Tumor Karsinoid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi tumor karsinoid

Apa itu tumor karsinoid?

Tumor karsinoid adalah tumor yang bersifat kanker namum berkembang lambat. Itu artinya, seseorang mungkin memiliki tumor ini selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengetahuinya. Setelah menjadi kanker dan menyebar, barulah penderita mulai merasakan gejala yang ditimbulkan.

Bila kanker telah menyebar, kondisinya akan dikenal sebagai sindrom karsinoid dan ini merupakan salah satu komplikasinya.

Di samping itu, sel-sel tumor juga bisa mengeluarkan hormon dan bahan kimia yang bisa menyebabkan penyakit jantung karsinoid (penebalan lapisan ruang, katup, dan pembuluh jantung) dan sindrom Cushing (kondisi tubuh yang berlebihan dalam memproduksi hormon kortisol).

Tumor karsinoid biasanya muncul di usus halus, anus, usus buntu, usus besar, paru-paru, pankreas, dan hati.

Berdasarkan situs John Hopkins Medicine, tumor yang bersifat kanker terbagi menjadi beberapa jenis menurut seberapa cepat penyebarannya, seperti:

  • Slow-growing tumors. Tumor berukuran kecil kurang dari 2,5 cm, tidak menyebar dan tidak tumbuh dengan cepat ke area lain.
  • Faster-growing tumorsTumor tumbuh membesar dan menyebar lebih cepat.
  • Hormone-secreting tumors. Tumor menghasilkan hormon serotonin sehingga kadarnya berlebihan.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Tumor karsinoid adalah jenis tumor yang cukup langka terjadi. Biasanya, didiagnosis pada orang yang berusia 55-65 tahun karena pertumbuhannya yang lambat.

Tanda & gejala tumor karsinoid

Dalam beberapa kasus, tumor yang dapat berkembang menjadi kanker ini tidak menimbulkan tanda atau gejala apa pun. Jika memang terjadi, tanda dan gejala biasanya tidak jelas dan bergantung pada lokasi tumor.

Jika tumor karsinoid ada di paru-paru, gejala yang ditimbulkan adalah:

  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Kemerahan atau rasa hangat di wajah dan leher (kulit memerah).
  • Penambahan berat badan, terutama di sekitar bagian tengah dan punggung atas.
  • Tanda merah muda atau ungu pada kulit yang terlihat seperti stretch mark.

Sementara tumor karsinoid pada saluran pencernaan akan menimbulkan gejala, seperti:

  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Mual, muntah dan ketidakmampuan buang air besar akibat penyumbatan usus (obstruksi usus).
  • Perdarahan dan rasa nyeri pada rektum.
  • Kemerahan atau rasa hangat di wajah dan leher (kulit memerah).

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala pertanda kanker yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Pengobatan lebih dini membuat pasien memiliki persentase kesembuhan yang lebih baik.

Penyebab tumor karsinoid

Penyebab tumor karsinoid tidak diketahui secara pasti. Namun, secara umum penyebab kanker adalah mutasi DNA. Mutasi menyebabkan adanya perubahan pada DNA, yang berisi sekumpulan perintah bagi sel untuk tumbuh dan membelah.

Adanya mutasi membuat perintah tersebut menjadi rusak dan sel-sel menjadi abnormal. Sel akan tumbuh dan membelah tanpa kendali, menumpuk, dan akhirnya membentuk tumor. Tumor yang terus tumbuh da menyebar inilah yang nantinya menjadi penyakit kanker.

Sel yang menyebabkan tumor ini adalah sel neuroendokrin pada berbagai organ tubuh. Sel ini bertuga suntuk menjalankan sel saraf dan sel endokrin untuk menghasilkan hormon, seperti kortisol, histamin, insulin dan serotonin.

Faktor risiko tumor karsinoid

Meski penyebabnya tidak diektahui secara pasti, tumor pada sel neuroendokrin ini berisiko tinggi terjadi pada orang dengan faktor berikut ini.

Riwayat keluarga

Jika salah satu dari keluarga Anda mengidap multiple endocrine neoplasia (MENtipe 1, Anda memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengidap tumor ini. Beberapa penelitian memperkirakan mutasi warisan dari gen MEN1 adalah penyebab sekitar 10% dari kasus tumor pada sel neuroendokrin.

Jenis kelamin wanita

Pada kebanyakan kasus, tumor pada sel neuroendokrin lebih sering menyerang wanita ketimbang pria.

Pertambahan usia

Tumor yang dapat berkembang menjadi kanker secara lambat ini umumnya terjadi pada orang yang berusia 55 hingga 65 tahun, daripada anak-anak maupun remaja.

Diagnosis & pengobatan tumor karsinoid

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Kebanyakan dari tumor-tumor ini ditemukan saat tes atau prosedur dilakukan untuk alasan lain, seperti saat operasi pada perut. Karena gejala-gejala dari sindrom karsinoid jarang ada yang serupa dengan kondisi-kondisi lain maka dokter biasanya hanya akan mencurigai sindrom karsinoid apabila dia tidak dapat menemukan alasan lain yang menyebabkan gejala-gejala. Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis sindrom karsinoid adalah:

Apa saja pilihan pengobatan untuk sindrom karsinoid?

Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin akan disarankan dokter untuk membantu mengatasi sindrom karsinoid adalah:

  • Dokter akan mengangkat atau membatasi penyebaran tumor karsinoid dengan operasi.
  • Apabila operasi tidak dapat menyingkirkan tumor yang menyebar, obat-obatan mungkin dapat mengecilkan tumor dan mengontrol gejala-gejala yang terjadi. Obat-obatan ini termasuk ocreotide dan interferon alfa.
  • Embolisasi arteri hati dan memanaskan atau membekukan sel tumor, juga dapat menjadi pilihan pengobatan pada beberapa pasien apabila tumor telah menyebar ke hati.

Pengobatan tumor karsinoid di rumah

Di samping menjalani pengobatan di rumah sakit, perawatan di rumah seperti pola hidup sehat untuk pasien kanker juga perlu dilakukan. Ini meliputi:

  • Ikuti diet kanker yang diarahkan dokter atau ahli gizi.
  • Aktif bergerak dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Cukup istirahat dan bisa mengendalikan stres.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.

Pencegahan tumor karsinoid

Hingga kini, tidak diketahui cara pasti untuk mencegah penyakit kanker yang awalnya dari tumor ini. Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut ke dokter mengenai tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, jika memang berisiko mengalaminya di masa depan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah hingga tulang lansia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit