Ini Bahaya Infeksi Hepatitis C Pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit hepatitis C tidak hanya menginfeksi hati, tetapi juga merusak organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, Anda harus membekali diri dengan informasi tentang dampak hepatitis C pada kesehatan tubuh, seperti yang dijelaskan berikut ini, untuk mengetahui cara mengendalikan kerusakan organ tubuh Anda yang lain.

Beragam kerusakan tubuh yang bisa disebabkan oleh penyakit hepatitis C

1. Kemampuan hati untuk memproduksi empedu jadi berkurang

Salah satu fungsi hati adalah memproduksi empedu yang berfungsi untuk memecah lemak. Hepatitis C bisa menghambat kemampuan hati untuk memproduksi empedu. Maka dari itu, penderita hepatitis C bisa merasakan nyeri di bagian perut kanan atas. Hati yang rusak tidak menghasilkan cukup albumin, yaitu protein yang dapat menahan cairan dalam sel. Banyak penderita hepatitis C yang mengalami sakit perut, diare, dan kram perut.

2. Merusak otak

Saat hati tidak bisa menyaring semua racun dari darah, penumpukan zat beracun ini bisa merusak sistem saraf pusat dan mengganggu fungsi otak. Orang yang mengalami kerusakan otak akibat hepatitis C bisa merasakan gejala seperti napas yang terasa manis atau apek, melemahnya kemampuan motorik kecil, dan gangguan tidur. Selain itu, mereka bisa mengalami linglung, cepat lupa, konsentrasi yang memburuk, perubahan kepribadian, gemetar yang tidak normal, agitasi (lekas marah/cepat tersinggung), disorientasi, dan bicara cadel. Dalam kasus yang paling parah, penyakit hepatitis C dapat menyebabkan koma 

3. Mengganggu sistem peredaran darah

Hati yang sehat membantu sistem peredaran darah bekerja dengan lancar. Namun, hati yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan masalah pada aliran darah yang meningkatkan tekanan darah. Ini bisa menyebabkan hipertensi portal. Pembuluh darah bisa pecah jika terlalu sempit, sehingga menyebabkan perdarahan dalam serius. Hati yang sehat juga membantu mengubah gula menjadi glukosa dan menyimpannya untuk energi. Terlalu banyak gula dalam aliran darah bisa menyebabkan resistensi insulin atau diabetes tipe 2.

4. Merusak tiroid

Tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin dan berfungsi memasok hormon tiroksin ke dalam aliran darah. Virus hepatitis C bisa membuat sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid pada sebagian orang. Hipotiroidisme bisa menyebabkan kelesuan dan kedinginan sedangkan hipertiroidisme bisa menyebabkan gejala seperti kegugupan dan detak jantung cepat.

5. Merusak sendi dan otot

Jika Anda terkena hepatitis C, ini akan membuat Anda mengalami komplikasi sendi dan otot, yang merupakan akibat dari perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap virus. Salah satu penyebab paling umum dari nyeri sendi dan otot karena penyakit hepatitis C adalah rematik (rheumatoid arthritis), sebuah kondisi menyakitkan yang ditandai dengan peradangan sendi sinovial.

6. Menyebabkan penyakit kuning

Ada satu jenis molekul protein yang disebut hemoglobin yang terdapat dalam sel-sel darah merah, yang bertanggung jawab mengangkut oksigen dan zat besi ke sel di seluruh tubuh. Bilirubin adalah zat penting lainnya dalam hemoglobin dan yang penting dalam mempertahankan sel yang membentuk kulit, kuku, dan rambut yang sehat. Saat hati tidak bisa menjalankan tugasnya, bilirubin bisa menumpuk dan membuat kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning (jaundice).

Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mencurigai atau mengalami salah satu (atau lebih) dari komplikasi penyakit hepatitis C di atas. Dokter akan membantu Anda menemukan penyebab nyeri yang Anda rasakan dan menganjurkan metode pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit