Daftar Tes Laboratorium yang Mesti Dilakukan Jika Demam Tak Kunjung Reda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan respons alami tubuh saat melawan infeksi bakteri, virus, ataupun penyebab penyakit lainnya. Kondisi ini bisa menjadi gejala dari sejumlah gangguan kesehatan sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebabnya. Inilah mengapa dokter biasanya menyarankan pemeriksaan laboratorium guna memperoleh diagnosis yang tepat.

Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab demam

Uji laboratorium sangat bermanfaat untuk mendiagnosis penyakit karena melibatkan berbagai aspek tubuh yang tidak tampak dari luar. Berikut adalah pemeriksaan yang umumnya dilakukan saat seseorang mengalami demam.

1. Tes darah lengkap

Tes darah lengkap bertujuan untuk mengetahui jumlah setiap komponen penyusun darah. Nilai di luar rentang normal pada komponen-komponen ini dapat menandakan adanya masalah pada kondisi tubuh.

Berikut adalah beragam komponen yang dipantau pada pemeriksaan laboratorium ini:

  • jumlah sel darah merah (WBC)
  • jumlah sel darah putih (RBC). Jika sel darah putih Anda tinggi, kemungkinan penyebab demam yang Anda alami adalah karena infeksi bakteri. 
  • kadar hemoglobin (Hb), yaitu sejenis protein pada sel darah merah yang mengikat oksigen
  • hematokrit (Hct), yaitu banyaknya sel darah merah dalam darah
  • trombosit, yaitu sel darah yang berperan dalam pembekuan darah

2. Tes panel metabolisme lengkap

Tes panel metabolisme lengkap bertujuan untuk mengetahui kondisi berbagai komponen yang terlibat dalam metabolisme tubuh, termasuk kesehatan ginjal dan hati. Pemeriksaan laboratorium ini mencakup aspek-aspek berikut:

  • kadar gula darah
  • kalsium
  • protein, yang terdiri dari pemeriksaan albumin dan protein total
  • elektrolit, yang terdiri dari natrium, kalium, karbon dioksida, dan klorida
  • ginjal, yang terdiri dari kadar nitrogen urea darah dan uji kreatinin
  • hati, yang terdiri dari enzim alkali fosfatase (ALP), alanine aminotransferase (ALT/SGPT), aspartate aminotransferase (AST/SGOT), dan bilirubin

SGPT dan SGOT adalah dua komponen yang sering diperiksa saat seseorang mengalami demam. Keduanya merupakan enzim yang banyak terdapat di hati. Jumlah SGPT dan SGOT rendah pada orang yang sehat. Sebaliknya, nilai SGPT dan SGOT yang tinggi menunjukkan adanya gangguan pada hati.

3. Tes urine (urinalisis)

Pemeriksaan laboratorium pada urine dilakukan dengan mengamati penampilan, konsentrasi, dan kandungan urine. Hasil abnormal dapat menandakan sejumlah penyakit seperti infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dan diabetes. Selain itu, pemeriksaan urine juga bermanfaat untuk memantau kondisi kesehatan pasien.

Urinalisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

  • menggunakan strip khusus (dipstick test) untuk mengetahui tingkat keasaman (pH), konsentrasi, penanda infeksi, adanya darah, serta kadar gula, protein, bilirubin, dan keton
  • uji mikroskopis untuk mengamati keberadaan sel darah merah, sel darah putih, bakteri, jamur, kristal batu ginjal, atau protein khusus yang menandakan gangguan ginjal

Pemeriksaan laboratorium bila dicurigai terdapat penyakit khusus

Bila Anda mengalami demam disertai gejala khusus yang menandakan penyakit tertentu, dokter pun dapat menyarankan pemeriksaan yang lebih spesifik seperti berikut.

1. Demam tifoid (tifus)

Pemeriksaan untuk mendiagnosis demam tifoid dilakukan menggunakan sampel dari tubuh pasien. Sampel dapat berasal dari darah, jaringan, cairan tubuh, atau feses. Sampel yang telah diambil kemudian diamati dengan mikroskop untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella typhi.

2. Demam berdarah

Demam adalah salah satu gejala yang paling sering muncul pada penderita demam berdarah. Guna menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan laboratorium. Rangkaian pemeriksaan terdiri dari tes darah lengkap, tes panel metabolisme lengkap, tes antibodi untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG, serta tes molekuler untuk mendeteksi keberadaan virus demam berdarah.

3. Tuberkulosis

Pemeriksaan tuberkulosis amat disarankan jika demam disertai batuk lebih dari tiga minggu atau mengeluarkan darah, nyeri dada, sesak napas, berkeringat pada malam hari, serta rasa lelah.

Selain tes darah, pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis tuberkulosis umumnya menggunakan tes sputum (dahak). Dokter akan mengambil sampel dahak pasien, lalu mengamatinya untuk mendeteksi keberadaan bakteri tuberkulosis.

Demam biasanya akan berangsur hilang dengan sendirinya. Namun, demam yang tinggi atau berlangsung terus-menerus bisa menandakan penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium seringkali diperlukan agar dokter dapat memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pemeriksaan Darah Lengkap, Apa Kegunaannya untuk Kesehatan Anda?

Pemeriksaan darah lengkap adalah tes darah untuk mengukur jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit, dengan tujuan mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi saat jumlah trombosit dalam darah terlalu rendah. Pada kasus berat, turunnya jumlah trombosit bisa sebabkan perdarahan hebat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Tak hanya DBD, penyakit autoimun juga bisa jadi penyebab trombosit Anda turun. Lantas, bagaimana cara menaikkan jumlah trombosit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Kadar limfosit tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pemeriksaan anti HBs

Mengenal Anti HBs, Opsi Pemeriksaan Lain untuk Diagnosis Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Obat cacing untuk tipes

Seberapa Efektif Ekstrak Cacing untuk Obat Tipes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
tes laju endap darah adalah

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit