkakan tubuh yang tidak normal. Kadar normal protein dalam aliran darah berkisar antara 6,5 sampai 8,2 g/dl.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca