Berbagai Pilihan Obat Diabetes, dari Resep Dokter Hingga Ala Rumahan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetes tidak bisa disembuhkan. Namun, ada berbagai cara pengobatan yang bisa mengendalikan gejalanya jika dipatuhi dengan tepat. Pengobatan diabetes yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasinya. Cari tahu beragam pilihan obat diabetes dalam ulasan berikut.

Aturan minum obat diabetes

Tidak semua diabetesi (sebutan untuk orang dengan diabetes) membutuhkan obat diabetes begitu terdiagnosis. Kebanyakan kasus diabetes dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengatur pola makan dan rutin olahraga.

Meski begitu, beberapa orang lainnya mungkin butuh didukung oleh obat tertentu, baik itu obat minum, suntik, terapi insulin, ataupun kombinasinya. Obat diabetes dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan menekan risiko komplikasi, jika dengan perubahan gaya hidup saja tidak cukup ampuh.

Pilihan obat mana yang terbaik untuk kondisi Anda akan tergantung pada banyak faktor. Sebelum meresepkan obat, dokter akan mempertimbangkan:

  • Usia Anda
  • Kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan
  • Riwayat kesehatan Anda
  • Jenis diabetes yang Anda alami
  • Sejauh mana penyakitnya
  • Toleransi obat tertentu
  • Prosedur medis atau terapi di masa lalu
  • Harapan kesembuhan dari penyakit
  • Pendapat Anda atau preferensi terkait pengobatan

Beragam pilihan obat diabetes dari dokter

Ada banyak pilihan obat diabetes, dari yang bisa diminum langsung maupun lewat suntikan. Obat diabetes pada dasarnya memberikan manfaat yang sama, yaitu mengatur kadar gula darah diabetesi.

Beberapa obat-obatan diabetes di bawah ini dapat diminum sendiri atau kadang dikombinasikan dengan obat lainnya:

1. Metformin

super tetra adalah obat

Metformin merupakan obat yang paling sering diresepkan dokter untuk pasien diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi glukosa di hati dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga tubuh Anda bisa menggunakan insulin lebih efektif.

Obat diabetes satu ini tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Sama seperti obat lainnya, metfomin juga memiliki efek samping. Mual, diare, dan penurunan berat badan merupakan beberapa efek samping yang umum dari obat ini.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, efek samping ini bisa hilang ketika tubuh Anda sudah beradaptasi dengan obat atau jika Anda minum obat setelah makan. Apabila obat ini tidak cukup efektif untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, dokter bisa meresepkan obat oral atau injeksi lainnya.

2. Sulfonilurea

obat paten

Selain metformin, obat diabetes lainnya yang sering diresepkan dokter adalah sulfonilurea. Obat ini tergolong lawas, namun masih cukup efektif untuk membantu mengendalikan kadar gula darah Anda.

Beberapa contoh obat golongan sulfonilurea di antaranya:

Gliburid

Gliburid memiliki kemampuan menurunkan gula darah yang kuat. Jika Anda diresepkan obat ini oleh dokter, kalau jadwal makan Anda teratur. Jangan pernah menunda atau menghindari makan.

Berhubung efek hipoglikemiknya kuat, obat ini tidak dianjurkan diminum oleh lansia.

Glipizide

Dibanding gliburid, efek penurunan gula darah dari glipzide lebih rendah sehingga aman dikonsumsi untuk lansia. Namun, sebelum pakai obat ini pastikan Anda konsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Glimepirid

Glimepirid termasuk dalam obat sulfonilurea generasi terbaru. Obat ini digunakan untuk pasien diabetes yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gagal ginjal.

3. Meglitinide

obat paratusin adalah

Meglitinide bekerja seperti sulfonilurea, yaitu merangsang pankreas menghasilkan lebih banyak insulin. Bedanya, obat ini bekerja lebih cepat dan durasi efeknya pada tubuh lebih pendek dari pada obat golongan sulfonilurea.

Contoh obat golongan meglitinide adalah Prandin dan Starlix. Sebelum menggunakan obat ini, Anda harus hati-hati. Pasalnya, obat ini dapat menyebabkan gula darah rendah dan penambahan berat badan.

Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Pastikan kalau setiap obat yang Anda konsumsi memiliki manfaat yang lebih banyak ketimbang risikonya.

4. Thiazolidinediones

caviplex

Thiazolidinediones, atau juga dikenal dengan sebutan glitazones, adalah obat untuk mengendalikan gula darah diabetesi tipe 2. Obat diabetes ini bekerja membantu tubuh menghasilkan lebih banyak insulin.

Anda bisa mengonsumsi obat ini satu atau dua kali sehari, baik itu setelah atau sebelum makan. Selain mengendalikan gula darah, obat ini juga membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki metabolisme lemak dengan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah.

Kenaikan berat badan merupakan salah satu efek samping yang cukup sering dialami para diabetesi setelah minum obat ini. Mengutip dalam laman Mayo Clinic, obat ini juga dikaitkan dengan efek samping lain yang lebih serius, seperti risiko gagal jantung dan anemia.

Nah, karena kedua efek samping tersebut, obat diabetes satu ini umumnya bukan merupakan perawatan pilihan pertama.

5. Inhibitor DPP-4

efek samping obat diabetes

Inhibitor depeptidil peptidase 4 (inhibitor DPP-4) adalah obat diabetes yang bekerja meningkatkan hormon inkretin dalam tubuh. Inkretin dapat membantu mengontrol gula darah dengan meningkatkan produksi insulin, terutama setelah makan. Obat ini juga dapat membantu mengurangi kadar gula yang dibuat di hati.

Biasanya dokter meresepkan obat ini jika pemberian obat metformin dan sulfonilureas tidak efektif mengendalikan gula darah pasien diabetes tipe 2. Sitagliptin, Saxagliptin, dan Linagliptin, merupakan beberapa obat yang masuk golongan inhibito DPP-4.

Mengutip dalam laman American Diabetes Association, obat ini juga efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Sayangnya, beberapa laporan mengaitkan obat ini dengan risiko pankreatitis.

Maka dari itu, jika Anda memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pankreas, pastikan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

 6. Agonis reseptor GLP-1

Debrisoquine adalah

Agonins reseptor GLP-1 diresepkan dokter apabila obat-obatan diabetes seperti yang sudah disebutkan di atas belum mampu mengontrol kadar gula darah Anda. Obat ini diberikan melalui suntikan.

Jenis obat diabetes satu ini bekerja dengan cara meningkatkan produksi insulin dan mengurangi jumlah glukosa yang diproduksi hati setelah makan. Obat ini juga membantu memperlambat pencernaan.

Ecenatide, Liraglutide, dan Semaglutide adalah contoh obat golongan agonis reseptor GLP-1. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa liraglutide dan semaglutide dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang yang berisiko tinggi terhadap kedua kondisi tersebut.

Efek samping obat ini termasuk mual, muntah, dan kenaikan berat badan. Bagi beberapa orang, obat ini dapat meningaktkan risiko pankreatitis. Namun, sampai saat ini penyebab pastinya belum diketahui secara jelas.

7. Inhibitor SGLT2

obat diare

Sodium-glucose co-transporter-2 (SGLT2) adalah inhibitor golongan baru yang juga sering digunakan dalam pengobatan diabetes. Obat ini bekerja dengan mengurangi penyerapan kembali glukosa dalam darah. Dengan begitu, glukosa akan dikeluarkan melalui urin, sehingga gula yang menumpuk atau beredar di dalam darah akan berkurang.

Jika diimbangi dengan diet yang benar serta program latihan fisik yang rutin, obat ini efektif membantu mengendalikan gula darah yang tinggi pada pasien dengan diabetes tipe 2. Dokter biasanya tidak akan memberikan obat ini bagi mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan diabetes ketoasidosis.

Beberapa contoh obat golongan inhibitor SGLT2 adalah canagliflozin, dapagliflozin, dan empagliflozin.

8. Terapi insulin

efek samping insulin

Kadar gula darah orang dengan diabetes dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat dan minum obat diabetes secara teratur.

Namun bagi orang dengan diabetes tipe 1, terapi insulin merupakan cara andalan untuk mengendalikan penyakitnya karena pankreas mereka tidak lagi bisa memproduksi insulin. Itu sebabnya, terapi insulin lebih umum ditujukan untuk orang dengan diabetes tipe 1.

Meski begitu, orang dengan diabetes tipe 2 kadang juga perlu terapi ini. Mereka perlu terapi insulin karena meski pankreasnya masih menghasilkan hormon insulin, namun tubuh tidak bisa merespon insulin yang dihasilkan secara optimal.

Biasanya dokter meresepkan terapi insulin bagi pasien diabetes tipe 2 yang tidak berhasil mengendalikan gula darahnya lewat perubahan gaya hidup, juga pemberian obat ternyata sama tidak efektifnya.

Macam-macam terapi insulin untuk pengobatan diabetes

Insulin tidak bisa diberikan lewat mulut. Sebaliknya, insulin harus langsung diperkenalkan ke dalam aliran darah melalui suntikan, pena insulin, maupun pompa insulin. Seiring perkembangan teknologi, saat ini para ahli juga sedang mengembangkan penggunaan insulin hirup.

Anda pasti bertanya-tanya kenapa insulin tidak bisa diberikan mulut, kan? Faktanya, enzim yang ada di perut Anda dapat mengganggu kinerja insulin. Maka dari itu, menelan insulin secara langsung lewat mulut tidak akan efektif untuk membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes.

Banyak jenis insulin yang digunakan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah para diabetesi. Jenis insulin dibedakan berdasarkan seberapa cepat insulin bekerja dan seberapa lama insulin dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh.

Berikut beberaa jenis insulin yang perlu Anda ketahui.

1. Insulin efek langsung

syok insulin adalah

Insulin efek langsung juga disebut dengan rapid-acting insulin. Insulin jenis ini bekerja sangat cepat dalam menurukan kadar gula darah tubuh. Biasanya, insulin jenis ini bekerja sekitar 15 menit setelah disuntikan dan dapat bertahan selama 3-5 jam. Berikut ini contoh-contoh insulin efek langsung:

Insulin Asprat (Novolog)

Insulin jenis ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 menit untuk masuk ke pembuluh darah. Sekitar 40-45 menit setelah pemakaian, gula darah Anda biasanya akan turun.

Insulin Lispro

Insulin lispro (Humalog) membutuhkan waktu sekitar 15 sampai 30 menit untuk mencapai pembuluh darah Anda.

Gula darah akan menurun dalam jangka waktu 30-60 menit setelah pemakaian.

Insulin gluisine (Apidra)

Insulin jenis ini memerlukan waktu sekitar 20 sampai 30 menit untuk sampai ke pembuluh darah. Sekitar 30-90 menit setelah pemakaian, gula darah baru akan mengalami penurunan.

Selain itu, insulin ini dapat mempertahankan gula normal selama 1 sampai 2,5 jam.

2. Insulin efek singkat

pakai insulin kedaluwarsa

Insulin jenis ini dapat menurunkan kadar gula darah relatif cepat, namun tidak secepat rapid-acting insulin. Biasanya, pemberian insulin dilakukan 30-60 menit sebelum makan. Insulin ini dapat mempertahankan gula darah normal selama 5-8 jam.

Regular (R) atau novolin merupakan contoh dari insulin efek singkat. Insulin jenis ini akan mencapai pembuluh darah dalam waktu 30-60 menit dan dapat bekerja dengan cepat dengan menghabiskan waktu 2-5 jam.

3. Insulin efek lama

suntikan insulin

Bagi Anda yang tak punya banyak waktu untuk melakukan suntik insulin, penggunaan jenis insulin ini bisa jadi pilihan yang tepat. Pasalnya, insulin jenis ini dapat bekerja selama seharian. Biasanya, insulin ini digunakan pada malam hari dan hanya membutuhkan satu kali suntikan saja per hari.

Berikut ini beberapa contoh insulin efek lama:

Insulin degludec (Tresiba)

Insulin ini akan masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 30-90 menit dan dapat mempertahankan gula darah normal selama 42 jam.

Insulin glargine

Insulin glargine (Lantus, Toujeo) akan mencapai pembuluh darah dalam 1-1,5 jam dan dapat mempertahankan kadar gula darah normal selama kurang lebih 20 jam.

Insulin detemir

Insulin detemir (Levemir) akan mencapai pembuluh darah sekitar 1-2 jam dan dapat mempertahankan gula darah normal selama 24 jam.

Sebelum menggunakan insulin sebagai obat diabetes, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Pasalnya, pengobatan untuk diabetes bervariasi pada setiap orang.

Dokter mungkin akan meminta Anda menggunakan insulin sebelum atau sesudah makan. Selain itu, banyaknya insulin yang diperlukan pada setiap orang juga bisa berbeda, disesuikan dengan usia, kondisi pasien, aktivitas fisik, serta seberapa parah penyakit diabetes yang Anda alami.

Obat diabetes ala rumahan

Selain obat diabetes dari resep dokter, ada juga beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan di rumah. Pengobatan diabetes ala rumahan ini terbilang sederhana dan hanya membutuhkan konsistensi.

Berikut ini beberapa pilihan obat diabetes ala rumahan yang perlu Anda ketahui.

1. Rajin cek gula darah

berbagai hal tak terduga yang menyebabkan naik turun gula darah

Racin cek gula darah secara teratur merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kadar gula darah Anda tetap dalam kisaran target atau tidak.

Selain dilakukan di klinik, rumah sakit, atau laboratorium, Anda juga bisa cek gula darah sendiri di rumah. Tenang, saat ini alat cek gula darah sudah banyak dijual di pasaran.

Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Anda bisa melakukan cek gula darah dengan bantuan dokter atau tenaga medis profesional lainnya.

Biasanya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut untuk mengetahui kadar glukosa dalamd arah Anda.

  • Tes level glukosa darah saat puasa
  • Tes level glukosa darah random (tanpa puasa) atau sewaktu
  • Tes oral glucose tolerance

Cara lain untuk memeriksa seberapa efektif obat diabetes Anda bekerja adalah dengan melakukan tes hemoglobin A1C (HbA1C).

Pemeriksaan HbA1C tidak hanya menjadi standar internasional untuk mendiagnosis diabetes, tetapi mengukur gula darah rata-rata selama periode 2-3 bulan. Tes ini juga dapat menentukan apakah Anda memerlukan perubahan rencana makan sehat, terapi insulin, atau pengobatan lainnya.

Ingat, ada banyak hal yang bisa memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh Anda. Jika Anda rutin cek kadar gula darah, maka risiko komplikasi diabetes bisa dihindari.

2. Atur pola makan

makanan untuk penderita jantung

Pola makan memainkan peranan penting dalam mengelola diabetes. Namun, tidak ada diet tunggal yang cocok untuk semua orang.

Para ahli percaya bahwa kunci utama dalam diet untuk diabetes adalah pola makan yang seimbang, yaitu mengandung nutrisi seperti serat, protein, karbohidrat, lemak baik, serta vitamin dan mineral.

Menghindari makanan yang tinggi gula, garam, kalori, dan lemak merupakan hal yang mutlak. Orang dengan diabetes juga disarankan untuk memperbanyak asupan buah, sayur, dan biji-bijian karena ketiga jenis makanan tersebut kaya akan serat,

Membatasi porsi makan juga membantu menjaga kadar gula darah yang sehat. Jangan lupa, cek gula darah Anda secara rutin setelah makan. Hal ini dilakukan untuk memantau pengaruh makanan yang Anda makan dengan kadar gula darah dalam tubuh Anda.

Anda bisa berkonsultasi langsung ke dokter atau bahkan ahli gizi untuk menemukan metode diet yang sesuai dengan kondisi Anda.

3. Perbanyak aktivitas fisik

senam peregangan

Pengobatan diabetes ala rumahan lainnya adalah perbanyak aktivitas fisik. Selain membuat Anda lebih bugar, aktivitas fisik (terutama olahraga) dapat membantu memperlancar metabolisme tubuh, yang pada akhirnya menstabilkan kadar gula darah Anda.

Anda tak perlu olahraga intensitas tinggi untuk menurunkan gula darah. Menurut para ahli, olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang saja sebenarnya sudah cukup efektif untuk membantu menurunkan gula darah. Kuncinya satu, konsistensi. Jika dilakukan rutin, manfaat olahraga untuk membantu mengendalikan diabetes tentu akan dirasakan optimal.

Jalan kaki, bersepeda, berenang, berkebun, atau sekadar melakukan pekerjaan rumah yang ringan-ringan merupakan beberapa contoh aktvitas fisik yang baik untuk diabetesi. Hal yang terpenting, buatlah diri Anda aktif setiap hari. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua diabetesi bisa melakukan olahraga dengan leluasa.

Faktor riwayat medis dan kondisi yang pasien yang tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas fisik, meski terbilang ringan, bisa jadi penyebabnya. Maka dari itu, ada baiknya lakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui jenis olahraga atau aktivitas fisik yang aman untuk Anda.

Selain olahraga, Anda juga sebaiknya berusaha untuk berhenti merokok dan mengurangi kebiasaan minum alkohol karena keduanya dapat memperburuk kodisi Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca