home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Pada penyakit diabetes melitus, gula darah yang terus dibiarkan tinggi tak terkendali dapat mengganggu fungsi organ-organ lain, salah satunya mata. Gangguan penglihatan akibat diabetes awalnya ditandai dengan pandangan yang kabur dan bisa disertai rasa sakit. Apabila gejala mata kabur karena diabetes ini terus dibiarkan, maka bisa menyebabkan komplikasi pada mata bahkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Berbagai komplikasi mata akibat diabetes

Gangguan penglihatan merupakan gejala diabetes yang cukup umum dialami oleh penderita diabetes. Jika mulai mengalaminya, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter mata secara rutin.

Pasalnya, banyak diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) yang membiarkan kondisi ini sampai akhirnya berkembang menjadi komplikasi diabetes yang menyerang mata.

Gejala yang muncul bisa “hanya” berupa penglihatan yang kabur atau bahkan kebutaan. Berikut ini adalah berbagai komplikasi diabetes pada mata.

1. Glaukoma

mata terasa perih

Glaukoma adalah komplikasi diabetes pada mata yang cukup umum ditemui. Risiko diabetesi untuk mengalami glaukoma adalah sekitar 40 persen.

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh terlalu banyaknya cairan pada bola mata. Hal ini terjadi karena cairan di dalam mata tidak dapat mengalir dengan benar.

Penumpukan cairan akan mengganggu sistem kerja indra penglihatan Anda dengan menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah dan saraf-saraf mata. Inilah yang lama-kelamaan akan menyebabkan kerusakan saraf.

Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan hal yang Anda lihat ke otak akan terganggu. Awalnya gangguan mata karena diabetes ini akan menimbulkan padangan mata buram. Namun, jika diabaikan, lama-kelamaan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Beberapa tanda lain dari glaukoma adalah munculnya blind spot atau titik hitam yang melayang pada penglihatan tengah dan tepi Anda.

2. Katarak

Katarak adalah salah satu penyakit mata karena komplikasi diabetes yang memiliki gejala awal pandangan mata buram. Diabetesi memiliki risiko 60% lebih besar untuk terserang katarak dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gula darah tinggi.

Pada mata yang mengalami katarak, pandangan seolah-olah seperti tertutup kabut dan sering kali disertai gejala mata berair. National Institute of Diabetes menjelaskan bahwa komplikasi diabetes yang menyebabkan katarak terjadi karena penumpukan gula darah (sorbitol) pada lensa mata.

Metode penyembuhan yang dapat dilakukan untuk mengobati katarak adalah dengan melakukan operasi pengangkatan lensa yang mengalami katarak.

Nantinya, lensa yang mengalami katarak tersebut diganti dengan lensa implan. Prosedur menjalani operasi katarak cenderung aman dan hanya membutuhkan waktu satu hari.

Apa yang Terjadi Selama Operasi Katarak?

3. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik adalah komplikasi diabates yang menyerang retina mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal untuk diteruskan ke otak.

Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat pembuluh darah di belakang mata membengkak. Akibatnya, pembuluh darah mata menjadi tersumbat dan menghambat aliran darah.

Ketika pembuluh darah tersumbat, percabangan pembuluh-pembuluh darah baru akan terbentuk. Namun sayangnya, pembuluh darah baru ini lebih rapuh sehingga rentan pecah.

Saat pembuluh darah ini pecah, darah dapat memblok penglihatan. Kemudian terbentuklah jaringan parut pada retina. Jaringan parut pada retina ini selanjutnya dapat menarik lapisan retina hingga terlepas dari tempatnya.

Operasi laser sering kali digunakan untuk mengobati retinopati diabetik. Namun, retinopati diabetik juga dapat diobati dengan cara yang berbeda bergantung dengan perkembangan penyakitnya.

Obat suntik anti-VEGF dapat pun dapat membantu mengobati retinopati diabetik dengan memperlambat kebocoran pembuluh darah.

4. Edema makula diabetik

sakit kelenjar air mata

Edema makula diabetik adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh retinopati diabetik. Menurut American Diabetes Association, komplikasi diabetes pada mata ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada makula.

Makula merupakan salah satu bagian dari retina, posisinya terletak di belakang mata. Hampir seluruh fungsi penglihatan utama terpusat di makula sebab sel penerima cahaya (fotoreseptor) terkumpul di sini.

Ketika terjadi retinopati diabetik, pembuluh darah kapiler tidak dapat berfungsi dengan baik untuk mengatur sirkulasi cairan dari dalam dan keluar pembuluh darah. Akibatnya, cairan keluar dari pembuluh darah. Lama-lama, penumpukan cairan ini akan mengganggu fungsi makula.

Gejala edema makula diabetik bisa berbeda pada setiap orang, tergantung seberapa parah kerusakan pembuluh darah pada mata.

Namun gejala utama penyakit mata karena diabetes ini adalah penglihatan mata kabur, bergelombang, dan pandangan ganda. Terkadang juga bisa disertai dengan rasa sakit. Selain itu, diabetesi mungkin juga akan melihat floater atau bayangan yang melayang-layang.

Fotokoagulasi laser adalah pengobatan yang paling sering dilakukan untuk mengatasi edema makula. Jika dilakukan secara tepat, fotokoagulasi laser dapat mempertahankan ketajaman penglihatan pasien sehingga mengurangi risiko kebutaan permanen.

Meski begitu, prosedur ini jarang bisa memperbaiki penglihatan yang sudah terlanjur parah.

5. Ablasio Retina

Ablasio retina adalah kondisi ketika retina terlepas dari jaringan penyokongnyanya. Ketika retina lepas, retina terangkat atau tertarik dari posisi normal.

Kondisi ini dapat bermula dari retinopati diabetik. Penumpukan cairan karena retinopati dapat menyebabkan retina mulai menarik diri dari dasar pembuluh darah kecil.

Penyakit mata karena diabetes ini di awal tidak menimbulkan rasa sakit, tapi menunjukan gejala pandangan mata buram, berbayang (pada satu atau kedua mata), dan kantung mata yang membesar.

Namun, gejala yang mengganggu biasanya muncul saat kerusakan retina sudah semakin parah. Jika tidak segera diobati, ablasi retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Operasi fotokoagulasi atau cryopexy merupakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi komplikasi diabtes pada mata ini.

Namun, tidak semua operasi berhasil mengembalikan penglihatan yang normal. Masih terdapat risiko untuk mengalami penurunan penglihatan atau bahkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Jika Anda mengalami gangguan penglihatan karena diabetes ditandai dengan pandangan mata kabur, segera konsultasi ke dokter mata dan terapkan pola hidup sehat yang bertujuan menjaga kadar gula darah tetap normal.

Semakin dini Anda mencegah, peluang Anda untuk terhindar komplikasi diabetes pun semakin besar.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sattar, N., Welsh, P., & Preiss, D. (2015). The insulin resistance syndrome. International textbook of diabetes mellitus. 4th edn. Chichester: Wiley Blackwell, 339-412. Downloaded from https://www.wiley.com/en-us/International+Textbook+of+Diabetes+Mellitus%2C+2+Volume+Set%2C+4th+Edition-p-9780470658611

Joanna M. Tarr, Kirti Kaul, Katarzyna Wolanska. (2013). Retinophaty in Diabetes. Diabetes: An Old Disease, a New Insight771, 88. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-5441-0_10

American Diabetes Association. (2020). Eye Complications. Retrieved 14 August 2020, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/eye-complications

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2020). Diabetic Eye Disease. Retrieved 14 August 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/diabetic-eye-disease#:~:text=Diabetic%20eye%20disease%20is%20a,poor%20vision%20or%20even%20blindness.

National Eye Institute. (2020). Macular Edema. Retrieved 14 August 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/macular-edema

National Eye Institute. (2020). Cataracts. Retrieved 14 August 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/cataracts

National Eye Institute. (2020). Glaucoma. Retrieved 14 August 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/glaucoma

Mayo Clinic. (2020). Diabetic macular edema. Retrieved 14 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/multimedia/diabetic-macular-edema/img-20124558

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 08/09/2020
x