home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda panik ketika melihat kelopak mata bengkak tiba-tiba. Padahal, Anda tidak baru saja menangis. Kondisi tersebut umumnya akan cepat sembuh, tapi terkadang mungkin butuh waktu lebih lama. Cepat lambatnya kesembuhan ini tergantung dengan apa yang menyebabkan mata membengkak. Lalu apa yang menyebabkan kelopak mata bengkak? Dapatkah diobati agar cepat sembuh?

Penyebab kelopak mata bengkak

Kondisi mata bengkak memang terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda. Bengkak bisa muncul di bagian sebelah mata atau keduanya.

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa jadi penyebab mata bengkak, mulai dari yang bersifat ringan hingga parah:

1. Alergi mata

Bila mata Anda yang bengkak diiringi dengan gejala seperti mata berair dan memerah, bisa jadi hal ini disebabkan karena Anda alergi terhadap sesuatu hal. Alergi bisa disebabkan oleh debu, angin, atau serbuk sari bunga yang mengenai mata.

Alergi mata tidak hanya menimbulkan bengkak, namun terkadang disertai dengan gejala-gejala lain, seperti bersin, hidung tersumbat, serta mata terasa gatal.

2. Bintitan

Anda mungkin sering menjumpai fenomena bintitan di sekitar Anda. Bintitan atau stye adalah benjolan bengkak yang muncul di sudut kelopak, tengah-tengah kelopak, atau bahkan kelopak bawah mata Anda. Benjolan tersebut biasanya berisi nanah menyerupai jerawat dan terasa sakit bila disentuh.

Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus yang menyerang kelenjar minyak di dalam kelopak mata. Selain bengkak pada kelopak, mata Anda akan memerah dalam beberapa waktu.

Untungnya, bintitan adalah kondisi yang biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari atau seminggu.

3. Kalazion

Kalazion adalah pembengkakan pada kelopak mata yang menyerupai bintitan. Namun, biasanya ukuran bengkak pada kalazion sedikit lebih besar dan terasa lunak bila disentuh.

Selain itu, apabila bintitan terasa sakit jika disentuh, kalazion biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Kalazion juga disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak pada kelopak mata, sehingga menimbulkan bengkak.

4. Infeksi mata (konjungtivitis)

Infeksi mata, atau yang dikenal juga dengan istilah konjungtivitis, menyebabkan timbulnya pembengkakan dan kemerahan di kelopak serta bagian putih (sklera) mata Anda. Tidak hanya bengkak, infeksi juga dapat menimbulkan rasa sakit.

Konjungtivitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti staphylococcus, streptococcus, bahkan virus influenza. Karena itu, konjungtivitis adalah infeksi yang menular.

5. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini umum ditemukan pada orang-orang dengan kulit berminyak, berketombe, atau menderita rosacea.

Blefaritis dapat menyebabkan gejala-gejala seperti mata merah, membengkak, timbul sensasi terbakar, serta terasa sakit.

Hampir serupa dengan bintitan dan kalazion, blefaritis juga disebabkan oleh adanya bakteri. Bedanya, bakteri tersebut biasanya berkembang di dasar bulu mata, sehingga akan menimbulkan serpihan-serpihan yang menyerupai ketombe.

6. Selulitis orbital

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, selulitis orbital adalah infeksi yang menyerang orbital septum, sebuah jaringan tipis yang memisahkan kelopak mata dan kantung mata.

Gejala yang ditimbulkan dari selulitis orbital berupa pembengkakan mata, kemerahan, serta rasa sakit. Bengkak biasanya dapat timbul di kelopak mata bagian atas maupun bawah.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena tergolong dalam infeksi yang cukup serius.

7. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang kelenjar tiroid yang terletak di leher. Akibatnya, penyakit ini menimbulkan gejala yang menyerupai gondok, yaitu pembengkakan di leher.

Namun, penyakit Graves ternyata tidak hanya memengaruhi leher saja. Sistem kekebalan tubuh juga dapat menyerang otot dan jaringan lemak di sekitar mata, menyebabkan mata bengkak.

Selain pembengkakan pada mata, penyakit ini juga bisa menyebabkan peradangan yang meningkatkan tekanan pada bola mata. Pembengkakan dan peradangan yang terjadi juga turut melemahkan fungsi otot-otot penggerak mata yang disebut otot ekstraokular. Gejala-gejala seperti penglihatan ganda dan bola mata menonjol juga bisa terjadi.

8. Kanker mata

Meski sangat jarang terjadi, pembengkakan mata bisa jadi merupakan gejala kanker mata.

Apabila bengkak memang benar disebabkan oleh kanker, Anda mungkin juga kaan merasakan gejala-gejala lain, seperti kemampuan melihat menurun, penglihatan kabur, serta adanya floater atau bercak-bercak yang seolah mengikuti ke mana pun Anda melihat.

Bagaimana cara mengatasi mata bengkak?

Untuk menghilangkan kondisi mata bengkak, penanganan yang dilakukan akan bergantung pada penyebabnya. Maka dari itu, terkadang cara mengatasinya bisa berbeda-beda.

Berikut adalah berbagai langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi pembengkakan pada mata:

  • Bilas dengan air bersih. Hal ini penting, terutama jika pembengkakan disertai dengan gejala mata belekan atau berair. Sebaiknya, gunakan air dingin untuk membilas.
  • Kompres mata Anda. Gunakan handuk yang dibasahi dengan air untuk mengompres mata Anda.
  • Pakai obat tetes mata. Anda bisa memakai obat tetes mata dengan kandungan antihistamin jika bengkak disebabkan oleh alergi. Hindari pemakaian obat tetes dengan kandungan steroid tanpa resep dan anjuran dokter.
  • Lepas lensa kontak. Apabila Anda memakai lensa kontak, lepas sesegera mungkin jika timbul bengkak di kelopak mata Anda.
  • Tidur dengan posisi yang baik. Ketika tidur, tinggikan kepala Anda agar tidak ada air yang menumpuk di sekitar mata.

Jika kelopak mata bengkak dibarengi dengan gejala rasa sakit, maka bisa jadi penyebabnya adalah infeksi. Pengobatan akibat infeksi akan dilakukan tergantung dengan jenis infeksi yang dialami.

Pembengkakan pada mata yang harus diwaspadai adalah yang disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Penglihatan buram
  • Melihat bercak-bercak putih (floaters)
  • Ada rasa mengganjal di dalam mata

Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera periksakan diri ke dokter demi menjaga kesehatan mata Anda. Selain itu, usahakan untuk menjauhi hal-hal yang dapat membuat area mata Anda iritasi, seperti makeup dan sering-sering untuk mencuci muka dengan sabun khusus pencuci muka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Puffy Eyes: What Causes Them and What To Do About It – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved September 24, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/puffy-eyes-what-causes-them-and-what-to-do-about-it/ 

Carlisle, RT., Digiovanni, J. (2015). Differential Diagnosis of the Swollen Red Eyelid – American Family Physician. Retrieved September 24, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2015/0715/p106.html 

Eye Allergy – American College of Allergy, Asthma, and Immunology. (n.d.). Retrieved September 24, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/eye-allergy#:~:text=If%20your%20eyes%20itch%20and,itchy%2C%20red%2C%20watery%20eyes

Boyd, K. (2019). What Are Chalazia and Styes? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 24, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-chalazia-styes 

Boyd, K. (2020). What Is Blepharitis? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 24, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-blepharitis 

Mawn, LA. (2020). Orbital Cellulitis – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 24, 2020, from https://eyewiki.aao.org/Orbital_Cellulitis 

Eyelid problems – NHS. (2017). Retrieved September 24, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/eyelid-problems/ 

Stye – NHS. (2018). Retrieved September 24, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/stye/ 

Pink Eye – National Eye Institute. (2019). Retrieved September 24, 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/pink-eye

Graves’ Disease – National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2017). https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/graves-disease#:~:text=Graves’%20disease%20is%20an%20autoimmune,the%20front%20of%20your%20neck.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 22/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.