Radang Usus (Kolitis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu radang usus (kolitis)?

Radang usus atau dikenal dengan istilah medis kolitis adalah penyakit peradangan pada lapisan usus besar. Peradangan bisa disebabkan oleh infeksi, penyakit tertentu yang menyerang fungsi usus, atau alergi.

Usus besar berbentuk seperti tabung berongga yang dipenuhi otot. Bagian usus ini berfungsi untuk mengolah makanan dari usus kecil, menyerap air, dan menyaringnya hingga benar-benar menjadi feses.

Peradangan yang terjadi pada usus ini berbentuk seperti luka berlubang yang menimbulkan berbagai gejala menyakitkan.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit radang usus atau kolitis termasuk penyakit umum yang menyerang sistem pencernaan. Semua usia bisa mengalami penyakit ini, meski umumnya terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala radang usus (kolitis)?

Peradangan yang lubang di usus besar, dapat mengganggu kinerja usus sekaligus tentunya menimbulkan gejala mengganggu. Gejala radang usus atau kolitis yang umumnya dialami, antara lain:

Sakit perut

Peradangan menyebabkan lapisan otot di usus sering menimbulkan kontraksi. Hal ini memunculkan rasa nyeri atau kram yang sifatnya kambuhan. Rasa sakitnya bisa terjadi di bagian bawah perut.

Diare

Selain sakit perut, kolitis juga menimbulkan gejala terus buang-buang air dengan feses encer. Diare ini terjadi akibat pergerakan usus yang bermasalah. Biasanya gejalanya diikuti rasa nyeri, baik itu sebelum, selama, atau sesudah diare.

Gejala lain yang menyertai

Gejala radang usus lain yang menyertai adalah demam menggigil, tubuh lemah, dan dehidrasi. Penyakit ini juga bisa menimbulkan masalah di luar sistem pencernaan, seperti pembengkakan sendi, peradangan mata (iritis), mulut (ulkus aphthous), dan kulit (pyoderma gangrenosum).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala diare yang terus berlanjut selama lebih dari 2 hingga tingga minggu, segera lakukan pemeriksaan dokter. Begitu juga ketika Anda mengalami gejala radang usus lain yang mengkhawatirkan, seperti:

  • Demam
  • BAB berdarah
  • Menunjukkan tanda dehidrasi, seperti mulut kering, lelah, pusing, terus merasa haus, dan urine berwarna kuning pekat
  • Sakit perut yang parah

Penyebab

Apa penyebab radang usus (kolitis)?

Penyakit radang usus memiliki beragam jenis. Ini menandakan bahwa setiap jenisnya memiliki penyebab yang berbeda-beda, di antaranya:

Kolitis akibat infeksi

Kolitis adalah penyakit radang usus yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit.  Sebagian besar, peradangan disebabkan oleh bakteri yang mencemari makanan sehingga dapat masuk ke dalam perut Anda.

Beberapa jenis bakteri yang menyebabkan radang usus adalah Campylobacter, Shigella, E.Coli, Yersinia, dan Salmonella.

Kemudian, virus cytomegalovirus juga bisa menyebabkan peradangan di usus pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun, virus ini jarang sekali menyebabkan radang usus.

Selain itu, ada pula penyebab radang usus yaitu parasit giardia. Parasit masuk ke dalam tubuh melalui air yang tercemar, seperti air kolam renang, air sungai, hingga air danau, sehingga sangat mudah menginfeksi tubuh orang yang suka berkreasi ke tempat tersebut.

Kolitis akibat iskemik

Iskemik adalah kondisi di mana suatu jaringan tubuh mengalami kerusakan sel, akibat tidak adanya aliran darah ke bagian jaringan tersebut.

Hal ini yang terjadi pada usus jika mengalami kolitis iskemik. Dalam kondisi ini, radang dan luka muncul akibat gangguan aliran darah ke bagian usus, sehingga usus tak mendapatkan makanan.

Lama-kelamaan, jaringan usus rusak dan muncul luka serta peradangan. Orang yang berisiko untuk mengalami hal ini yaitu:

  • Orang yang lanjut usia (lansia). Penuaan mengakibatkan aliran darah sudah tak baik dan lancar lagi, selain itu, lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami kolitis iskemik.
  • Pasien dengan atrial fibrilasi, yang memang memiliki gangguan aliran darah di dalam tubuhnya
  • Orang yang mengalami anemia atau tekanan darah rendah

Kolitis dan inflammatory bowel syndrome (IBD)

Penyakit inflammatory bowel syndrome (IBD) atau iritasi usus dapat menyebabkan penderitanya mengalami radang usus. Masalah kesehatan ini berhubungan dengan gangguan autoimun.

Radang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuhnya sendiri yang sehat dan akhirnya mengalami peradangan usus. Kondisi ini yang terjadi pada penderita IBD yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Kolitis mikroskopik

Kondisi ini cukup jarang terjadi dan biasanya menyerang wanita yang telah lanjut usia. Diduga kuat, penyakit ini diakibatkan oleh genetik.

Akan tetapi, penyebab pastinya belum diketahui. Gangguan kesehatan ini menyebabkan penderitanya mengalami diare berkepanjangan.

Kolitis akibat alergi

Hati-hati, radang usus juga bisa disebabkan oleh alergi makanan yang biasanya rentan terjadi pada bayi di bawah satu tahun.

Ketika si kecil alergi terhadap suatu makanan seperti susu sapi atau susu kacang kedelai, maka tubuh akan mengeluarkan respon alergi dan peradangan. Dalam kasus ini, yang meradang adalah usus.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kolitis?

Selain penyebab, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang rentan mengalami radang usus, di antara:

Genetik

Seseorang berisiko tinggi terkena kolitis bila ada anggota keluarganya ada yang memiliki penyakit serupa. Kemungkinan besar ini disebabkan oleh mutasi genetik yang bermasalah yang memengaruhi respons imun dalam usus besar.

Mikrobioma di usus

Pada saluran cerna Anda terdapat berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus. Semua itu disebut sebagai mikrobioma.

Adanya perubahan mikrobioma usus memicu respons imun yang menyebabkan peradangan abnormal. Perubahan ini bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Lingkungan

Selain dua faktor di atas, lingkungan juga jadi penyebab meningkatkan risiko radang usus besar, seperti kurang mengonsumsi makanan sehat, merokok, polusi, dan kurang menjaga kebersihan.

Komplikasi

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena radang usus (kolitis)?

Radang usus atau kolitis adalah penyakit yang memerlukan perawatan medis karena dapat menimbulkan komplikasi. Dilansir situs George Washington University Hospital, berbagai komplikasi yang dapat terjadi, meliputi:

Mengalami perforasi usus

Perforasi usus menandakan peradangan kronis yang melemahkan dinding usus yang pada akhirnya bisa membentuk lubang. Adanya lubang ini mengundang sejumlah besar bakteri untuk berkembang biak dan akhirnya menimbulkan infeksi.

Kolitis fulminan

Kolitis fulminan menandakan adanya masalah pada ketebalan dinding usus. Kondisi ini membuat kontraksi usus normal menjadi terhenti sementara hingga akhirnya usus besar kehilang otot. Gas yang dihasilkan akan terperangkap pada bagian usus yang lumpuh.

Toxic megacolon

Komplikasi radang usus ini menandakan perbesaran usus besar. Kondisi ini membuat usus kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dengan baik. Jika tidak segera diobati, usus bisa pecah.

Kanker

Kolitis yang tidak diobati membuat sel-sel di sekitar usus menjadi abnormal. Pada akhirnya, kanker akan berkembang di usus.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kolitis?

Penyakit kolitis atau radang usus menimbulkan gejala yang hampir serupa dengan beberapa masalah pencernaan, salah satunya penyakit Crohn. Guna menegakkan diagnosis, dokter akan meminta Anda melakukan tes kesehatan, seperti:

  • Tes umum berupa tes pencitraan pada usus besar, kolonoskopi, dam sigmoidoskopi.
  • Tes tambahan seperti tes darah dan mengamati adanya nanah atau darah pada feses.
  • Tes lanjutan berupa ESR (erythrocryte sedimentation rate) untuk mengukur jumlah sel darah merah.

Apa saja pilihan obat untuk radang usus (kolitis)?

Pengobatan kolitis umumnya dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Namun, obat yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab peradangan di usus, Beberapa obat yang umumnya digunakan untuk mengobati kolitis, antara lain:

Oralit

Larutan oralit sebenarnya bukan obat yang secara langsung mengatasi peradangan. Namun, obat ini biasanya diresepkan ketika Anda mengalami diare parah.

Oralit ini mengandung elektrolit, seperti air, garam, dan gula yang bisa mencegah terjadinya dehidrasi. Obat ini bisa didapatkan di apotek atau Anda membuatnya sendiri.

Antibiotik

Jika penyebab radang usus adalah bakteri, dokter akan merekomendasikan antibiotik. Obat ini diberikan untuk mengurangi infeksi dengan membunuh bakteri yang mengganggu, contohnya  ciprofloxacin (Cipro) and metronidazole (Flagyl).

Obat antiradang

Obat ini sering kali diberikan sebagai pengobatan utama untuk radang usus. Beberapa obat yang diresepkan adalah kortikosteroid dan aminosalisilat, seperti mesalamine (Asacol HD, Delzicol, lainnya), balsalazide (Colazal) dan olsalazine (Dipentum).

Obat antinyeri dan antidiare

Kedua obat ini diberikan untuk mengobati diare dan sakit perut. Biasanya, obat yang akan diresepkan adalah acetaminophen dan lopemirade.

Jika gejala tidak juga membaik atau berisiko menyebabkan komplikasi, dokter akan merekomendasikan operasi pembedahan. Namun, pengobatan ini jarang dilakukan mengingat gejalanya cenderung bisa diatasi dengan obat dan gaya hidup.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang usus?

Selain pengobatan dokter, perawatan rumahan juga harus dilakukan agar radang usus tidak bertambah parah dan kondisi usus jadi membaik, seperti:

  • Menjauhi makanan yang dapat memicu gejala, seperti makanan pedas, asam, mengandung susu, atau tinggi gula.
  • Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok
  • Atasi stres dengan olahraga yang sesuai dengan kondisi atau menjalani hobi yang disukai
  • Istirahat dengan cukup

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca