home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Diabetes dapat memengaruhi setiap bagian tubuh, termasuk kulit. Jika Anda mengalaminya, tak perlu khawatir. Masalah kulit gatal karena diabetes ini sebetulnya bisa diatasi dengan mudah mulai dari penggunaan krim atau salep hingga mengatur asupan makanan. Ketahui cara menghilangkan gatal di kulit akibat diabetes dari penjelasan berikut ini.

Kenapa diabetes membuat kulit kering dan gatal?

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Tanpa disadari, perubahan gula darah ini dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Gula darah tinggi akan mengubah cara kerja sistem saraf dan memproduksi lebih banyak zat sitokin dalam tubuh. Sitokin sendiri adalah hormon tubuh yang jika diproduksi berlebihan dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi.

Nah, akibat produksi sitokin berlebih, kulit akan menunjukkan reaksi peradangan. Reaksi sitokin berlebih karena diabetes inilah yang membuat kulit penderita diabetes menunjukan ciri-ciri kering, pecah-pecah, dan gatal.

Ciri-ciri gatal pada kulit akibat diabetes

Perbedaan gatal pada kulit akibat diabetes dengan gatal-gatal biasa ditandai dengan kulit yang berubah menghitam dan menebal. Tekstur kulit pun menjadi kasar dan bersisik, seperti beludru.

Menurut American Diabetes Association (ADA), gejala masalah kulit yang khas dari diabetes ini disebut dengan akantosis nigrikans. Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas atau resistensi insulin, gejalanya mulai muncul pada tahap prediabetes.

Selain itu, kadar gula darah yang lebih tinggi pada diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit tangan, kaki, hingga area organ intim. Oleh karena itu, gatal diabetes lebih sering disertai dengan infeksi jamur atau bakteri di kulit dibandingkan saat mengalami rasa gatal biasa.

Semestinya jamur dan bakteri ini tumbuh secara alami dan normal pada kulit. Akan tetapi, tingginya kadar glukosa dalam darah membuat bakteri tumbuh cepat dan mulai menginfeksi kulit.

Jika gula darah tidak dikendalikan, perlahan masalah kulit pada diabetes ini dapat menimbulkan komplikasi diabetes berupa penyakit kulit seperti dermotapi diabetik dan xanthomatosis eruptif.

Cara menghilangkan gatal di kulit akibat diabetes

Kulit kering dan gatal karena diabetes sering kali membuat Anda tergoda untuk menggaruknya, Namun, segatal apa pun, sebaiknya jangan digaruk. Bukan meredakan gatal, menggaruk kulit dengan keras justru dapat melukai kulit dan memicu infeksi berkepanjangan.

Apalagi, orang dengan jenis diabetes tertentu rentan memiliki luka diabetes yang susah sembuh. Jika kulit digaruk terlalu keras, ada kemungkinan muncul luka yang bekasnya sulit dihilangkan.

Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi kulit gatal karena diabetes:

1. Pakai krim pelembap

Setelah selesai mandi, gunakan pelembap berbentuk krim atau salep untuk mengatasi gatal karena diabetes. Memakai pelembap atau lotion saat kulit masih basah jauh lebih bermanfaat ketimbang saat kulit sudah kering.

Pelembap dapat membantu mengunci kadar air di kulit yang masih basah. Dengan ini, risiko gatal-gatal karena diabetes pun dapat berkurang.

Untuk mengatasi gatal akibat diabetes, pilihlah krim atau salep pelembab yang mengandung urea dan emollient. Dua bahan tersebut dapat melembutkan dan melembapkan kulit serta meringankan rasa gatal dan pengelupasan.

Selain dengan pelembap yang dijual di pasaran, Anda sebetulnya juga bisa memanfaatkan beberapa bahan alami di rumah untuk mengatasi kulit kering dan gatal karena diabetes, seperti oatmeal, gel lidah buaya, susu, atau minyak zaitun.

Cukup oleskan bahan alami tersebut pada area kulit yang gatal, lalu diamkan selama 10-15 menit. Lakukan secara rutin sebelum mandi untuk hasil yang maksimal.

2. Jangan mandi terlalu lama

Sebetulnya, air merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk mengembalikan kelembapan kulit dan mengatasi kulit kering. Akan tetapi, mandi terlalu lama, misalnya lebih dari 15 menit, justru bisa membuat kulit penderita diabetes lebih kering dan memicu rasa gatal.

Apalagi kalau Anda sering mandi pakai air panas, kebiasaan ini dapat melebarkan pori-pori dan mengikis minyak alami yang dibutuhkan kulit.

Beberapa ahli mengatakan bahwa lama waktu mandi yang ideal adalah setidaknya 5-10 menit saja. Gunakan air hangat, jangan terlalu panas ataupun dingin, untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

3. Gunakan tea tree oil

Tea tree oil memiliki kandungan yang dapat meredakan kulit gatal karena diabetes. Selain itu, zat-zat yang terdapat di dalam tea tree oil juga dapat mengurangi peradangan (antiinflamasi).

Sebuah studi dari The Archives of Dermatological Research membandingkan penggunaan zinc oxide dengan clobetasone butyrate yang terdapat di tea tree oil pada penderita dermatitis.

Hasilnya? Tea tree oil dinilai jauh lebih baik dalam mengurangi reaksi-reaksi alergi pada penderita dermatitis dibanding dengan obat oles atau salep gatal lainnya.

4. Atur pola makan

manfaat omega 3

Asupan makanan yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan kulit penderita diabetes sehingga bisa meredakan ataupun mencegah rasa gatal. Kunci pentingnya adalah perbanyak asupan asam lemak omega-3 dalam menu makanan Anda.

Kebutuhan asam lemak omega-3 ini bisa Anda dapatkan lewat sejumlah makanan berikut ini:

  • Ikan berlemak, contohnya salmon, tuna, sarden, makerel
  • Biji rami dan olahan minyaknya
  • Tahu
  • Biji chia
  • Sayuran tertentu, misalnya bayam dan daun selasih

Anda juga dapat minum smoothie alpukat setiap hari supaya kulit Anda tetap sehat. Selain rasanya enak, alpukat mengandung lemak tak jenuh yang dapat menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembap. Namun, jangan memberikan tambahan gula, ya.

5. Gunakan humidifier

Jika cuaca di luar cenderung dingin, pasanglah humidifier untuk membantu melembapkan udara dalam ruangan. Suhu dingin membuat kadar kelembapan menurun sehingga kulit berpotensi menjadi kering dan timbul gatal.

Kelima cara menghilangkan rasa gatal ini bisa langsung diterapkan ketika ciri gangguan kulit karena diabetes mulai muncul.

Selain itu, jalani juga pola hidup sehat untuk mengendalikan gula darah dengan berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan untuk diabetes. Jika Anda mampu menjaga gula darah tetap normal, maka gejala kulit kering dan gatal karena diabetes pun tentu akan lebih mudah dikendalikan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Duff, M., Demidova, O., Blackburn, S., & Shubrook, J. (2015). Cutaneous Manifestations of Diabetes Mellitus. Clinical Diabetes, 33(1), 40-48. https://doi.org/10.2337/diaclin.33.1.40

Rosen, J., & Yosipovitch, G. (2018). Skin Manifestations of Diabetes Mellitus. Mdtext.Com, Inc.. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK481900/

Wallengren, J. (2010). Tea tree oil attenuates experimental contact dermatitis. Archives Of Dermatological Research, 303(5), 333-338. https://doi.org/10.1007/s00403-010-1083-y

American Academy of Dermatology. (2020). Diabetes: 12 warning signs that appear on your skin. Retrieved 6 August 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/diabetes-warning-signs

American Diabetes Association. (2020). Skin Complications. Retrieved 6 August 2020, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/skin-complications

Cleveland Clinic. (2020). Diabetes & Skin Conditions: Causes, Treatment.Retrieved 6 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12176-diabetes-skin-conditions

Foto Penulis
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 6 hari lalu
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x