Cara Kerja Tes Fungsi Hati untuk Mendeteksi Risiko Kerusakan Hati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tes fungsi hati adalah tes darah yang digunakan untuk kepentingan diagnosis dan skrining fungsi hati. Serangkaian tes ini mengukur enzim yang dilepaskan sel-sel hati dalam menanggapi kerusakan atau penyakit. Berikut adalah informasi lebih rinci mengenai tes yang umum ini.

Apa saja yang diperiksa selama tes fungsi hati?

Tes darah hati biasanya terdiri dari enam tes terpisah yang dilakukan pada sampel darah tunggal. Serangkaian tes ini meliputi:

1. Alanine aminotransferase (ALT)

Enzim yang disebut ALT dilepaskan dari sel-sel hati. Pada umumnya, ALT juga terdapat dalam aliran darah tetapi dalam kadar yang rendah. Rentang normal kadar ALT dalam darah adalah antara 5 sampai 60 IU/L (International Units per Liter).

ALT bisa bocor ke pembuluh darah ketika ada suatu penyakit di hati atau ada sel-sel hati yang rusak atau mati. Peningkatan ALT dalam darah dapat dipicu oleh semua jenis hepatitis (akibat virus, alkoholik, atau dipicu obat). Selain itu, syok atau toksisitas obat juga dapat meningkatkan kadar ALT.

Terlepas dari seberapa banyak kadar ALT yang ada dalam darah, peradangan atau kematian sel hati hanya dapat dipantau dengan biopsi hati. Meskipun kadar ALT dalam pembuluh darah merupakan pengukuran kuantitatif langsung, tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan hati atau perkembangan penyakit.

2. Aspartate aminotransferase (AST)

AST adalah enzim mitokondria yang terdapat di hati, jantung, otot, ginjal dan otak. Dalam banyak kasus kerusakan hati, kadar ALT dan AST meningkat dengan perbandingan sekitar 1:1. Rentang normal kadar AST dalam aliran darah adalah antara 5 sampai 43 IU/L.

3. Alkaline phosphatase (ALP)

ALP terdapat di banyak jaringan tubuh (usus, ginjal, plasenta, dan tulang) dan diproduksi di saluran empedu dan selaput sinusoidal hati. Jika saluran empedu tersumbat, kadar ALP akan meningkat. Selain itu, ALP akan meningkat jika terjadi sirosis, sclerosing cholangitis dan kanker hati.

Selebihnya, penyakit tulang, gagal jantung kongestif, dan hipertiroidisme dapat menyebabkan tingginya kadar ALP yang tidak terduga. Peningkatkan kadar ALP bisa disebabkan oleh masalah hati jika kadar GGT juga mengalami peningkatkan. Rentang normal kadar ALP dalam darah adalah antara 30 sampai 115 IU/L.

4. Bilirubin

Bilirubin adalah cairan berwarna kuning yang terdapat dalam aliran darah dan diproduksi di hati oleh sel-sel darah merah yang mati karena usia. Hati menyaring sel-sel darah merah tua dari aliran darah dalam proses modifikasi kimiawi yang disebut konjugasi. Sel-sel ini kemudian dilepaskan ke empedu, lalu disalurkan dan sebagian diserap kembali ke dalam usus.

Kadar bilirubin dapat meningkat karena berbagai penyakit, termasuk penyakit hati. Jika hati mengalami kerusakan, bilirubin bisa bocor ke dalam aliran darah dan memicu penyakit kuning (jaundice), yaitu kondisi menguningnya mata dan kulit yang disertai dengan urin gelap dan feses berwarna terang. Penyebab dari meningkatnya kadar bilirubin meliputi:

  • Hepatitis virus
  • Penyumbatan saluran empedu
  • Sirosis hati
  • Penyakit hati lainnya

Tes bilirubin total mengukur jumlah bilirubin dalam pembuluh darah. Total kadar bilirubin yang normal berkisar antara 0,20 sampai 1,50 mg/dl (milligram per deciliter). Tes bilirubin langsung (bilirubin direct) mengukur bilirubin yang diproduksi di hati. Kadar normal bilirubin langsung berkisar antara 0,00 sampai 0,03 mg/dl.

5. Albumin

Albumin merupakan protein yang paling banyak terdapat dalam aliran darah dan diproduksi oleh hati. Tes albumin adalah yang termudah, paling dapat diandalkan dan tidak mahal. Hati yang tidak menghasilkan cukup protein dengan fungsi yang tepat dapat menyebabkan kadar albumin yang rendah. Pada awalnya kadar albumin biasanya normal dalam penyakit hati kronis sampai pada akhirnya sirosis dan/atau penyakit hati lainnya menjadi cukup serius dan mencegah produksi protein oleh hati.

Selain itu, malnutrisi, beberapa penyakit ginjal, dan kondisi lainnya yang lebih langka dapat menyebabkan penurunan kadar albumin. Albumin mempertahankan volume darah di pembuluh vena dan arteri. Jika kadar albumin menurun secara signifikan, cairan bisa bocor dari aliran darah ke jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan di pergelangan dan telapak kaki. Rentang normal kadar albumin dalam darah adalah antara 3,9 sampai 5,0 g/dl (gram/deciliter).

6. Total Protein (TP)

TP adalah tes darah yang mengukur albumin dan semua protein lainnya dalam aliran darah, termasuk antibodi yang membantu melawan infeksi. Berbagai alasan yang berbeda bisa menyebabkan peningkatan atau penurunan kadar protein yang tidak normal, misalnya penyakit hati, penyakit ginjal, kanker darah, malnutrisi, atau pembengkakan tubuh yang tidak normal. Kadar normal protein dalam aliran darah berkisar antara 6,5 sampai 8,2 g/dl.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

Rasa mual dan ingin memang sangat mengganggu, terlebih bila Anda sedang beraktivitas. Coba konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengatasi mual ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit