Mengetahui Penggunaan Inkretin Mimetik untuk Pengobatan Diabetes Tipe 2

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Inkretin adalah hormon alami yang diproduksi tubuh. Hormon ini memberi tahu tubuh untuk melepaskan insulin setelah makan. Insulin bertugas menurunkan gula darah. Inkretin mimetik, yang juga dikenal sebagai reseptor agonis peptida mirip glucagon 1 (GLP-1), atau GLP-1 agonis digunakan pada pengobatan diabetes tipe 2, atau apabila Anda belum mampu mengontrol kadar gula darah dengan obat-obatan yang diminum. Obat ini diberikan melalui suntikan.

Inkretin mimetik terdiri dari 5 macam obat yang meliputi exenatida (2 kali suntik sehari), exenatida (1 kali suntik seminggu), Liraglutida (1 kali suntik per hari), Lixisenatida (1 kali suntik per hari), dan Dulaglutida (1 kali suntik seminggu).

Inkretin mimetik hanya digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2.

Cara kerja inkretin mimetik

Jenis obat ini bekerja dengan cara meningkatkan kadar hormon yang disebut inkretin. Hormon-hormon ini membantu tubuh memproduksi lebih banyak insulin hanya bila diperlukan dan mengurangi jumlah glukosa yang diproduksi hati ketika tidak diperlukan. Hormon-hormon tersebut mengurangi kecepatan pencernaan makanan dan mencegah lambung cepat kosong, serta dapat mengurangi nafsu makan.

Inkretin mimetik bekerja mirip seperti (meniru) hormon inkretin dalam tubuh dengan menurunkan gula darah setelah makan. Inkretin mimetik fungsinya:

  • Membuat pankreas melepaskan insulin ketika gula darah tinggi.
  • Mencegah pankreas melepaskan terlalu banyak glukagon. Glukagon adalah hormon yang menyebabkan hati melepaskan gula yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu memperlambat tingkat kecepatan pencernaan lambung, sehingga perut tidak cepat kosong. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak cepat lapar dan lebih kenyang setelah makan. Gula darah Anda tidak akan naik drastis setelah makan.

Apa efek samping penggunaan inkretin mimetik?

Hubungi 112 atau layanan darurat lainnya jika Anda mengalami:

  • Sesak nafas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah , atau tenggorokan
  • Tanda-tanda pankreatitis, seperti nyeri perut hebat dengan atau tanpa nyeri punggung serta muntah-muntah

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gatal-gatal
  • Tanda-tanda tumor tiroid, seperti sulit menelan atau bernafas atau berbicara, atau muncul benjolan pada leher Anda.

Efek samping umum akibat penggunaan obat ini, antara lain:

  • Mual dan sakit perut
  • Diare
  • Mulas dan mengalami gangguan pencernaan
  • Kurang nafsu makan

Yang harus diperhatikan

Biasanya mual akan lebih buruk selama beberapa minggu pertama pengobatan dan akan membaik seiring berjalannya waktu. Masalah mual mungkin akan berkurang saat Anda makan perlahan-lahan, minum lebih banyak air, dan makan makanan kecil yang mengandung sedikit lemak.

Ketika obat diberikan dalam formula extended-release, kemungkinan muncul benjolan kecil di area bekas suntikan. Perlahan-lahan benjolan ini hilang seiring menyerapnya obat ke dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

    Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    sindrom pura-pura sakit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit