11 Gejala Diabetes yang Bisa Dikenali Sejak Dini (Segera Periksa ke Dokter!)Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Banyak orang terlambat mengetahui kalau dirinya kena diabetes karena tidak mengenali apa saja ciri-ciri diabetes. Padahal semakin cepat Anda mendeteksi gejala diabetes, semakin besar pula peluang Anda terhindar dari komplikasinya yang berbahaya. Langsung simak gejala kencing manis berikut ini, yuk.

Gejala diabetes yang harus diwaspadai

Diabetes mellitus atau biasa disebut penyakit kencing manis dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ seperti mata, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan jantung. Menurut data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah kasus diabetes paling banyak diidap oleh penduduk usia 15 tahun ke atas, tapi hanya 30% saja yang sudah terdiagnosis.

Di Indonesia, diperkirakan juga pada tahun 2030 jumlah penderita diabetes mellitus akan mencapai 21,3 juta orang. Diabetes di Indonesia merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dengan persentase 6,7 persen setelah jantung (12,9%) dan stroke (21,1%). Berdasarkan data ini, maka deteksi awal diperlukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki risiko diabetes.

Berikut adalah berbagai ciri-ciri diabetes yang paling sering dikeluhkan. Gejala-gejala tersebut bisa saja sudah terasa, namun belum disadari bahkan terkadang diabaikan. Perhatikan kalau Anda, pasangan, orangtua, atau keluarga dekat lainnya mengalami gejala diabetes di bawah ini dan segera periksakan ke dokter.

1. Sering buang air kecil

frekuensi buang air kecil dalam sehari infeksi saluran kencing

Apakah akhir-akhir ini Anda sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil? Jika ya, Anda harus hati-hati. Pasalnya, sering beser atau selalu ingin buang air kecil bisa jadi ciri-ciri diabetes. Apalagi kalau Anda sering sampai terbangun di tengah malam untuk buang air kecil.

Idealnya, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah. Sayangnya, karena kadar gula darah orang dengan diabetes terlampau tinggi, maka ginjal tidak bisa menyerap semua gula yang ada di dalam tubuh. Hal ini membuat ginjal bekerja keras untuk menyaring dan mengeluarkan kelebihan gula darah tersebut melalui urin.

Dampaknya, air kencing yang dihasilkan lebih kental, sehingga otomatis ginjal akan mengambil lebih banyak cairan dari tubuh untuk mengencerkannya. Nah, di saat inilah tubuh Anda akan mengirimkan sinyal haus ke otak. Dengan begitu, Anda akan lebih banyak minum.

Namun karena Anda banyak minum, maka tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan kelebihan cairan tersebut  dengan membuat Anda lebih sering kencing. Jika Anda sering buang air kecil lebih dari tujuh kali seharimaka segera berkonsultasi ke dokter. 

2. Gampang haus

sering haus

Selain sering buang air kecil, biasanya gejala diabetes yang khas lainnya adalah gampang haus meskipun sudah cukup minum. Hal ini terjadi karena tubuh Anda membutuhkan asupan cairan lebih banyak untuk menggantikan air yang terbuang lewat urin.

Jadi begini, ketika Anda terkena diabetes, glukosa akan menumpuk di dalam darah Anda. Kadar gula yang tinggi ini memaksa ginjal untuk bekerja ekstra keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan gula.

Pada saat kadar gula sangat tinggi dan terus-terusan menumpuk di dalam darah, ginjal tidak dapat melanjutkan proses penyaringan dengan optimal. Akibatnya, ginjal akan menghasilkan banyak urin dari biasanya. Inilah yang membuat Anda merasa sangat haus karena Anda sudah kehilangan banyak air.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini dan mencurigai mengalami beberapa ciri-ciri diabetes tersebut, segeralah cek kadar gula darah Anda. Apabila gula darah Anda normal tetapi Anda sering merasa haus dan buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

3. Cepat lapar

Cepat lapar adalah ciri-ciri diabetes lainnya yang perlu diwaspadai. Apalagi kalau Anda sering merasa lapar padahal baru saja makan berat. Coba segera cek kadar gula darah Anda.

Di dalam tubuh, makanan diubah menjadi glukosa. Glukosa akan digunakan sebagai sumber energi bagi setiap sel, jaringan, dan organ tubuh Anda. Nah, hormon insulin bertanggung jawab untuk menjalankan proses ini.

Kalau tubuh Anda gagal memproduksi insulin atau tidak merespon hormon insulin dengan baik, kebutuhan energi Anda pun tidak akan terpenuhi meskipun Anda sudah makan. Akibatnya, Anda merasa lapar lagi karena tubuh Anda merasa belum mendapatkan sumber glukosa.

Polifagia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan rasa lapar yang berlebihan atau peningkatan nafsu makan yang tidak biasa.

4. Berat badan turun drastis

diet yang ampuh

Tidak sedang diet tapi berat badan turun terus? Bisa jadi itu ciri-ciri diabetes.

Secara umum, berat badan Anda ditentukan oleh sejumlah faktor termasuk usia, asupan kalori, dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Ketika sudah berada di usia dewasa, berat badan Anda relatif stabil dari tahun ke tahun. Meski begitu, penurunan atau penambahan beberapa kilogram masih bisa saja terjadi, dan itu merupakan hal yang normal.

Namun, ketika tiba-tiba berat badan Anda menurun secara drastis, yaitu sekitar lebih dari 5 persen dari berat badan total Anda, Anda perlu waspada. Pasalnya, ini bisa jadi tanda kalau Anda mengalami kondisi medis tertentu. Salah satunya diabetes. Ya, penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas bisa jadi gejala diabetes.

Pada orang dengan diabetes, produksi insulin yang tidak memadai membuat tubuh mengambil sumber energi lain, misalnya dari protein. Ketika hal ini terjadi, tubuh mulai memecah lemak dan otot untuk dijadikan energi. Nah, pemecahan otot dan lemak inilah yang membuat Anda mengalami penurunan berat badan. 

Perlu diketahui bahwa otot yang ada di dalam tubuh Anda menyumbang berat badan rata-rat pada pria sebanyak 45 persen, sementara pada wanita 36 persen.

5. Kulit kering

alergi benzoil peroksida kulit kering gatal

Faktanya, penyakit gula juga bisa memengaruhi kondisi kulit penderitnya, lho. Sejumlah orang yang memiliki penyakit ini sering mengalami kulit kering sampai gatal, bersisik, atau pecah-pecah. Bahkan, menurut American Diabetes Association, 1 dari 3 orang akan mengalami ciri-ciri diabetes seperti kulit kering dan gatal.

Hal ini disebabkan karena tubuh Anda yang kehilangan banyak cairan lewat urin. Akibatnya, kulit pun jadi kehilangan kelembapan alaminya. Di samping itu, berkurangnya sensitivitas saraf dan terhambatnya sirkulasi darah para diabetesi (sebutan orang yang memiliki penyakit diabetes) membuat mereka lebih rentan mengalami berbagai masalah kulit. 

Ya, gula darah yang tinggi akan memengaruhi cara kerja sistem saraf dan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak zat sitokin. Produksi sitokin yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan di tubuh. Nah, reaksi peradangan inilah yang membuat kulit Anda terasa kering, gatal, dan pecah-pecah.

Sejumlah penyakit kulit yang banyak dialami oleh penderita diabetes di antaranya dermotapi diabetik dan xanthomatosis eruptif.

Selain itu, kadar insulin yang tinggi memicu produksi pigmen berlebih sehingga menimbulkan bercak hitam pada kulit.

ika ada perubahan yang terasa pada kulit, bisa saja menjadi gejala awal Anda memiliki diabetes. Perubahan bisa saja ditandai dengan kulit yang menjadi gelap, bersisik, hingga muncul keriput dini.

6. Luka yang lama sembuhnya

merawat borok pada penderita diabetes

Infeksi, bekas gigitan serangga, memar, atau luka di kulit yang tak kunjung sembuh bisa jadi salah satu gejala diabetes. Tingginya kadar gula darah para diabetesi menyebabkan dinding pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras. 

Akibatnya, aliran darah kaya oksigen dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat. Padahal, bagian tubuh yang mengalami luka sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah supaya lekas sembuh.

Nah, hal inilah yang membuat sel-sel tubuh kesulitan untuk memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak. Hasilnya, penyembuhan luka terbuka para diabetesi cenderung lebih lambat.

Selain itu, ini juga diperparah dengan menurunkan sistem kekebalan tubuh para diabetesi. Ya, kadar gula darah yang terlampau tinggi pada orang dengan diabetes membuat sel-sel tubuh yang bertugas untuk menjaga sistem imun melemah, sehingga luka sedikit saja bisa jadi infeksi parah yang sulit diobati.

7. Gangguan penglihatan

penglihatan menurun setelah melahirkan

Penglihatan Anda memang akan terus mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Namun, jika Anda sering mengeluhkan gangguan penglihatan seperti penglihatan karbur, buram, atau keruh sejak usia muda, Anda harus waspada. Pasalnya, gejala diabetes juga bisa menyebabkan kondisi tersebut.

Lagi-lagi, ini semua disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol. Ya, tingginya glukosa darah para diabetesi dapat menyebabkan kerusakan saraf serta perdarahan di pembuluh darah mata. Jika kondisi ini dibiarkan terus-terusan, maka akan berdampak langsung pada kemampuan mata untuk melihat.

Retinopati diabetik merupakan salah satu bentuk komplikasi diabetes pada mata yang sering terjadi.Pandangan kabur pada diabetesi biasanya berasal dari gangguan lensa (katarak) atau gangguan saraf mata (retinopati diabetikum).

Kondisi gula darah yang cukup tinggi dapat memicu penumpukan protein di dalam lensa mata sehingga terjadinya proses katarak. Gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata terganggu bahkan pecah sehingga saraf mata (retina) tidak dapat bekerja dengan baik.

Dalam kasus yang parah, orang dengan diabetes juga bisa mengalami katarak, glaukoma, bahkan kebutaan permanen.

8. Kesemutan

kesemutan

Sering tiba-tiba kesemutan, kebas, atau muncul sensasi dingin yang menggelitik pada tangan dan kaki? Atau tangan dan kaki mudah bengkak? Bisa jadi itu merupakan gejala diabetes. Apalagi jika Anda sering mengalami kesemutan dalam waktu yang lama. 

Memang sih, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kesemutan. Namun, dalam banyak kasus, kesemutan di tangan maupun kaki yang berlangsung lama dan berulang bisa jadi tanda kerusakan saraf yang diakibatkan oleh penyakit sistemik seperti diabetes. Sekitar 2 dari 3 orang yang terkena diabetes diketahui memiliki kerusakan saraf yang ringan hingga parah.

Dalam istilah medis, kerusakan saraf ini disebut dengan neuropati perifer. Seiring waktu, neuropati perifer dapat memburuk, mengakibatkan penurunan gerak, bahkan kecacatan.

Gejala seperti ini biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami diabetes selama 5 tahun atau lebih.

9. Lemas

lemas saat puasa

Pengidap diabetes tahap awal biasanya mengeluhkan badan terasa lemas dan tidak bertenaga. Ada dua alasan terkuat yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Selain karena ketidakseimbangan kadar glukosa darah dalam tubuh seseorang, kondisi ini juga bisa disebabkan karena insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif atau tidak dihasilkan secara cukup. Insulin sendiri diperlukan untuk mengangkut glukosa dari darah ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Ketika pankreas tidak bisa menghasilkan insulin dengan cukup atau insulin yang dihasilkan tidak bisa bekerja secara efektif, artinya gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak menerima asupan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya secara optimal, Anda pun merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

Biasanya ciri-ciri diabetes ini terjadi setelah makan.

10. Infeksi jamur atau bakteri

kaki gatal

Tubuh orang yang mengidap diabetes jadi jauh lebih rentan kena berbagai jenis infeksi. Misalnya infeksi jamur dan bakteri. Hal ini bisa terjadi karena karena kadar glukosa darah yang relatif tinggi menghambat respon sistem imun untuk melawan berbagai bakteri dan jamur penyebab penyakit. 

Bagi kuman dan bakteri, kadar gula yang tinggi ini justru memberikan keuntungan karena hal tersebut miningkatkan kemampuan kuman untuk tumbuh dan menyebar lebih cepat. Ya, para kuman-kuman ini malah mendapatkan energi tambahan untuk menyerang Anda.

Selain itu, gula yang tidak terkontrol juga menghambat aliran darah ke setiap sudut permukaan tubuh, termasuk yang memiliki luka. Akibatnya, jika Anda memiliki luka terbuka, infeksi jadi lebih lambat untuk sembuh.

Beberapa infeksi jamur atau bakteri yang sering menyerang para diabetesi di antaranya infeksi ragi vagina, kutu air, infeksi saluran kencing, dan lain sebagainya. Jika Anda khawatir mengalami gejala diabetes yang satu ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

11. Gusi merah dan bengkak

gusi berdarah

Diabetes dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan kemampuan Anda untuk melawan infeksi sehingga meningkatkan risiko infeksi pada gusi dan rahang gigi Anda. Gusi Anda dapat bengkak atau mungkin mengalami luka dan berdarah.

Konsultasi ke dokter jika curiga mengalami ciri-ciri diabetes

cara memilih dokter internis terbaik

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala kencing manis di atas, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter.

Hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah menanyakan riwayat kesehatan dan memeriksa kondisi Anda secara menyeluruh.  Setelah itu, dokter dan tenaga kesehatan biasanya akan meminta Anda untuk melakukan tes gula darah untuk memantapkan diagnosis.

Pemeriksaan gula darah atau tes glukosa darah adalah tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah glukosa (gula) dalam darah Anda. Selain dilakukan oleh dokter, sebenarnya Anda bisa cek gula darah sendiri di rumah karena kini sudah banyak alat cek gula darah yang dijual di pasaran. 

Jika diperlukan, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu mengendalikan gejala diabetes. Salah satu obat yang sering diresepkan dokter untuk mengendalikan kadar gula darah adalah metformin.

Bagi Anda yang sudah diresepkan obat diabetes oleh dokter, Anda harus mengonsumsi obat tersebut secara rutin. Jika tidak mengonsumsi obat diabetes seperti yang telah dianjurkan dokter, gula darah justru akan semakin tidak terkendali dan Anda pun berisiko tinggi terkena komplikasi diabetes.

Sementara suntik insulin biasanya akan dijadikan pilihan terakhir dalam pengobatan diabetes. Ya, tidak semua orang yang memiliki penyakit diabetes perlu mendapatkan suntik insulin. Bila kadar gula darah Anda bisa dikendalikan hanya dengan penggunaan obat diabetes dan perubahan gaya hidup sehat, maka dokter tidak akan menganjurkan pasiennya untuk suntik insulin.

Tips hidup sehat untuk mengendalikan gejala diabetes

makanan untuk yang punya endometriosis

Semakin dini gejala diabetes terdeteksi, maka pengobatan yang akan dilakukan dokter dapat semakin mudah. 

Jangan lupa. Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup juga sangat berperan penting dalam mengendalikan gejala diabetes. Mulailah menjalani hidup sehat dengan cara:

1. Menjaga pola makan

Jika Anda termasuk yang berisiko tinggi terkena penyakit diabetes, maka Anda harus memerhatikan dengan cermat segala makanan yang Anda konsumsi. Pilihlah jenis makanan yang bernutrisi dan bergizi tinggi.

Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Perhatikan juga porsi makan Anda. Makanlah dalam porsi yang sedikit tapi sering. 

2. Rutin olahraga

Selain menjaga pola makan, rutin olahraga juga tak kalah pentingnya. Ingat, salah satu faktor risiko utama penyakit diabetes adalah malas gerak. Olahraga dapat membantu menurunkan atau menjaga berat badan. Aktivitas fisik juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga gula darah tetap terkendali.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang sehat usia 18-64 tahun untuk melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit per minggu. Hal ini mengharuskan Anda untuk olahraga setidaknya 3 kali seminggu dengan durasi 50 menit per hari.

Tak perlu melakukan aktivitas fisik yang berat, karena olahraga dengan intensitas ringan saja sudah cukup. Satu hal yang terpenting, Anda aktif bergerak setiap hari. Jalan santai, berenang, bersepeda, dan yoga merupakan beberapa pilihan olahraga yang bisa Anda coba.

3. Hindari stres

Stres mental maupun fisik dapat menyebabkan kadar gula dalam darah Anda melonjak naik. Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, maka dapat menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi ketika insulin tidak dapat bekerja secara efektif, sehingga menyebabkan gula darah jadi tidak terkendali.

Kabar baiknya, stres bisa diredakan dengan melakukan hal-hal sederhana, misalnya melakukan kegiatan yang Anda sukai, berlatih teknik pernapasan, atau meditasi.

Baca Juga:

Sumber