Ini Bahaya Infeksi Hepatitis C Pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit hepatitis C tidak hanya menginfeksi hati, tetapi juga merusak organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, Anda harus membekali diri dengan informasi tentang dampak hepatitis C pada kesehatan tubuh, seperti yang dijelaskan berikut ini, untuk mengetahui cara mengendalikan kerusakan organ tubuh Anda yang lain.

Beragam kerusakan tubuh yang bisa disebabkan oleh penyakit hepatitis C

1. Kemampuan hati untuk memproduksi empedu jadi berkurang

Salah satu fungsi hati adalah memproduksi empedu yang berfungsi untuk memecah lemak. Hepatitis C bisa menghambat kemampuan hati untuk memproduksi empedu. Maka dari itu, penderita hepatitis C bisa merasakan nyeri di bagian perut kanan atas. Hati yang rusak tidak menghasilkan cukup albumin, yaitu protein yang dapat menahan cairan dalam sel. Banyak penderita hepatitis C yang mengalami sakit perut, diare, dan kram perut.

2. Merusak otak

Saat hati tidak bisa menyaring semua racun dari darah, penumpukan zat beracun ini bisa merusak sistem saraf pusat dan mengganggu fungsi otak. Orang yang mengalami kerusakan otak akibat hepatitis C bisa merasakan gejala seperti napas yang terasa manis atau apek, melemahnya kemampuan motorik kecil, dan gangguan tidur. Selain itu, mereka bisa mengalami linglung, cepat lupa, konsentrasi yang memburuk, perubahan kepribadian, gemetar yang tidak normal, agitasi (lekas marah/cepat tersinggung), disorientasi, dan bicara cadel. Dalam kasus yang paling parah, penyakit hepatitis C dapat menyebabkan koma 

3. Mengganggu sistem peredaran darah

Hati yang sehat membantu sistem peredaran darah bekerja dengan lancar. Namun, hati yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan masalah pada aliran darah yang meningkatkan tekanan darah. Ini bisa menyebabkan hipertensi portal. Pembuluh darah bisa pecah jika terlalu sempit, sehingga menyebabkan perdarahan dalam serius. Hati yang sehat juga membantu mengubah gula menjadi glukosa dan menyimpannya untuk energi. Terlalu banyak gula dalam aliran darah bisa menyebabkan resistensi insulin atau diabetes tipe 2.

4. Merusak tiroid

Tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin dan berfungsi memasok hormon tiroksin ke dalam aliran darah. Virus hepatitis C bisa membuat sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid pada sebagian orang. Hipotiroidisme bisa menyebabkan kelesuan dan kedinginan sedangkan hipertiroidisme bisa menyebabkan gejala seperti kegugupan dan detak jantung cepat.

5. Merusak sendi dan otot

Jika Anda terkena hepatitis C, ini akan membuat Anda mengalami komplikasi sendi dan otot, yang merupakan akibat dari perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap virus. Salah satu penyebab paling umum dari nyeri sendi dan otot karena penyakit hepatitis C adalah rematik (rheumatoid arthritis), sebuah kondisi menyakitkan yang ditandai dengan peradangan sendi sinovial.

6. Menyebabkan penyakit kuning

Ada satu jenis molekul protein yang disebut hemoglobin yang terdapat dalam sel-sel darah merah, yang bertanggung jawab mengangkut oksigen dan zat besi ke sel di seluruh tubuh. Bilirubin adalah zat penting lainnya dalam hemoglobin dan yang penting dalam mempertahankan sel yang membentuk kulit, kuku, dan rambut yang sehat. Saat hati tidak bisa menjalankan tugasnya, bilirubin bisa menumpuk dan membuat kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning (jaundice).

Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mencurigai atau mengalami salah satu (atau lebih) dari komplikasi penyakit hepatitis C di atas. Dokter akan membantu Anda menemukan penyebab nyeri yang Anda rasakan dan menganjurkan metode pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Urine adalah hasil buangan dalam tubuh dan jika ada sel epitel dalam urine. Apa artinya dan berbahayakah? Simak penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Urologi 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit