Gejala Diare Bukan Cuma Bolak-balik BAB, Kenali 7 Tanda Lainnya!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diare adalah gangguan pencernaan yang bisa dialami semua orang, yang tua, muda, laki-laki, atau perempuan. Gejalanya identik dengan bolak-balik BAB lebih dari tiga kali sehari dan mengeluarkan feses cair atau lembek (mencret). Apa lagi tanda dan gejala lainnya yang umum menunjukkan Anda sedang terkena penyakit diare?

Tanda dan gejala umum penyakit diare

Penyakit diare menimbulkan tanda dan gejala yang beragam. Setiap orang menunjukkan tanda dan gejala penyakit diare, karena tubuh memberikan respons yang berbeda-beda.

Jika Anda mencurigai tanda dan gejala yang dialami adalah penyakit diare, segera periksa ke dokter. Perawatan lebih dini, dapat meringankan gejala sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Berikut ini tanda dan gejala penyakit diare yang mungkin Anda alami seperti dilansir dari laman Mayo Clinic.

1.  Feses lembek dan cair 

feses berbau busuk

Mengamati bentuk feses adalah cara mengenali tanda dan gejala penyakit diare yang paling mudah. Feses yang normal harusnya berbentuk mirip sosis yang berwarna kecokelatan dengan tekstur padat lembut.

Jika feses Anda terlihat lembek atau sangat cair (dengan atau tanpa ampas) dan bentuknya tidak beraturan, ini adalah tanda dan gejala penyakit diare.

Tampilan feses yang seperti air disebabkan oleh makanan tertentu yang tidak dapat dicerna dengan baik. Makanan yang mengandung gula fruktosa, makanan pedas, makanan berminyak, dan minuman berkafein seperti kopi adalah beberapa contohnya.

Makanan tersebut umumnya tidak dapat diserap dengan baik oleh pencernaan. Berlebihan mengonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan usus menarik cairan tubuh lebih banyak. Inilah yang mengakibatkan bentuk feses yang keluar saat BAB lembek atau cair seperti air.

Mencret juga dapat terjadi ketika ada kuman yang menginfeksi pencernaan sehingga mengganggu kerja usus. Infeksi juga mengganggu proses penyerapan air di usus, sehingga feses Anda lebih lembek atau bahkan cair.

2.  Sakit perut atau mulas

Misoprostol adalah

Perut mulas atau sakit melilit yang hampir selalu berujung pada kunjungan ke toilet merupakan tanda dan gejala penyakit diare yang umum. Orang yang kena diare bisa merasakan 1-3 kali sakit perut mulas karena mau buang air besar.

Dorongan untuk buang air besar memicu otot usus bergerak agar feses terdorong ke anus untuk dikeluarkan. Selama proses tersebut, jaringan di sekitar usus meregang sehingga Anda merasakan mulas.

3. Demam

berkeringat saat demam

Apabila diare disebabkan infeksi bakteri, Anda dapat mengalami demam. Demam adalah respon alami tubuh melawan peradangan akibat serangan bakteri penyebab diare tersebut.

Di sisi lain, tanda dan gejala penyakit diare ini juga bisa terjadi ketika Anda mengalami dehidrasi.

Ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda tidak mampu segera menggantinya, semakin tinggi peluang Anda mengalami dehidrasi. Salah satu tanda dari dehidrasi adalah demam.

Demam pun dapat memperparah dehidrasi. Semakin tinggi demam Anda, semakin parah dehidrasi yang mungkin dialami.

4.  Perut terasa kembung

Selain mulas dan melilit, perut kembung juga bisa terjadi saat tanda dan gejala penyakit diare menyerang. Sensasi kembung disebabkan oleh usus yang jadi lebih sensitif saat diare.

Reaksi ini terutama muncul jika penyebab diare Anda adalah intoleransi laktosa. Laktosa adalah gula yang sering terdapat pada produk susu dan olahannya.

Kembung diare akibat intoleransi laktosa terjadi akibat adanya gas yang berkumpul di usus besar. Gas terbentuk ketika bakteri yang memfermentasi karbohidrat, serat atau protein tidak dapat dicerna usus kecil Anda. Alhasil di samping terus buang air, tanda dan gejala penyakit diare juga menimbulkan perut kembung.

Kembung juga bisa terjadi akibat banyaknya gas yang berkumpul di lambung sehingga perut terasa penuh atau begah. Perut yang kembung, begah, atau terasa penuh ini dapat membuat Anda merasa mual, bahkan hingga muntah. 

5.  Mual atau muntah

muntah darah saat hamil

Saat diare, Anda rentan mengalami mual atau muntah-muntah. Peradangan yang terjadi dapat menstimulasi pusat muntah di batang otak sehingga Anda muntah-muntah terus. Di sisi lain, beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus dapat melepaskan neurotoxin juga dapat menimbulkan gejala mual dan muntah hebat.

6. Haus terus menerus

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Diare yang disertai demam dan muntah-muntah mudah membuat Anda kena dehidrasi. Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh akan memunculkan rasa haus demi mendorong Anda untuk minum. Rasa haus yang muncul terus-menerus inilah yang menjadi salah satu gejala diare.

Untuk itu, Anda harus banyak minum air supaya tidak dehidrasi. Minum air termasuk salah satu pengobatan alami untuk diare. Selain minum air putih, Anda juga bisa minum oralit yang mengandung elektrolit.

Cairan oralit dapat menjaga keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh Anda. 

7. Hilang nafsu makan

menambah nafsu makan

Gejala lain yang dapat menandakan Anda sedang kena diare adalah menurunnya nafsu makan. Anda mungkin jadi tidak mau makan karena perut rasanya sakit dan kembung. Terus-terusan mual dan muntah juga dapat membuat Anda semakin malas makan. 

Meski gejala diare ini menyerang, penting untuk Anda tetap makan selama masih sakit agar bisa bertenaga. Mencukupi asupan makan juga dapat membantu meringankan gejala diare yang Anda alami.

Ketika sedang tidak nafsu makan, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna tubuh lewat pola makan BRAT. Pola makan ini terdiri dari Banana (pisang), Rice (nasi), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti bakar) yang mudah dicerna saat diare.

Makan makanan tersebut dalam porsi sedikit namun sering. Makanan tersebut juga akan membuat Anda kenyang lebih lama karena kandungan seratnya. Sementara kandungan pektinnya baik untuk memadatkan feses. Hindari makanan yang bisa memperparah gejala diare, seperti makanan pedas dan berminyak.

Gejala komplikasi diare 

anus luka saat diare

Normalnya diare akan berangsur membaik 2-3 hari tanpa perawatan medis. Namun jika lebih dari 3 hari gejala diare tidak mereda, Anda harus segera pergi ke dokter. Nantinya dokter akan mendiagnosis gejala diare dan mungkin memerlukan tes darah atau uji sampel feses.

Ketika gejala penyakit diare berlangsung selama berminggu-minggu, tandanya Anda sudah kena diare kronis. Diare kronis merupakan gejala dari gangguan pada usus, atau bahkan yang lebih serius seperti penyakit radang usus

Diare yang tak kunjung sembuh dapat meningkatkan risiko komplikasi pada kesehatan Anda. Komplikasi utama dari diare kronis adalah dehidrasi karena tubuh kehilangan banyak cairan, nutrisi, dan elektrolit yang penting.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami diare berkelanjutan dan dibarengi dengan gejala komplikasi berikut:

  • Urin gelap atau jumlah urin yang keluar lebih sedikit
  • Detak jantung yang cepat
  • Kulit kering dan memerah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kelelahan
  • Gampang ​​marah atau kebingungan
  • Nyeri pada perut atau dubur yang parah
  • Feses berwarna kehitaman

Tanda dan gejala penyakit diare yang berupa dehidrasi tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan syok (tekanan darah rendah, kejang, gagal ginjal) dan bahkan kematian.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 9, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca