10 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Munculnya Gejala Maag

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Maag sering dikaitkan dengan “hobi” telat makan. Perut yang dibiarkan kosong ini kemudian akan memicu produksi asam lambung berlebih dan kemudian memunculkan serangkaian gejala khas sakit maag, seperti perut terasa kembung dan perih, nyeri ulu hati, hingga mual dan muntah. Akan tetapi, nyatanya pemicu maag bukan hanya karena pola makan yang berantakan. Yuk, kenali berbagai penyebab maag agar tidak kambuh berikut ini.

Kondisi medis penyebab maag

Singkat cerita, maag bukanlah suatu penyakit khusus. Maag sebenarnya adalah serangkaian gejala yang menandakan adanya masalah atau penyakit tertentu pada sistem pencernaan. Itu sebabnya penyebab maag bisa karena berbagai hal.

Untuk lebih jelasnya, berikut beragam penyebab maag yang dipicu oleh kondisi tertentu:

1. Masalah pada saluran pencernaan

penyebab maag kambuh

Selain terkenal karena pola makan yang kurang teratur, adanya kondisi medis alias penyakit juga bisa menjadi penyebab Anda mengalami maag.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berbagai masalah pencernaan yang menjadi penyebab maag, yaitu:

  • Peradangan lambung (gastritis). Gastritis adalah peradangan pada lapisan kulit di dalam lambung.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD). Refluks asam lambung atau GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, menimbulkan iritasi, nyeri hingga sensasi terbakar (heartburn) pada ulu hati, dada, serta kerongkongan.
  • Irritable bowel syndrome (IBS). IBS adalah gangguan pencernaan yang berpengaruh terhadap kerja usus besar. Hal ini mengakibatkan kontraksi otot pada usus besar kurang optimal, sehingga berujung pada diare maupun sembelit.
  • Tukak lambung. Tukak lambung menandakan adanya luka atau lubang kecil pada dinding perut, bisa jadi karena gastritis yang semakin parah.
  • Peradangan pankreas (pankreatitis). Ketika pankreas mengalami peradangan sehingga menimbulkan infeksi, kerusakan jaringan, hingga perdarahan pada kelenjar.
  • Kanker perut atau kanker lambung. Kanker perut terjadi saat muncul pertumbuhan tumor atau sel kanker ganas pada bagian dinding lambung.

Kesemua penyakit yang menyerang sistem pencernaan tersebut, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penyebab maag. Jadi, maag akan muncul sebagai gejala dari berbagai gangguan pencernaan tersebut.

2. Infeksi bakteri

bakteri penyebab keracunan makanan gastritis

Infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah salah satu penyebab gangguan pencernaan, yang kemungkinan memicu munculnya gejala maag. Bakteri ini biasanya menyerang lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Bakteri H. pylori umumnya ditularkan dari satu orang ke yang lainnya. Namun, bisa juga ditularkan dari makanan maupun minuman yang tidak steril.

Bakteri ini bisa menjadi satu dari sekian banyak penyebab maag karena mengakibatkan penyakit gastritis alias peradangan pada lambung.

3. Penyakit autoimun

perut kembung saat haid

Meski terbilang jarang, penyakit autoimun juga bisa menjadi penyebab maag. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri, bukannya melawan zat asing penyebab penyakit.

Nah, reaksi autoimun ini bisa menjadi penyebab maag yang diawali oleh gastritis alias radang lambung. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh malah menyerang lapisan dinding lambung yang sehat dan tidak bermasalah.

Alhasil, sel-sel penyusun lapisan dinding lambung pun mengalami kerusakan, salah satunya sel parietal. Padahal, sel parietal seharusnya berperan dalam proses penyerapan vitamin B12.

Secara tidak langsung, penyakit autoimun ini menimbulkan gangguan pada penyerapan vitamin B12 pada tubuh. Anda berisiko mengalami anemia akibat kekurangan vitamin B12, yang dikenal sebagai anemia pernisiosa.

4. Stres dan kecemasan

stres kehilangan pekerjaan maag

Stres dan kecemasan memang tidak secara langsung bertindak sebagai penyebab maag. Akan tetapi, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, yang nantinya akan semakin memperburuk keluhan terkait gangguan pencernaan.

Karena stres, kecemasan, serta kesehatan tubuh khususnya masalah pencernaan ini saling berkaitan, proses penyembuhannya pun demikian. Biasanya, stres dan kecemasan bisa segera hilang ketika Anda sembuh dari gangguan pencernaan.

Begitu pula sebaliknya, keluhan maag maupun gangguan pencernaan lainnya juga bisa berangsur-angsur sembuh, saat stres dan kecemasan membaik.

5. Efek samping obat-obatan tertentu

obat gastritis asam lambung

Obat-obatan memang diyakini efektif untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh. Akan tetapi, tanpa sadar ternyata beberapa jenis obat-obatan bisa menjadi penyebab utama munculnya keluhan maag.

Contohnya, menggunakan obat pereda nyeri atau non-steroid anti-inflamasi (NSAID), yang meliputi aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB), dan naproxen (Aleve, Anaprox, Naprosyn). Pasalnya, jenis obat-obatan tersebut berisiko menipiskan dinding pada lapisan lambung, sehingga membuatnya rentan mengalami iritasi. 

Bukan hanya itu, konsumsi obat-obatan tersebut terlalu sering, dikaitkan dengan sebagai penyebab munculnya maag, karena menimbulkan rasa terbakar di dada (heartburn).

Otot pada bagian bawah sfringer atau katup kerongkongan (esofagus) dapat melemah, sehingga semakin memperparah kondisi iritasi pada kerongkongan. Itu sebabnya, penggunaan obat-obatan tersebut pada orang yang sudah memiliki gangguan pencernaan tertentu, misalnya GERD, dapat memperparah gejala.

Sementara jika Anda belum atau tidak pernah mengalami keluhan terkait gangguan pencernaan, obat tersebut dapat menjadi penyebab awalnya, hingga memicu maag.

Beberapa jenis obat lain yang punya potensi sebagai penyebab maag, antara lain:

  • Estrogen dan kontrasepsi oral
  • Obat steroid
  • Jenis antibiotik tertentu
  • Obat penyakit tiroid
  • Obat yang memiliki kandungan nitrat di dalamnya, biasanya untuk mengobati hipertensi

Maka itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum jenis obat tertentu. Pastikan Anda menyampaikan kondisi medis yang sedang atau pernah dialami sebelumnya.

Jika penggunaan obat tersebut menjadi penyebab maag dan cukup mengganggu gejalanya, minta dokter untuk mengganti obat.

Kebiasaan buruk penyebab maag

Selain masalah medis, maag juga bisa dipicu oleh kebiasaan yang kurang sehat. Berikut ini kebiasaan yang bisa merangsang produksi asam lambung sehingga jadi penyebab maag, antara lain:

1. Langsung berbaring setelah makan

tidur terlalu cepat

Pernah mendengar anjuran untuk tidak langsung tidur maupun berbaring usai makan? Saran ini ternyata ada benarnya. Pasalnya, makanan membutuhkan waktu dan proses untuk bisa sampai di dalam sistem pencernaan.

Jika Anda paksakan langsung tidur atau berbaring setelah makan, hal ini dapat memicu makanan serta asam dari lambung untuk naik kembali ke atas. Akhirnya, Anda mungkin saja merasakan mual atau kembung.

Agar kebiasaan ini tidak jadi penyebab maag, berikan jeda waktu sekitar 2-3 jam setelah makan apabila Anda ingin tidur. Selain itu, biasakan juga untuk tidak makan berdekatan dengan waktu tidur guna menghindari kemungkinan munculnya maag.

2. Porsi makan terlalu banyak

makan banyak tidak gemuk gastritis

Selama ini, mungkin Anda sering dianjurkan untuk makan dalam jumlah yang secukupnya saja. Dalam arti, tidak kurang dan tidak juga terlalu berlebihan. Kenapa?

Makan dalam porsi yang terlalu banyak bisa berisiko meningkatkan asam lambung, sehingga kemudian menjadi penyebab maag.

Kondisi ini bisa menjadi penyebab maag semakin memburuk, terutama bila Anda langsung berbaring atau tidur setelah makan. Tindakan tersebut memicu kenaikan asam lambung kembali ke kerongkongan.

Itu sebabnya, usahakan untuk makan dengan porsi secukupnya atau sedikit, tapi dengan frekuensi yang lebih sering dalam sehari. Selain itu, hindari juga langsung berbaring dan tidur setelah makan.

3. Minum alkohol berlebihan

minum minuman beralkohol

Minum alkohol terlalu sering atau terlalu banyak umumnya selalu dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Salah satunya sebagai penyebab munculnya maag.

Ini karena minuman beralkohol dapat menimbulkan iritasi sekaligus mengikis lapisan lambung Anda sedikit demi sedikit. Akibatnya, sistem pencernaan menjadi lebih rentan terhadap efek samping dari peningkatan produksi asam lambung.

Kondisi ini sering kali berujung pada gangguan pencernaan berupa gastritis atau radang lambung, yang nantinya menimbulkan gejala maag.

4. Merokok

dampak merokok

Merokok dapat menaikkan asam lambung. Tak heran jika batang demi batang rokok yang Anda isap setiap hari dapat menjadi penyebab maag gampang kambuh, tapi sayang jarang disadari.

Begini, kebiasaan merokok dapat menurunkan jumlah produksi air liur yang otomatis akan membuat produksi asam lambung semakin meningkat. Merokok pun lama-lama bisa mengendurkan kekuatan otot sfringter pada bagian bawah kerongkongan.

Ketika otot pada bagian bawah kerongkongan melemah, asam lambung dapat mudah naik ke dada hingga mencapai kerongkongan. Akibatnya, Anda akan mengeluhkan sensasi terbakar pada dada (heartburn).

Di samping itu, merokok juga bisa memperlambat waktu pengosongan perut yang dapat memicu kenaikan asam lambung sebagai penyebab maag.

Atas dasar itulah, jika Anda seorang perokok aktif, mengurangi atau bahkan berhenti merokok setidaknya dapat membantu mengurangi gejala maag dan risiko naiknya asam lambung.

5. Makan makanan dan minuman tertentu

penyebab sakit maag

Ketika gejala maag muncul, coba perhatikan makanan yang akhir-akhir sedang sering Anda konsumsi. Ini karena jenis makanan tertentu ternyata dapat menjadi penyebab munculnya gejala maag dan berbagai keluhan ketidaknyamanan lainnya.

Makanan pedas, gorengan, dan berlemak adalah makanan yang berpotensi menjadi penyebab maag. Semua makanan tersebut dapat merangsang peningkatan produksi asam pada lambung.

Ditambah lagi dengan efek makanan berlemak yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Di satu sisi memang baik, tapi bagi Anda yang rentan mengalami gangguan pencernaan sebagai penyebab maag, hal ini sebaiknya dihindari.

Sebab asupan lemak yang berlebihan dapat membuat proses pencernaan makanan menjadi lambat. Secara otomatis, waktu pengosongan pada lambung juga menjadi lebih lama daripada seharusnya.

Kondisi tersebut yang lama-lama akan menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada dada seperti terbakar (heartburn). Aliran asam lambung tersebut juga bisa naik hingga masuk ke kerongkongan, karena otot pada katup kerongkongan bagian bawah melemah.

Bukan hanya makanan pedas, gorengan, dan berlemak saja yang jadi penyebab maag, jenis makanan berikut ini juga sebaiknya Anda kurangi atau hindari jika tidak ingin maag semakin parah, yakni:

  • Makanan yang diolah dengan lada hitam
  • Makanan asin
  • Buah asam, seperti tomat, jeruk, jeruk nipis, dan lainnya

Tidak hanya makanan yang jadi penyebab maag, beberapa jenis minuman juga demikian. Selain alkohol, jenis minuman lain seperti minuman bersoda, berkarbonasi, hingga berkafein seperti cokelat dan kopi masuk dalam daftar makanan yang memicu kenaikan asam lambung.

Bila konsumsi makanan atau minum ini dibarengi dengan merokok, peluang Anda untuk mengalami maag akan semakin besar.

Penting tahu penyebab maag agar lebih tepat diatasi

Penyebab dan pemicu maag yang sangat beragam, tentu perlu dicari tahu. Pasalnya, pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, akan lebih ampuh dalam mengobati gejala maag yang muncul.

Contohnya, gejala maag yang muncul karena infeksi bakteri H. pylori tentu pemberian antibiotik adalah solusinya. Antibiotik dapat mengurangi jumlah bakteri, sehingga infeksi jadi tidak bertambah parah.

Beda lagi, jika gejala maag disebabkan oleh penggunaan obat tertentu. Maka, perawatannya adalah mengganti obat dengan obat lain yang lebih aman sekaligus minum obat untuk meredakan gejala maag.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Gastritis, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

Gangguan lambung biasa tentu memiliki gejala yang berbeda dengan maag. Keduanya memiliki gejala yang menganggu dan perlu segera diatasi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
gangguan lambung
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Beda Sakit Maag, Dispepsia, dan GERD?

Ada beberapa macam sakit lambung yang masing-masingnya memiliki gejala tertentu. Maka itu, ketahui perbedaan antara maag, dispepsia, dan GERD.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan maag dan gerd
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pembagian porsi makan

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit