Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

4 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal karena Diabetes

    4 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal karena Diabetes

    Diabetes dapat memengaruhi setiap bagian tubuh, termasuk rasa gatal pada kulit. Masalah kulit gatal karena diabetes ini bisa Anda atasi dengan penggunaan krim atau salep hingga mengatur asupan makanan. Yuk, ketahui cara menghilangkan gatal akibat diabetes berikut ini.

    Kenapa diabetes membuat kulit kering dan gatal?

    kulit gatal gejala diabetes

    Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Tanpa disadari, perubahan gula darah ini dapat memengaruhi kesehatan kulit.

    Tingginya kadar gula darah dalam tubuh akan mengubah cara kerja sistem saraf yang akan memproduksi lebih banyak zat sitokin dalam tubuh.

    Sitokin merupakan salah satu hormon tubuh yang bila diproduksi berlebihan bisa menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi.

    Reaksi sitokin berlebih karena diabetes inilah yang membuat orang dengan diabetes dapat menunjukkan ciri-ciri, seperti kulit kering, pecah-pecah, dan gatal.

    Kadar gula darah tinggi juga menyebabkan tubuh lebih kekurangan cairan (dehidrasi) karena volume urine yang lebih banyak. Akibatnya, kulit berisiko menjadi lebih kering.

    Kondisi kulit kering juga disebabkan oleh komplikasi diabetes berupa neuropati otonom atau gangguan persarafan yang terjadi pada kelenjar keringat.

    Diabetes juga berpotensi menyebabkan sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah besar dan kecil pada seluruh tubuh.

    Nah, masalah kulit pada diabetes ini bisa menjadi pertanda awal adanya aliran darah yang berkurang pada kulit.

    Ciri-ciri kulit gatal karena diabetes

    Salah satu kelainan kulit khas yang ditemukan pada kondisi diabetes adalah akantosis nigrikan. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang berubah menghitam dan menebal.

    Menurut American Diabetes Association (ADA), akantosis nigrikans lebih umum terjadi pada penyandang diabetes tipe 2 dengan faktor risiko tertentu.

    Hal ini termasuk orang dengan diabetes yang juga mengalami obesitas atau resistensi insulin, gejalanya mulai muncul pada tahap prediabetes.

    Selain itu, kadar gula darah yang lebih tinggi pada diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit tangan, kaki, hingga area organ intim.

    Oleh karena itu, gatal diabetes lebih sering disertai dengan infeksi jamur atau bakteri di kulit dibandingkan saat mengalami rasa gatal biasa.

    Semestinya jamur dan bakteri ini tumbuh secara alami pada kulit. Akan tetapi, tingginya kadar glukosa dalam darah membuat bakteri tumbuh cepat dan mulai menginfeksi kulit.

    Jika gula darah tidak terkendali, perlahan masalah kulit ini dapat menimbulkan komplikasi diabetes berupa penyakit kulit, seperti dermopati diabetik dan xanthomatosis eruptif.

    Beragam cara menghilangkan kulit gatal karena diabetes

    Kulit kering dan gatal karena diabetes sering kali membuat Anda tergoda untuk menggaruknya.

    Namun segatal apa pun, sebaiknya jangan Anda garuk. Bukan meredakan gatal, menggaruk kulit dengan keras justru dapat melukai kulit dan memicu infeksi berkepanjangan.

    Apalagi, orang dengan diabetes rentan memiliki luka diabetes yang susah sembuh. Jika kulit digaruk terlalu keras, ada kemungkinan muncul luka yang bekasnya sulit dihilangkan.

    Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi kulit gatal karena diabetes yang dapat Anda lakukan dengan aman.

    1. Pakai krim pelembap

    Setelah selesai mandi, gunakan pelembap kulit berbentuk krim atau salep untuk mengatasi gatal karena diabetes. Memakai pelembap atau lotion saat kulit masih basah jauh lebih bermanfaat ketimbang saat kulit sudah kering.

    Pelembap dapat membantu mengunci kadar air pada kulit yang masih basah. Dengan ini, risiko gatal-gatal karena diabetes pun dapat berkurang.

    Sebaiknya, Anda memilih krim atau salep pelembap yang mengandung urea dan emollient. Dua bahan tersebut dapat melembutkan dan melembapkan kulit serta meringankan rasa gatal.

    Selain dengan pelembap yang tersedia di apotek, Anda sebetulnya juga dapat memanfaatkan beberapa bahan alami untuk mengatasi kulit kering dan gatal karena diabetes, seperti oatmeal, gel lidah buaya, susu, atau minyak zaitun.

    Cukup oleskan bahan alami tersebut pada area kulit yang gatal, lalu diamkan selama 10–15 menit. Lakukan secara rutin sebelum mandi untuk hasil yang maksimal.

    2. Jangan mandi terlalu lama

    Sebetulnya, air adalah salah satu cara yang paling mudah untuk mengembalikan kelembapan kulit dan mengatasi kulit kering.

    Akan tetapi, mandi terlalu lama, misalnya lebih dari 15 menit, justru bisa membuat kulit orang dengan diabetes lebih kering dan memicu rasa gatal.

    Apalagi kalau Anda sering mandi pakai air panas, di mana kebiasaan ini dapat melebarkan pori-pori dan mengikis minyak alami yang dibutuhkan kulit.

    Para ahli mengatakan bahwa lama waktu mandi yang ideal adalah setidaknya 5–10 menit saja. Gunakan air hangat, jangan terlalu panas ataupun dingin, untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

    3. Atur pola makan

    manfaat omega 3

    Asupan makanan untuk penyandang diabetes juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Pasalnya, hal ini bisa membantu meredakan ataupun mencegah rasa gatal.

    Kunci pentingnya adalah perbanyak asupan asam lemak omega-3 dalam menu makanan Anda.

    Kebutuhan asam lemak omega-3 ini bisa Anda dapatkan lewat sejumlah makanan, antara lain:

    • ikan berlemak, seperti salmon, tuna, sarden, dan makerel,
    • biji rami dan olahan minyaknya,
    • tahu,
    • biji chia, atau
    • sayuran tertentu, seperti bayam dan daun selasih,

    Selain itu, Anda dapat minum smoothie alpukat setiap hari supaya kulit Anda tetap sehat.

    Di samping rasanya enak, alpukat mengandung lemak tak jenuh yang dapat menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembap. Namun ingat, jangan memberikan tambahan gula.

    4. Gunakan humidifier

    Jika cuaca di luar cenderung dingin, pasanglah humidifier untuk membantu melembapkan udara dalam ruangan.

    Suhu dingin membuat kadar kelembapan menurun sehingga kulit berpotensi menjadi kering dan timbul gatal.

    Beberapa cara menghilangkan rasa gatal ini bisa langsung Anda terapkan ketika tanda-tanda gangguan kulit karena diabetes mulai muncul.

    Selain itu, Anda perlu menjalani pola hidup sehat untuk mengendalikan gula darah dengan berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan untuk diabetes.

    Jika Anda mampu menjaga gula darah tetap normal, maka gejala kulit kering dan gatal karena diabetes pun tentu akan lebih mudah dikendalikan.


    Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

    Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Skin Complications. American Diabetes Association. (2020). Retrieved 20 December 2021, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/skin-complications

    Diabetes: 12 warning signs that appear on your skin. American Academy of Dermatology. (2020). Retrieved 20 December 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/diabetes-warning-signs

    Diabetes & Skin Conditions: Causes, Treatment. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 20 December 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12176-diabetes-skin-conditions

    Rosen J, Yosipovitch G. Skin Manifestations of Diabetes Mellitus. MDText.com, (2018). Retrieved 20 December 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK481900/

    Duff, M., Demidova, O., Blackburn, S., & Shubrook, J. (2015). Cutaneous manifestations of diabetes mellitus. Clinical diabetes : a publication of the American Diabetes Association, 33(1), 40–48. https://doi.org/10.2337/diaclin.33.1.40

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui Dec 21, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD
    Next article: