Berbagai Gejala Glaukoma yang Harus Anda Waspadai, Berdasarkan Jenisnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selain katarak, gangguan penglihatan penyebab kebutaan lain yang juga umum menyerang orang-orang tua adalah glaukoma. Namun, dampak glaukoma bisa lebih parah lagi karena kebutaan yang disebabkannya tidak dapat diperbaiki seperti katarak. Nah, untuk itu Anda harus mulai mengenali dan mewaspadai berbagai gejala glaukoma yang mungkin timbul. Ini dia ulasannya.

Kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Umumnya kerusakan saraf tersebut disebabkan oleh tingginya tekanan dalam bola mata.

Saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang bertugas untuk meneruskan apa yang Anda lihat ke otak jadi terganggu. Secara perlahan, hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan.

Gambar perbandingan bola mata normal (kiri) dan bola mata dengan tekanan tinggi yang menekan kumpulan saraf di belakang bola mata. (sumber: centerforsightnny.com)

Saraf mata biasanya akan rusak mulai dari bagian pinggir, sehingga lapang pandang penglihatan Anda akan semakin menyempit. Ibaratnya, seperti Anda melihat dengan teropong. Ketika mengeker pemandangan lewat lensa teropong, luas pandang Anda lebih sempit dibandingkan jika tidak pakai teropong, bukan?

Nah, semakin banyak saraf yang rusak, maka “teropong” itu akan semakin mengecil, bahkan bisa hingga tertutup semua menjadi gelap alias buta. Kerusakan saraf akibat glukoma ini bersifat permanen.

Waspadai gejala glaukoma berdasarkan jenisnya

Secara garis besar, ada 2 yakni glaukoma primer sudut terbuka dan glaukoma primer sudut tertutup. Perbedaan antara keduanya adalah:

  • Glaukoma sudut terbuka biasanya tidak menunjukkan gejala hingga kerusakan timbul, sedangkan glaukoma sudut tertutup masih mungkin menimbulkan beberapa gejala ringan sebelum serangan terjadi.
  • Gangguan penglihatan akibat glaukoma sudut terbuka terjadi perlahan, sedangkan glaukoma sudut tertutup bisa terjadi secara perlahan atau juga serangan mendadak (tipe akut).

Berikut perbedaan gejala antar kedua jenis glaukoma tersebut.

Gejala glaukoma sudut terbuka

Glaukoma dengan sudut terbuka tidak memiliki gejala yang jelas, dan bisa berkembang perlahan hingga bertahun-tahun. Gejala awalnya adalah bintik-bintik hitam di sisi pinggir mata yang mulai bermunculan. Ini menandakan bahwa saraf di belakang mata telah mengalami kerusakan sedikit demi sedikit, mulai dari yang paling pinggir.

Meski demikian, gejala awal ini seringnya tidak disadari oleh si empunya tubuh hingga kemunculannya benar-benar sudah parah di kemudian hari. Jika sudah berada pada tahap lanjut, penglihatan Anda akan tampak seperti teropong yang sering disebut tunnel vision.

Tunnel vision
(sumber: theophthalmologist.com)

Gejala glaukoma sudut tertutup

Beberapa gejala glaukoma sudut tertutup yang terjadi di awal perkembangan penyakitnya adalah penglihatan kabur, muncul lingkaran-lingkaran putih dan menyilaukan pada pandangan, sakit kepala ringan, atau mata yang terasa sedikit nyeri.

Ketika gejala-gejala tersebut terjadi, sebaiknya segera bersiap konsultasi ke dokter mata. Sebab, selanjutnya akan terjadi serangan sudut tertutup. Saat serangan terjadi maka Anda akan mengalami:

  • Nyeri yang hebat di mata atau dahi
  • Mata merah
  • Penurunan penglihatan atau pengelihatan kabur
  • Melihat pelangi atau lingkaran cahaya
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah

Jika gejala serangan ini terjadi, Anda harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca