8 Cara Pengobatan untuk Menyembuhkan Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kanker prostat merupakan salah satu penyebab kematian paling sering pada pria. Berdasarkan data Globocan 2018, ada sekitar 11.361 kasus baru kanker prostat di Indonesia. Adapun sebanyak 5.007 orang meninggal akibat penyakit ini. Untuk mencegah kanker prostat semakin parah, pengobatan lebih dini perlu dilakukan. Lantas, bagaimana cara mengobati dan obat untuk kanker prostat?

Baragam cara mengobati penyakit kanker prostat

Sel kanker tidak hanya menyerang satu jaringan. Sel yang abnormal ini bisa menyebar dan menyerang jaringan sehat di sekitarnya. Pada kanker prostat, sel kanker bisa menyerang kandung kemih bahkan tulang. Pasien akan kesulitan untuk buang air kecil, nyeri di sekitar panggul, kesulitan untuk ereksi, atau gejala kanker prostat lainnya.

Agar kanker tidak menyebar dan menurunkan kualitas hidup pasien, perawatan dokter sangat diperlukan. Tidak hanya satu, ada banyak jenis pengobatan untuk kanker prostat. Pengobatan tersebut akan disesuaikan dengan stadium kanker prostat yang dimiliki dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Berikut beberapa cara mengobati kanker prostat yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

1. Pengawasan aktif dokter

pengobatan diabetes insipidus

Tidak semua pria yang mengidap kanker prostat membutuhkan pengobatan dan obat. Bagi pria yang mendapat diagnosis kanker prostat risiko rendah, umumnya hanya diperlukan pengawasan aktif dari dokter. Hal ini dikarenakan kanker prostat cenderung tumbuh dengan lambat.

Kategori orang yang umumnya hanya perlu mendapat pengawasan aktif, yaitu pasien kanker prostat yang tidak mengalami gejala apapun, yang memiliki kondisi medis serius lainnya, atau yang sudah lanjut usia sehingga perawatan kanker prostat lebih sulit dilakukan.

Pada pengawasan aktif, dokter akan memonitor perkembangan sel kanker pada prostat dengan melakukan beberapa tes, yakni tes Prostate specific Antigen (PSA), Digital Rectal Exam (DRE), atau biopsi prostat. Perawatan kanker lebih lanjut dibutuhkan bila sel kanker ditemukan terus tumbuh melalui tes-tes tersebut atau menyebabkan gejala.

Meski dilakukan secara aktif dan berkala, pengawasan dari dokter juga mungkin menimbulkan risiko, seperti kemungkinan bertumbuh dan menyebarnya sel kanker di antara pemeriksaan rutin, sehingga kanker menjadi sulit disembuhkan.

2. Operasi pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi radikal)

Operasi pengangkatan kelenjar prostat atau prostatektomi radikal merupakan cara utama untuk mengobati kanker prostat. Pengobatan ini dilakukan dengan mengangkat kelenjar prostat yang memiliki sel abnormal. Biasanya operasi ini dilakukan sebelum sel kanker menyebar di luar kelenjar prostat atau belum menyebar terlalu jauh.

Walaupun cukup ampuh, pengobatan ini kadang tidak menghilangkan sel kanker seluruhnya, sehingga pasien akan diminta melakukan perawatan lanjutan. Prostatektomi bisa menyebabkan efek samping, seperti cedera pada jaringan terdekat atau inkontinensia urine (tidak bisa mengontrol keinginan untuk buang air kecil).

3. Radioterapi

Radioterapi merupakan cara mengobati kanker prostat dengan menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker. Jenis pengobatan ini bekerja dengan memperlambat perkembangan dan penyebaran sel kanker untuk meringankan gejala.

Radioterapi bisa diberikan sebagai pengobatan pertama bagi pasien kanker prostat stadium awal atau sebagai perawatan lanjutan setelah operasi, terutama bila dokter masih mencurigai adanya sel kanker yang tidak terangkat sepenuhnya. Terdapat dua jenis atau cara radioterapi untuk menyembuhkan kanker prostat, yaitu eksternal dan internal.

Meski dapat membunuh sel-sel kanker, radioterapi juga memberikan efek samping. Dalam jangka pendek, pasien akan merasakan diare, rambut rontok, atau peradangan pada selaput kemih.

4. Brachytherapy

Cara mengobati kanker prostat ini adalah bentuk lain dari radioterapi. Brachytherapy atau radiasi internal dilakukan dengan cara menanamkan sejumlah kecil benih radioaktif ke dalam area tumor di kelenjar prostat atau menempatkan tabung kateter di kelenjar prostat untuk diberikan zat radiasi melalui kateter tersebut.

Jenis pengobatan ini meminimalkan risiko kerusakan jaringan lain di sekitarnya. Namun, perawatan ini lebih rentan menyebabkan masalah kandung kemih dibanding radioterapi.

5. Terapi hormon

terapi hormon untuk pengobatan kanker payudara

Cara mengobati kanker prostat ini bertujuan untuk mengurangi kadar androgen (hormon laki-laki) di dalam tubuh, yaitu testosteron dan dihidrotestosteron (DHT). Dengan menurunkan kadar androgen, kanker prostat bisa menyusut atau tumbuh lebih lambat untuk sementara waktu.

Umumnya, terapi hormon diberikan untuk pasien dengan kanker prostat stadium lanjut atau bila sel kanker kembali lagi setelah dilakukan pengobatan. Jika masih tahap awal, terapi hormon bisa dilakukan sebelum terapi radiasi agar hasilnya lebih maksimal.

Terapi hormon kanker prostat biasanya dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk menghentikan produksi androgen atau menghalangi kerja androgen mencapai sel kanker (obat antiandrogen). Obat yang biasanya diberikan, yaitu leuprolide (Lupron, Eligard), goserelin (Zoladex), triptorelin (Trelstar), histrelin (Vantas), bicalutamide (Casodex), nilutamide (Nilandron), dan flutamide.

Obat-obatan terapi hormon lain mungkin diberikan oleh dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai jenis obat yang tepat.

Selain melalui obat, terapi hormon juga bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan testis (orchiectomy) untuk mengurangi kadar androgen dalam tubuh.

Efek samping dari terapi hormon yang mungkin terjadi, yaitu disfungsi ereksi, hot flashes, kehilangan massa tulang, berkurangnya gairah seks, dan bertambahnya berat badan.

Selain itu, terapi hormon saja umumnya tidak bisa menyembuhkan kanker prostat, cara ini biasanya dibarengi dengan perawatan lainnya, seperti radioterapi atau operasi. Bahkan, pada sebagian pasien, sel kanker bisa menjadi kebal terhadap terapi hormon. Konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan hal tersebut.

6. Cryotherapy (pembekuan jaringan prostat)

Selain operasi pengangkatan, membunuh sel kanker di jaringan prostat bisa dilakukan dengan membekukan sel tersebut. Cara mengobati kanker prostat ini dikenal dengan nama cryosurgery atau cryoablation.

Selama menjalani pengobatan ini, Anda akan dimasukkan jarum kecil ke dalam prostat, yang disebut dengan cryoneedle. Kemudian, gas yang sangat dingin akan ditempatkan di jarum sehingga jaringan di sekitarnya membeku.

Gas kedua kemudian ditempatkan di jarum untuk memanaskan kembali jaringan. Siklus pembekuan dan pencairan ini dapat membunuh sel kanker dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya.

Cara perawatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi sel kanker yang belum menyebar di luar kelenjar prostat, terutama bagi pasien yang belum pernah menjalankan terapi radiasi. Namun, jenis pengobatan kanker prostat ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti disfungsi ereksi atau inkontinensia urin.

7. Kemoterapi

Kemoterapi adalah cara mengobati kanker prostat dengan mengandalkan obat-obatan, baik itu diminum atau disuntik melalui pembuluh vena. Obat kemoterapi yang biasa diberikan untuk pasien kanker prostat, yaitu docetaxel (Taxotere), cabazitaxel (Jevtana), mitoxantrone (Novantrone), atau estramustine (Emcyt).

Pengobatan ini menjadi pilihan bagi pasien dengan sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain (kanker prostat stadium 4 atau metastasis). Tak hanya itu, pengobatan ini juga sering diberikan bagi pasien yang tidak merespons terapi hormon.

Selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga bertujuan untuk meringankan gejala. Sayangnya, pengobatan ini bisa menyerang sel-sel tubuh yang sehat sehingga menimbulkan efek samping, seperti kelelahan, rambut rontok, mual dan muntah, dan nafsu makan menurun.

8. Terapi biologis

Cara mengobati kanker prostat ini disebut juga dengan imunoterapi atau vaksin kanker. Tujuan perawatan adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya lebih kuat melawan sel kanker. Salah satu jenis perawatannya disebut dengan sipuleucel-T (Provenge) yang digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Pengobatan dilakukan dengan mengambil sebagian sel imun tubuh pasien. Kemudian, sel imun akan dibawa ke laboratorium dan direkayasa secara genetik untuk melawan kanker prostat. Sel imun yang sudah direkayasa ini akan disuntikkan kembali ke pasien.

Jenis pengobatan ini pun bisa menimbulkan efek samping, seperti demam, menggigil, kelelahan, mual dan muntah, sakit kepala, dan sakit punggung dan sendi.

Masing-masing cara mengobati kanker prostat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk efek samping. Anda bisa menggunakan pengobatan lain, seperti obat herbal untuk kanker prostat atau cara alami lainnya, untuk membantu meringankan efek samping tersebut.

Namun perlu diingat, penting untuk selalu konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis pengobatan kanker prostat termasuk cara alternatif yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Lidah

Kanker lidah dapat terjadi pada siapa pun, tanpa atau dengan gejala. Berikut informasi mengenai defisini, gejala, penyebab dan pengobatan kanker lidah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker mata

Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit