Benarkah Susu Protein Bisa Bikin Jerawatan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menurut studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology, orang-orang yang meminum susu lebih dari 3 gelas perhari mengalami masalah jerawat lebih banyak dibanding yang hanya meminum 1 gelas susu per hari. Lalu, apakah benar susu protein menyebabkan jerawat yang lebih parah?

Kandungan whey protein di dalam susu protein menyebabkan jerawat

Jerawat adalah kondisi peradangan karena sebum atau kelenjar minyak di kulit wajah ‘terjebak’ di dalam pori-pori dan menyumbat pori-pori wajah.

Hal ini memungkinkan bakteri untuk tumbuh di dalam folikel sebasea, folikel rambut yang berhubungan langsung dengan kelenjar sebasea, dan menjadi tempat penampungan sebum/minyak. Folikel sebasea yang meradang akan menjadi penyebab timbulnya jerawat.

Tidak hanya bakteri yang disebabkan oleh tersumbatnya sebum di kulit wajah yang bisa menyebabkan peradangan dan menimbulkan jerawat. Susu protein juga bisa menyebabkan peradangan dan membuat kulit wajah Anda menjadi semakin buruk.

Kandungan whey protein di dalam susu protein disinyalir dapat memicu jerawat. Mengapa? Karena hormon yang membantu mendorong perkembangan otot, juga membantu memproduksi sebum dan membantu pertumbuhan sel kulit secara bersamaan. Hal inilah yang membuat susu protein menyebabkan jerawat.

Bagaimana whey protein dapat menyebabkan jerawat

Whey protein yang ada di dalam kandungan susu protein dapat menyebabkan jerawat. Hal ini berkaitan dengan hormon yang dikenal dengan insulin like growth factor 1 atau IGF-1. IGF-1 adalah hormon pertumbuhan yang dapat mempercepat pertumbuhan otot, namun, hormon ini juga menyebabkan munculnya jerawat.

Penelitian telah menemukan keterkaitan antara hormon IGF-1 dengan produksi sebum. Tingkat IGF-1 yang lebih tinggi dapat menyebabkan produksi sebum yang lebih banyak lagi. Sehingga semakin tinggi tingkat IGF-1, semakin banyak produksi sebum yang dihasilkan. Meminum susu protein dapat meningkatkan hormon IGF-1.

Hormon IGF-1 juga mengurangi faktor turunan FOXO1 di sel-sel kulit. Kulit yang cenderung berjerawat sudah kekurangan FOXO1, yang berkaitan erat dengan faktor penyebab jerawat seperti sensitivitas hormon androgen, produksi sebum, pertumbuhan sel kulit berlebih, dan terlalu banyak keratin. Kebiasaan meminum susu protein yang mengurangi FOXO1 ini dapat memperburuk kondisi kulit.

Tips aman minum susu protein tanpa menyebabkan jerawat

Mengonsumsi susu protein adalah salah satu cara untuk mengatur berat badan. Whey protein yang ada di dalam susu protein merupakan nutrisi yang baik untuk membantu mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian dari Universitas Illinois menunjukkan bahwa kandungan asam amino esensial leusin pada whey protein dapat menjaga otot dan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Meskipun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa susu protein menyebabkan jerawat, namun tidak dapat dipastikan apakah mereka yang tidak memiliki masalah jerawat, akan jadi jerawatan atau tidak setelah minum susu protein, karena penyebab utamanya adalah dari hormon masing-masing orang, yang tentu memiliki reaksi hormon berbeda-beda pada.

Tetapi untuk mencegah munculnya jerawat karena mengonsumsi susu protein, ikuti tips berikut ini.

  • Konsultasikan ke dokter kulit apakah jerawat yang muncul merupakan akibat dari susu protein atau bukan.
  • Bila minum susu protein, minumlah secukupnya. Jangan terlalu sering karena ada yang dapat menyebabkan peradangan.
  • Jika Anda merasa setelah minum susu protein kulit wajah Anda cenderung jadi berjerawat, Anda bisa hentikan atau kurangi porsi minum susu protein Anda, menjadi 1 kali sehari atau 2 hari sekali.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca