backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Hati-Hati, Ini 6 Dampak dari Sering Mengucek Mata

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 25/10/2023

Hati-Hati, Ini 6 Dampak dari Sering Mengucek Mata

Apakah Anda merasa lelah belakangan ini? Jika ya, coba ingat kembali sudah berapa kali Anda mengucek mata? Merasa lelah dan capek memang bisa membuat Anda ingin mengucek mata. Begitu pun saat mata Anda terasa gatal atau ada benda asing yang masuk ke mata. Namun ternyata, kebiasaan ini dapat berakibat buruk pada kesehatan mata Anda.

Kenapa orang mengucek mata?

Mengucek mata adalah hal yang biasa dilakukan ketika Anda bangun tidur atau merasa mengantuk.

Kebiasaan ini mungkin membuat Anda kembali nyaman dan menghilangkan rasa gatal pada mata.

Sebenarnya, mengucek mata adalah cara untuk merangsang air mata keluar dan kemudian melumasi mata yang kering.

Hal ini tentu saja akan membantu mata untuk menghilangkan debu serta zat lainnya yang mungkin masuk dan mengiritasi mata.

Tidak hanya itu, air mata yang keluar akibat mengucek dianggap bisa mengurangi rasa stres yang sedang dialami.

Saat Anda mengucek, tekanan ke area mata akan merangsang saraf vagus, yaitu saraf yang ada di sekitar mata, untuk memperlambat denyut jantung dan membantu Anda kembali rileks.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kebiasaan mengucek mata ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan yang buruk atau bahaya bagi mata? 

Apa dampak dari sering mengucek mata?

mata belekan

Mempertahankan kebiasaan menggosok-gosok mata terlalu keras ternyata tidak baik untuk kesehatan mata.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat memengaruhi mata Anda apabila terlalu sering mengucek mata.

1. Infeksi mata

Salah satu alasan kenapa mengucek mata adalah kegiatan yang kurang baik adalah karena tangan yang Anda gunakan untuk menyentuh mata.

Tangan Anda mungkin saja dipenuhi dengan bakteri dan parasit yang berasal dari barang, hewan, atau bahkan orang lain yang Anda sentuh sebelumnya.

Jika tangan ini tidak dicuci, kemudian menyentuh dan menggesek mata terlalu keras, infeksi mata bisa terjadi pada Anda.

Tahukah Anda?

Mata dilindungi oleh membran berlendir yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mata setiap saat. Namun, tempat yang lembap ini sangat disukai oleh bakteri dan parasit, sehingga rentan mengalami infeksi.

2. Kantung mata hitam

Banyak yang beranggapan bahwa kantung mata yang hitam disebabkan oleh kelelahan dan kurang tidur. Akan tetapi, sebenarnya tidak hanya itu penyebabnya.

Kebiasaan mengucek mata juga dapat mengakibatkan kantung mata menjadi semakin hitam.

Oleh karena itu, mulai sekarang hindari kebiasaan tersebut agar kantung mata Anda tidak bertambah besar dan hitam.

3. Mata berdarah

Mata berdarah, atau yang disebut dengan subconjunctival hemorrhage, adalah kondisi ketika bagian putih mata menjadi merah karena adanya gumpalan darah.

Ini bukan berarti mata Anda mengalami perdarahan. Adapun kondisi ini bisa terjadi karena mengucek mata terlalu keras.

Tekanan pada saat menggesek mata bisa menyebabkan pembuluh darah di dalam mata pecah. Akibatnya, mata pun berubah menjadi kemerahan.

4. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit pada mata yang diakibatkan oleh rusaknya saraf mata, dan akan bertambah parah jika tidak segera ditangani.

Kerusakan saraf mata ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan pada mata, yang bisa juga disebabkan oleh kebiasaan mengucek mata yang terlalu keras dan sering.

Kebanyakan orang yang menderita glaukoma pada awalnya tidak merasakan gejala atau tanda apa pun.

Inilah mengapa penderitanya sering kali datang ke dokter dengan tingkat keparahan glaukoma yang cukup tinggi yang membuat ia kehilangan kemampuan penglihatannya atau bahkan buta.

5. Kornea mata berubah bentuk

Bahaya lainnya yang mengintai mata akibat kebiasaan mengucek berlebihan adalah keratokonus, yaitu gangguan yang terjadi pada kornea mata yang berubah bentuk.

Normalnya, kornea berbentuk seperti kubah dan kadang-kadang berubah menjadi seperti bentuk bola.

Namun pada penderita keratoconus, sel-sel kornea rusak kemudian tidak bisa menahan bentuknya dan berubah seperti bentuk kerucut karena kornea menonjol ke luar.

Kondisi ini membuat penderitanya susah melihat jika tidak menggunakan lensa atau kacamata. Melansir StatPearls, keratoconus bisa terjadi karena kebiasaan menggosok mata yang terlalu sering.

6. Kelopak mata bengkak atau terluka

Kebiasaan mengucek mata juga dapat mengakibatkan masalah pada kelopak mata.

Salah satu kondisi yang cukup sering dikeluhkan akibat kebiasaan ini adalah kelopak mata yang terasa nyeri dan membengkak.

Anda mungkin akan merasakan gejala pembengkakan di kelopak atau sekitar mata, dengan atau tanpa rasa nyeri saat mengedipkan mata.

Pada kasus yang cukup parah, kemungkinan terdapat lecet di kelopak mata Anda akibat gesekan yang terlalu keras.

Bagaimana cara menghindari mengucek mata?

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Sebenarnya, kebiasaan ini memang tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Bahkan, mengucek mata karena gatal akibat iritasi mata yang sedang dialami malah akan menambah iritasi menjadi lebih buruk. Mata Anda akan semakin gatal, merah, dan sakit.

Oleh karena itu, jika mata Anda terasa gatal, lebih baik lakukan beberapa cara berikut untuk membersihkan mata secara alami.

1. Cek kondisi mata terlebih dahulu

Sebelum buru-buru mengucek mata, coba periksa mata Anda untuk menemukan benda asing yang masuk.

Buka mata Anda lebar-lebar dengan bantuan dua jari, kemudian perhatikan area mata Anda di depan cermin. Lihat bagian merah muda pada bagian dalam kelopak bawah Anda.

Bila terdapat kotoran atau bintik kecil, coba keluarkan kotoran tersebut secara perlahan dengan bantuan kapas basah atau aliran air.

Lakukan cara ini dengan hati-hati agar tidak mengenai bola mata Anda.

2. Lepaskan lensa kontak

Lensa kontak adalah salah satu penyebab infeksi mata yang paling sering terjadi, biasanya karena Anda tidak memasang lensa kontak dengan benar.

Selain itu, penggunaan lensa kontak juga dapat menjebak kotoran yang masuk sehingga memperburuk gejala infeksi mata.

Oleh sebab itu, sebelum membersihkan mata, pastikan Anda sudah melepaskan lensa kontak. Jangan sampai juga Anda mengucek mata.

Namun, pastikan Anda sudah mencuci tangan terlebih dahulu agar tidak memindahkan kuman dari tangan ke mata Anda.

3. Ambil posisi yang nyaman

Cara selanjutnya adalah posisikan diri Anda senyaman mungkin sebelum mulai membersihkan mata.

Posisi yang nyaman juga dapat memudahkan aliran air yang mengenai mata saat Anda membersihkannya.

Mulailah dengan memiringkan kepala ke arah bawah atau sedikit menunduk.

Dengan demikian, aliran air atau larutan pembersih mata akan segera jatuh sehingga mencegah penyebaran infeksi ke bagian mata yang lainnya.

4. Bersihkan mata dengan cara membilas

Siapkan wadah khusus atau cangkir kecil seukuran mata (gelas sloki) dan isi dengan air bersih atau larutan pembersih mata.

Tempelkan cangkir kecil tersebut ke sekitar mata, lalu arahkan kepala Anda ke belakang. Cara ini akan membuat cairan tersebut mengenai mata secara langsung dan mulai membersihkan permukaan mata secara perlahan.

Saat membersihkan mata, kedipkan mata beberapa kali dan gerakkan mata Anda ke arah atas, bawah, dan ke samping. Lakukan cara ini selama 10—15 menit untuk meratakan cairan ke seluruh bola mata.

Setelah selesai membilas mata, tepuk-tepuk area sekitar mata dengan handuk kering yang bersih. Anda juga bisa menggunakan obat tetes mata apabila rasa gatal di mata masih terasa.

Setelah mengetahui bahaya akibat mengucek mata, mulai sekarang sebaiknya tinggalkan perlahan kebiasaan buruk ini.

Menangani masalah pada mata Anda dengan tepat tanpa mengucek mata akan menghindarkan Anda dari penyakit atau gangguan pada mata yang jauh lebih parah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 25/10/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan