backup og meta
Kategori

10

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

7 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 26/07/2023

7 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda panik ketika melihat kelopak mata bengkak tiba-tiba. Padahal, Anda tidak baru saja menangis. Kondisi tersebut umumnya akan cepat sembuh, tapi terkadang mungkin butuh waktu lebih lama.

Cepat lambatnya kesembuhan ini tergantung dari apa yang menyebabkan mata membengkak. Lalu, apa yang menyebabkan kelopak mata bengkak? Bagaimana cara menyembuhkan mata bengkak ini? Berikut ulasannya.

Apa penyebab kelopak mata bengkak?

cara mengatasi mata bengkak

Kondisi mata bengkak memang terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda. Kelopak mata yang bengkak ini bisa muncul di bagian atas atau bawah, baik di sebelah mata atau keduanya.

Pada sebagian besar kasus, pembengkakan terjadi karena Anda mengucek mata, menangis, atau kurang tidur. Namun, penyakit mata tertentu juga bisa menyebabkannya.

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa jadi penyebab kelopak mata bengkak, mulai dari yang ringan hingga parah.

1. Alergi mata

Bila mata Anda yang bengkak diiringi dengan gejala seperti mata berair, gatal, dan memerah, bisa jadi hal ini disebabkan karena Anda alergi terhadap sesuatu hal.

Alergi bisa disebabkan oleh debu, asap, bulu hewan peliharaan, alergi musiman (hay fever), atau bahan kimia dalam produk makeup mata yang Anda gunakan.

Alergi mata tidak hanya menimbulkan bengkak, tetapi terkadang disertai dengan gejala lainnya, seperti bersin, meler, dan hidung tersumbat.

2. Bintitan

Bintitan juga bisa menjadi penyebab kelopak mata Anda membengkak. Ada dua bentuk bintitan yang bisa Anda alami, seperti berikut ini.

  • Hordeolum, yaitu benjolan yang tumbuh di pangkal bulu mata atau kelopak mata bawah sehingga mata tampak bengkak. Ini merupakan bentuk bintitan paling umum yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Kalazion, yaitu benjolan bengkak di kelopak mata yang disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar di kelopak mata.

Kedua jenis bintitan ini mungkin sulit dibedakan. Namun umumnya, bintitan hordeolum terasa menyakitkan dan sering muncul di tepi kelopak mata.

Sementara benjolan kalazion biasanya tidak terasa sakit yang muncul lebih jauh di belakang atau dalam kelopak mata.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis menyebabkan timbulnya pembengkakan dan kemerahan di kelopak serta bagian putih (sklera) mata Anda.

Tidak hanya bengkak, kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa sakit dan gatal pada mata serta keluarnya kotoran atau seperti lendir dari mata Anda.

Konjungtivitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti staphylococcus, streptococcus, bahkan virus influenza. Ini artinya konjungtivitis adalah infeksi yang menular.

4. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini umum ditemukan pada orang-orang dengan kulit berminyak, berketombe, atau menderita rosacea.

Blefaritis dapat menyebabkan gejala-gejala seperti mata merah, membengkak, timbul sensasi terbakar, serta terasa sakit.

Hampir serupa dengan bintitan, blefaritis juga disebabkan oleh adanya bakteri. Bedanya, bakteri tersebut biasanya berkembang di dasar bulu mata sehingga akan menimbulkan serpihan-serpihan yang menyerupai ketombe.

5. Selulitis orbital

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, selulitis orbital adalah infeksi serius yang menyerang jaringan lunak di rongga mata.

Jaringan lunak tersebut tepatnya ada di belakang septum orbita. Septum orbita adalah sebuah jaringan tipis yang memisahkan kelopak mata dan rongga mata.

Gejala yang ditimbulkan dari selulitis orbital berupa kemerahan dan sakit pada mata serta pembengkakan kelopak mata. Bengkak biasanya dapat timbul di kelopak mata bagian atas maupun bawah.

6. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang kelenjar tiroid yang terletak di leher.

Akibatnya, penyakit ini menimbulkan gejala yang menyerupai gondok, yaitu pembengkakan di leher. Namun, penyakit Grave juga bisa memengaruhi mata.

Pada kondisi ini, kelopak mata bisa menjadi bengkak atau bahkan mata tampak seperti keluar dari rongganya. Penderitanya juga bisa mengalami penglihatan ganda.

7. Kanker mata

Meski sangat jarang terjadi, kanker mata bisa menjadi penyebab mata dan kelopak mata bengkak.

Apabila bengkak memang benar disebabkan oleh kanker, Anda mungkin juga akan merasakan gejala-gejala lain.

Ini di antaranya kemampuan melihat menurun, penglihatan kabur, serta adanya floater atau bercak-bercak yang seolah mengikuti ke mana pun Anda melihat.

Bagaimana cara mengatasi kelopak mata bengkak?

cara pakai salep mata

Untuk menghilangkan kondisi mata bengkak, penanganan yang dilakukan akan bergantung pada penyebabnya.

Maka dari itu, terkadang cara mengatasi atau menyembuhkan mata yang bengkak ini bisa berbeda-beda.

Berikut adalah berbagai langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi pembengkakan pada kelopak mata.

  • Bilas dengan air bersih. Hal ini penting, terutama jika pembengkakan disertai dengan gejala mata belekan atau berair. Sebaiknya, gunakan air dingin untuk membilas.
  • Kompres dingin. Gunakan handuk yang dibasahi dengan air dingin untuk meredakan pembengkakan akibat alergi.
  • Hindari pemicu alergi. Jika kelopak mata bengkak terjadi akibat alergi, hindari pemicunya. Misal dengan menjaga kebersihan rumah jika debu merupakan pemicunya.
  • Pakai obat tetes mata. Anda bisa memakai obat tetes mata dengan kandungan antihistamin jika bengkak disebabkan oleh alergi atau antibiotik bila infeksi bakteri penyebabnya. Selalu konsultasikan pada dokter untuk mendapat obat yang tepat.
  • Kompres hangat. Kompres dengan air hangat bisa dilakukan untuk meredakan pembengkakan akibat blefaritis atau bintitan.
  • Operasi. Pada kondisi tertentu, operasi mungkin dibutuhkan, misal akibat penyakit Graves.
  • Lepas lensa kontak. Apabila Anda memakai lensa kontak, lepas sesegera mungkin. Gunakan kacamata sebagai penggantinya.
  • Ubah posisi tidur. Ketika tidur, tinggikan kepala Anda untuk mengurangi pembengkakan.
  • Tidak memakai makeup mata. Selama menjalani pengobatan, Anda harus berhenti menggunakan makeup di bagian mata.

Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata oleh dokter.

Jangan sembarang menggunakan obat mata bengkak untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.

Waspadai gejala lainnya

Kelopak mata bengkak yang disertai gejala berikut ini harus diwaspadai.
  • Penglihatan buram.
  • Melihat bercak-bercak putih (floaters).
  • Ada rasa mengganjal di dalam mata.
  • Mata terasa sakit.
Jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter demi menjaga kesehatan mata Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 26/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan