home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amblyopia (Mata Malas)

Amblyopia (Mata Malas)
Apa itu amblyopia (mata malas)?|Apa saja tanda dan gejala amblyopia (mata malas)?|Apa saja penyebab amblyopia (mata malas)?|Apa yang membuat anak berisiko mengalami mata malas?|Bagaimana mendiagnosis kondisi amblyopia? |Bagaimana pengobatan amblyopia (mata malas)?|Komplikasi apa yang bisa terjadi dari amblyopia?|Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah mata malas?

Apa itu amblyopia (mata malas)?

Apa itu mata malas (amblyopia)?

Ambliopia adalah salah satu jenis gangguan penglihatan. Dalam bahasa awam, amblyopia disebut juga sebagai lazy eye atau mata malas.

Dikutip dari National Eye Institute, amblyopia merupakan jenis penglihatan buruk yang terjadi hanya pada satu sisi mata anak.

Kondisi ini disebabkan oleh otot mata dan saraf otak yang tidak bekerja sama dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, anak akan mengalami penglihatan yang normal di satu sisi mata, sementara lazy eye atau mata malas di sisi lainnya akan buram hingga memburuk.

Perlu diketahui pula bahwa mata malas jarang memengaruhi kedua mata.

Apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang sesuai, otak anak akan semakin mengabaikan penglihatan serta tidak mengontrol cara kerja mata.

Hal ini dapat membahayakan penglihatan hingga mulai terlihat ciri-ciri kebutaan pada anak.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Ambilopia atau mata malas adalah kondisi yang sangat umum terjadi, umumnya terjadi pada anak dari sejak bayi baru lahir hingga usia 8 tahun.

Setidaknya, 2 hingga 3 dari 100 anak bisa mengalami kondisi lazy eye.

Mata malas dapat ditangani serta dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja tanda dan gejala amblyopia (mata malas)?

Walaupun awalnya sulit diketahui, gejala ambliopia paling umum adalah ketika anak sulit mengetahui seberapa dekat atau jauh sesuatu yang dilihat.

Anda sebagai orangtua mungkin juga memperhatikan ketika anak kesulitan untuk melihat dengan jelas.

Berikut tanda serta gejala dari amblyopia atau lazy eye, seperti:

  • Mata yang mengarah ke dalam atau ke luar
  • Mata yang terlihat tidak bekerja sama
  • Menyipitkan atau menutup salah satu sisi mata
  • Juling atau mata menutup
  • Melihat dengan memiringkan kepala
  • Kecenderungan untuk menabrak objek pada satu sisi
  • Penglihatan ganda

Terkadang, kondisi mata malas tidak terlihat apabila Anda tidak melakukan pemeriksaan mata anak.

Tidak hanya itu saja, kondisi ini juga tampak seperti juling, tetapi ambliopia atau lazy eye bukan juling. Meski begitu, mata juling bisa menyebabkan mata malas.

Maka dari itu, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah hasilnya normal atau tidak.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran saat anak mengalami gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa anak ke dokter?

Jika anak terlihat memiliki tanda atau gejala di atas, lakukan pemeriksaan mata pada anak.

Apalagi, setiap anak mempunyai kondisinya masing-masing. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan si kecil.

Apa saja penyebab amblyopia (mata malas)?

Dikutip dari Mayo Clinic, apa pun yang membuat penglihatan anak buram atau mata juling dapat menyebabkan mata malas.

Dalam banyak kasus, dokter tidak mengetahui apa penyebab kondisi mata malas. Akan tetapi, hal ini bisa berkembang ketika mengalami penglihatan abnormal.

Ada perubahan jalur saraf antara retina dengan otak sehingga membuat kemampuan mata jadi menurun..

Ada beberapa jenis penyebab terjadinya amblyopia, di antaranya adalah:

1. Perbedaan ketajaman penglihatan (refractive errors)

Penyebab amblyopia ini terjadi saat ketajaman penglihatan mengalami masalah atau perubahan signifikan.

Maka dari itu, anak mengalami rabun dekat, rabun jauh, atau tidak sempurnanya permukaan mata yang disebut astigmatisme.

2. Ketidakseimbangan otot (strabismus)

Biasnaya, mata mengalami pergerakan secara bersamaan. Namun, penyebab mata malas yang satu ini mengakibatkan mata anak menjadi tidak sejajar.

Hal ini karena terjadinya ketidakseimbangan otot dalam memosisikan mata.

3. Masalah pada mata

Kondisi lainnya yang menyebabkan anak mengalami amblyopia atau mata malas adalah keruh di area mata tertentu.

Sebagai contoh, katarak kongenital yang menghalangi penglihatan karena segala sesuatu menjadi buram. Ini merupakan jenis lazy eye yang paling parah.

Apa yang membuat anak berisiko mengalami mata malas?

Beberapa anak terlahir dengan kondisi mata malas. Lalu, ada pula yang mengalaminya karena gejala semakin berkembang dari kecil.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko amblyopiapada anak adalah:

  • Bayi lahir prematur
  • Terlahir dengan ukuran tubuh kecil dari rata-rata
  • Faktor genetik atau riwayat keluarga
  • Mengalami gangguan perkembangan
  • Defisiensi vitamin A

Bagaimana mendiagnosis kondisi amblyopia?

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata rutin untuk menilai penglihatan pada kedua mata.

Ini termasuk memeriksa apakah ada perbedaan serta penglihatan buruk di kedua mata.

Lalu, dokter akan menggunakan obat tetes untuk melebarkan mata. Obat tetes mata dapat menyebabkan penglihatan kabur dalam beberapa jam hingga satu hari.

Metode yang digunakan untuk menguji penglihatan terkait amblyopia adalah tergantung pada usia anak dan tahap perkembangan:

Anak-anak preverbal

Alat pembesar yang dilengkapi sinar dapat digunakan untuk mendeteksi katarak.

Tes lainnya adalah melihat kemampuan bayi atau balita untuk menetapkan pandangan dan mengikuti objek yang bergerak.

Anak-anak berusia 3 tahun ke atas.

Tes selanjutnya adalah pemeriksaan visus mata yang menggunakan gambar atau huruf sehingga dapat menilai penglihatan anak. Setiap mata ditutup bergantian untuk menguji mata lainnya.

Bagaimana pengobatan amblyopia (mata malas)?

Penting untuk memulai pengobatan serta penanganan mata malas pada anak sedini mungkin. Hal ini karena saat masih kecil, koneksi mata dengan otak masih bisa terbentuk.

Sebagai contoh, penanganan yang dilakukan sejak usia 7 tahun nantinya akan mendapatkan hasil terbaik.

Walaupun begitu, pada rentang usia 7 hingga 17 tahun anak masih dapat merespons penanganan yang dilakukan.

Pilihan penanganan amblyopia atau lazy eyes tergantung dari apa penyebab serta seberapa parah kondisi memengaruhi penglihatan anak.

Berikut beberapa pilihan cara mengatasi serta penanganan yang direkomendasikan dokter, seperti:

  • Kacamata korektif. Kacamata atau lensa kontak membantu masalah rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme yang mengakibatkan mata malas.
  • Penutup mata. Ini digunakakan pada sisi mata yang normal untuk menstimulasi sisi mata yang lemah.
  • Bangerter filter. Metode ini menggunakan filter khusus yang diletakkan pada lensa kacamata untuk menstimulasi mata jadi lebih kuat.
  • Tetes mata. Obat tetes mata seperti atropine akan membantu mendorong sisi mata anak yang lemah.
  • Operasi. Apabila Anak memiliki mata juling atau mata dengan arah yang berlawanan, mungkin memerlukan operasi pada otot mata.

Aktivitas seperti menggambar, menyusun puzzle, atau bermain game di komputer, bisa menjadi perawatan untuk mata malas.

Namun, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk membuktikan apakah kegiatan tersebut efektif atau tidak.

Sebagian besar anak dengan kondisi ambliopia atau lazy eye, membutuhkan waktu selama beberapa minggu atau bulan sampai penglihatan cukup membaik.

Lama perawatan mungkin berlangsung selama enam bulan hingga dua tahun.

Anda juga perlu memantau perawatan mata malas yang dilakukan pada anak. Jika kondisi ini kembali lagi, maka perawatan diperlukan kembali.

Komplikasi apa yang bisa terjadi dari amblyopia?

Penyebab amblyopia atau mata malas paling sering terjadi adalah juling atau strabismus.

Strabismus membuat mata kanan dan kiri tidak sejajar, sehingga gambar yang dikirim ke otak tidak sama, bahkan bertentangan.

Kondisi ini dapat mengakibatkan kebutaan pada lazy eye karena otak selalu mengabaikan rangsangan atau sinyal yang diterima dari bagian mata tersebut.

Saat otak tidak mendapatkan rangsangan, maka lama kelamaan saraf pada mata malas akan rusak dan akhirnya menyebabkan kebutaan permanen.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah mata malas?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah amblyopia:

  • Mendeteksi dan perawatan dini untuk strasbismus, astigmatisme, katarak, dan masalah penglihatan lainnya.
  • Pemeriksaan mata lengkap seperti photo screening, visual evoked potentials, grafik ketajaman dan tes stereopsis, serta fungsi binokular.

Bayi atau anak yang berisiko tinggi terhadap amblyopia harus diawasi dengan hati-hati untuk pertanda dini dari kondisi ini.

Umumnya, semakin dini amblyopia terdeteksi dan ditangani, semakin sedikit efek negatif yang dialami pada sistem penglihatan.

Pemeriksaan dapat dilakukan sejak ia berusia 6 bulan serta dilakukan kembali saat ia berusia 3 tahun.

Pencegahan yang dilakukan sedini mungkin akan memberikan penglihatan keseluruhan yang lebih baik.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah penglihatan anak Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amblyopia (Lazy Eye) | National Eye Institute. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/amblyopia-lazy-eye

Amblyopia | Boston Children’s Hospital. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/a/amblyopia

Amblyopia (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/amblyopia.html

Lazy eye (amblyopia) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lazy-eye/diagnosis-treatment/drc-20352396

Amblyopia – American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus . (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://aapos.org/glossary/amblyopia

Pediatric Amblyopia (lazy eye) – Conditions and Treatments | Children’s National Hospital. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/eye-conditions/amblyopia-lazy-eye

Amblyopia (Lazy Eye) – Prevent Blindness. (2011). Retrieved 4 December 2020, from https://preventblindness.org/amblyopia-lazy-eye/

Amblyopia. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/amblyopia?sso=y

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal diperbarui 04/12/2018
x