Orang Kurus Juga Bisa Terkena Diabetes. Apa Penyebabnya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

“Orang kurus lebih sehat dibandingkan dengan orang yang gemuk.” Pernyataan tersebut mungkin sering Anda dengar, tetapi ternyata memiliki badan yang kurus tidak bisa sepenuhnya bisa dianggap sehat. Seseorang yang mempunyai badan yang kurus bisa juga terkena berbagai penyakit degeneratif, termasuk diabetes. Bahkan beberapa penelitian menyatakan bahwa orang kurus yang menderita diabetes akan mengalami gejala dan prognosis yang parah.

Bagaimana bisa orang kurus mengalami diabetes? Lalu apakah benar orang kurus dengan diabetes akan mengalami kondisi yang lebih buruk?

Diabetes pada orang kurus, efeknya bisa lebih berbahaya

Diabetes adalah penyakit yang menjadi penyebab utama dari kematian 1,5 juta orang di dunia pada tahun 2012. Bahkan World Health Organization memperkirakan bahwa penyakit diabetes akan menjadi penyebab utama kematian ke-7 di dunia pada tahun 2030. Sebagian besar kasus penyakit diabetes didominasi oleh kasus diabetes tipe 2 dibandingkan dengan diabetes tipe 1. Sementara hampir sebagian besar orang yang mengalami diabetes tipe 2 memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Namun bukan berarti orang kurus terhindar dari risiko terkena penyakit diabetes.

Sebuah riset menemukan bahwa orang yang punya tubuh kurus masih bisa mengalami diabetes, bahkan dalam riset ini dikatakan bahwa angka harapan hidupnya lebih rendah ketimbang dengan orang obesitas yang mengalami diabetes. Riset tersebut melibatkan 2625 orang yang memiliki status gizi normal dengan obesitas.

Di akhir, penelitian diketahui bahwa ada sekitar 12% penderita diabetes yang memiliki indeks massa tubuh yang normal, alias tidak kelebihan berat badan. Namun, kelompok orang yang berstatus gizi normal dan mengalami diabetes tersebut ternyata mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dari pada kelompok lainnya.

Kenapa orang kurus bisa kena diabetes?

Faktor genetik

Salah satu penyebab dari diabetes adalah faktor genetik. Apabila seseorang memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami diabetes sebelumnya, entah itu orangtua ataupun kakek-nenek, maka ia akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes.

Biasanya orang yang mengalami diabetes tipe 1 diakibatkan oleh faktor genetik. Diabetes tipe ini tidak mengenal status gizi dan dapat menyerang orang kurus maupun gemuk. Penyebab dari diabetes tipe 1 adalah ketidakmampuan kelenjar pankreas untuk menghasilkan hormon insulin yang cukup bagi tubuh. Sehingga, tidak ada yang mampu mengubah gula darah menjadi sumber energi dan mengatur agar kadarnya tetap normal.

Orang kurus juga bisa punya lemak tubuh yang berlebihan (terutama di perut)

Selama ini, banyak yang menganggap bahwa semua penyakit kronis hanya bisa dialami oleh orang-orang yang mempunyai berat badan yang berlebihan atau obesitas. Padahal, penyakit kronis tersebut dapat dialami siapapun, termasuk orang yang kurus atau memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal.

Untuk beberapa kasus memang indeks massa tubuh bisa dijadikan prediksi status kesehatan seseorang. Contohnya, orang yang memiliki indeks massa tubuh yang melebihi normal atau obesitas berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis termasuk diabetes. Namun, ternyata jika diperiksa lebih lanjut lagi, orang yang kurus dan memiliki indeks massa tubuh yang normal, bisa saja mempunyai kadar lemak tubuh yang berlebihan.

Jika Anda tidak percaya, coba berdiri di depan kaca dan lihat apakah perut Anda berlipat meskipun sedikit? Atau malah Anda memiliki perut yang buncit? Selain itu, Anda juga bisa pegang beberapa bagian tubuh yang memiliki lemak tubuh, yaitu paha dan lengan atas. Apakah bagian tersebut terasa ‘lembek’ dan tidak keras? Apabila jawabannya iya, maka Anda bisa jadi memiliki jumlah simpanan lemak yang banyak dan sedikit massa otot. Seseorang yang punya kadar lemak tubuh yang tinggi, tentu saja berisiko untuk mengalami semua penyakit kronis, sekalipun ia mempunyai IMT yang normal.

Lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh akan membuat hormon insulin – yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah – menjadi resisten atau tidak dapat bekerja dengan baik. Hormon insulin akan susah untuk mengubah gula darah menjadi sumber bahan bakar yang biasanya disimpan di otot. Sehingga, kadar gula tidak terkontrol dan orang kurus pun mengalami diabetes.

Bahkan lemak yang menumpuk di perut tersebut, tidak hanya menyebabkan diabetes saja, tetapi juga bisa menimbulkan penyakit jantung koroner, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi hati. Oleh karena itu, orang kurus yang mengalami penyakit kronis bisa lebih berisiko.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020