Mengenal Setiap Gejala Hepatitis C dari Akut Hingga Kronis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis C adalah penyakit peradangan hati yang paling berbahaya dari semua jenis hepatitis. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang yang cukup serius. Selain itu, gejala hepatitis C juga sulit untuk dideteksi. Gejala umumnya tidak muncul hingga penyakit ini berkembang menjadi kronis.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hepatitis C sampai akhirnya menderita kerusakan hati permanen beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda dan gejala hepatitis C sedini mungkin.

Hepatitis C akut dan kronis

Penyakit hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV) yang masuk ke dalam akibat melakukan kontak secara menerus dengan darah yang terinfeksi. 

Penularan penyakit ini dapat melalui proses transfusi darah, injeksi obat ke pembuluh darah, transplantasi organ, dan sebagian kecil ditularkan melalui hubungan seksual. 

Berdasarkan lamanya virus menginfeksi, hepatitis C diklasifikasikan ke dalam dua jenis.

Hepatitis C akut terjadi ketika infeksi HCV yang berlangsung selama 6 bulan. Jika infeksi virus terus berlangsung selama lebih dari 6 bulan bahkan dapat menetap secara jangka panjang, maka penyakit berkembang menjadi hepatitis kronis.

Perkembangan tahapan infeksi virus dari akut menjadi kronis kemungkinan besar akan terjadi (80%) pada penderita hepatitis C.

Setiap tahapan infeksi pada hepatitis C menunjukkan tanda serta gejala hepatitis C yang berbeda.

Gejala hepatitis C akut

Nyeri perut gejala hepatitis C

Periode infeksi HCV akut berlangsung ketika pertama kali orang yang terinfeksi melakukan kontak dengan virus sampai virus mulai bereplikasi. 

Pada periode ini gejala belum tentu muncul, hampir 80 % orang yang terjangkit hepatitis C tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti.

Namun menurut WebMD, bukan berarti hepatitis C akut tidak menimbulkan gangguan kesehatan sama sekali. Gejala hepatitis C akut dapat muncul setelah 2 – 12 minggu infeksi berlangsung.

Meskipun gejala yang muncul bukanlah gejala khas sehingga masih sulit dibedakan dengan jenis hepatitis lainnya.

Gejala tersebut dapat meliputi:

  • Demam ringan
  • Sakit pada perut bagian atas
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Urin berwarna gelap dan pekat
  • Feses berwarna pucat
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit di bagian abdomen atau perut bagian atas
  • Mual dan muntah-muntah

Ikterus (jaundice) atau penyakit kuning juga bisa dialami oleh penderita hepatitis C akut. Sekitar 20% orang menampakan kulit dan mata yang berubah menguning selama terinfeksi HCV. 

Ketika sistem kekebalan tubuh berhasil melumpuhkan infeksi virus dalam beberapa bulan, seorang yang terinfeksi tidak lagi mengalami gejala hepatitis C. 

Gangguan kesehatan yang serupa bisa saja muncul kembali ketika terinfeksi jenis HCV yang lain.

Gejala hepatitis C kronis

Penyakit kuning gejala hepatitis C

Peluang munculnya gejala hepatitis C kronis lebih tinggi dibandingkan pada hepatitis C akut. Akan tetapi, infeksi yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan tidak selalu memunculkan gejala.

Gejala hepatitis kronis bisa saja baru muncul ketika infeksi telah berlangsung selama bertahun-tahun. 

Apabila gejala muncul, tanda-tanda dan gangguan kesehatan yang diperlihatkan bisa sangat bervariasi. Selama infeksi kronis berlangsung, gejala bisa tiba-tiba muncul kemudian hilang dan kembali lagi sewaktu-waktu. 

Berikut ini adalah beberapa gejala lanjutan yang umumnya dialami oleh penderita hepatitis C kronis:

  • Kelelahan setiap saat
  • Mengalami penurunan kemampuan kognitif seperti sering lupa dan sulit berkonsentrasi
  • Nyeri di bagian atas perut
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Sakit ketika buang air
  • Warna feses berubah pucat
  • Urin berwarna gelap dan pekat
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Mudah berdarah
  • Mudah memar
  • Kaki bengkak
  • Depresi
  • Kehilangan berat badan
  • Penyakit kuning (Ikterus), yaitu kulit dan mata yang berubah menguning

Gejala akibat komplikasi

Infeksi virus hepatitis C

Jika tidak juga menjalani pengobatan, hepatitis C kronis bisa menimbulkan komplikasi berupa munculnya berbagai penyakit hati serius, seperti sirosis, kanker hati, dan gagal hati permanen. 

Ketika terjadi infeksi kronis fungsi kerja hati memang terhambat akibat peradangan, namun hati masih bisa berfungsi dengan normal.

Akan tetapi jika peradangan terus terjadi dalam waktu yang lama maka dapat terjadi pengerasan pada hati atau fibrosis.

Hal ini biasanya ditandai dengan sebagian besar dari sel hati yang mengalami kerusakan.

Namun, waktu terjadinya komplikasi ini dapat bervariasi bagi setiap orang. Pada sirosis misalnya, penyakit ini bisa terjadi setelah infeksi kronis berlangsung selama 20 sampai 30 tahun. 

Gangguan kesehatan yang muncul akibat penyakit komplikasi akan lebih parah dibandingkan dengan gejala hepatitis C kronis, seperti:

  • Penyakit kuning (Ikterus), yaitu kulit dan mata yang berubah menguning
  • Feses berwarna gelap
  • Muntah darah
  • Pembengkakan pada kaki dan perut bagian atas akibat akumulasi cairan
  • Mudah memar dan berdarah

Perlu diingat bahwa gejala hepatitis C  yang telah disebutkan bukanlah gejala khas sehingga bisa mirip dengan gejala hepatitis lain bahkan penyakit hati lainnya

Oleh karena itu, hendaknya Anda tidak berasumsi atau melakukan diagnosis mandiri bahwa Anda terkena hepatitis C.

Akan sangat berbahaya jika Anda sampai mengonsumsi obat-obatan untuk hepatitis C di luar pengawasan dokter. 

Kapan harus ke dokter?

Diagnosis hepatitis C

Untuk memastikan apakah Anda positif terinfeksi HCV, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter ketika mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti yang disebutkan di atas.

Setelah menganalisis sejumlah gejala hepatitis C yang Anda alami, dokter selanjutnya akan meminta Anda untuk menjalani sejumlah tes darah untuk mendiagnosis apakah Anda positif terinfeksi.

Sekalipun Anda tidak mengalami gejala hepatitis C seperti yang telah disebutkan, namun khawatir terinfeksi karena melakukan kontak dengan darah yang terinfeksi, tidak ada salahnya untuk menjalani tes hepatitis. 

Pada penyakit hepatitis C, deteksi sejak dini sangat diperlukan untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kronis dan menimbulkan komplikasi.   

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Banyak orang yang masih percaya mitos, terutama hal yang berkaitan dengan suatu penyakit, seperti hepatitis C. Kenali apa saja mitos yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 27/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit