Sering berkeringat, dan dalam jumlah banyak, merupakan masalah umum bagi penderita diabetes. Banyak penderita diabetes yang mengeluhkan keringat berlebih, terlalu sedikit berkeringat, ataupun muncul keringat di waktu-waktu yang tidak biasa. Kerusakan sistem saraf terkait diabetes dan gula darah yang rendah menyebabkan penderita diabetes sering berkeringat. Baca terus untuk mengetahui penyebab lain penderita diabetes sering berkeringat.

Penyebab penderita diabetes sering berkeringat

Berikut ini beberapa penyebab penderita diabetes sering berkeringat:

1. Hiperhidrosis

Kondisi ini membuat penderita diabetes umumnya menghasilkan keringat berlebih meskipun bukan berasal dari suhu panas atau olahraga. Penderita bisa berkeringat sangat banyak, sampai-sampai keringat menembus pakaian dan menetes ke tangan. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan hiperhidrosis.

Kondisi ini bisa terjadi apabila kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia). Namun ketika kadar gula darah Anda sudah normal, maka tubuh akan berhenti menghasilkan keringat berlebihan.

2. Kerusakan saraf

Selain masalah hiperhidrosis, sering keringatan juga bisa mengindikasikan Anda memiliki masalah neuropati otonom. Hal ini disebabkan akibat kerusakan saraf yang mengendalikan fungsi kandung kemih, tekanan darah, dan jaringan keringat. Keringat berlebih umumnya lebih sering dialami bagi para penderita diabetes yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

3. Keringatan yang disebabkan karena makanan

Keringatan yang disebabkan karena makanan atau biasa disebut dengan gustatory sweating berbeda dari hiperhidrosis. Hal ini memang umum terjadi bagi semua orang. Namun, orang yang mengalami neuropati otonom diabetes lebih mungkin mengalami hal ini daripada mereka yang tidak mengalami kerusakan saraf.

Berkeringat pada saat makan bisa menjadi masalah tersendiri bagi sebagian orang. Semua makanan atau bahkan hanya memikirkan makanan bisa membuat mereka berkeringat. Hal ini terjadi karena malafungsi dalam produksi ludah ataupun indera pengecap. Saraf-saraf pengatur ludah dan saraf-saraf pada kelenjar keringat menjadi bingung. Alih-alih memproduksi ludah, tubuh Anda justru memproduksi keringat. Beruntungnya kondisi ini mudah dikenali.

4. Keringat malam

Keringat malam sering disebabkan karena kadar glukosa darah rendah. Namun, ada banyak faktor lain yang juga bisa menyebabkan kadar glukosa darah rendah, di antaranya:

  • Melakukan olahraga dekat dengan waktu tidur
  • Mengonsumsi insulini di malam hari
  • Minum alkohol di malam hari

Mengontrol kadar glukosa darah adalah cara terbaik untuk mengatasi keringat malam yang disebabkan oleh glukosa darah rendah. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menyesuaikan aktivitas fisik dan asupan makanan di malam hari untuk mencegah munculnya keringat malam.

Cara mengatasi keringat berlebihan

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keringatan berlebihan, yaitu:

  • Antiperspirant – Tersedia dalam bentuk semprotan dan lotion. Antiperspirant ini bisa membantu mengendalikan gejala keringat yang berlebihan terutama di bagian ketiak.
  • Iontophoresis – Pengobatan yang menggunakan aliran listrik tingkat rendah untuk mengurangi atau menonaktifkan kelenjar keringat sementara.
  • Suntikan botox – Biasanya botox digunakan untuk kecantikan, dalam beberapa kasus suntik botox juga bisa untuk mengobati produksi keringat ketiak yang berlebihan.
  • Operasi saraf – Jika cara yang sudah disebutkan di atas tidak mempan untuk mengatasi keringat berlebih, prosedur operasi bedah saraf mungkin saja dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengeluarkan saraf di dada atau kelenjar keringat yang memicu keringat berlebihan.

Selain itu, beberapa perubahan gaya hidup juga memiliki peranan penting untuk mengatasi keringat berlebih, seperti:

  • Sering mengganti kaus kaki dan usahakan untuk menjaga kaki agar tetap kering
  • Pilih pakaian yang sesuai dengan aktivitas anda
  • Cobalah teknik relaksasi yang bisa mengurangi keringat terkait stres

Dalam kebanyakan kasus, keringat berlebihan tidak berbahaya. Jika kondisi keringat berlebih menambah kekhawatiran dan sudah mulai mempengaruhi aktvitas Anda, sebaiknya periksa dokter untuk tes kesehatan.

Keringat berlebihan sering diabaikan. Namun untuk pencegahan, harus diperiksa dan dirawat sebelum memburuk. Pasalnya, keringat berlebih bisa menjadi gejala dari sesuatu yang serius. Bisa juga menjadi indikasi adanya masalah saraf. Karena itu, mengunjungi dokter adalah saran terbaik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca