7 Mitos Cacar Air yang Tak Perlu Dipercaya Lagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cacar air adalah penyakit menular yang bisa menyerang semua kelompok usia. Gejala yang timbul berupa ruam dan gatal pada kulit, demam ringan, hingga munculnya lenting pada seluruh tubuh dan wajah. Banyak mitos yang beredar yang membuat orang salah kaprah tentang cara. Nah, apa saja ya mitos dan fakta seputar penyakit cacar air?

Mitos dan fakta cacar air

Anda pastinya sering mendengar bahwa orang yang pernah terkena cacar air tidak akan terjangkit untuk kedua kalinya. Duh, benar tidak ya kabar tersebut? Adakah mitos lain yang seharusnya tidak Anda percayai? 

1. Jika sudah pernah kena, tidak akan cacar lagi

cacar air

Hal ini adalah mitos yang paling banyak dipercayai. Katanya, penyakit cacar air hanya berlaku satu kali seumur hidup. Pada kenyataannya, ketika Anda atau anak Anda terkena cacar air, tubuh akan memproduksi immunoglobulin. Antibodi ini berfungsi untuk melawan virus cacar air seumur hidup Anda.

Akan tetapi, tidak semua orang akan memproduksi antibodi yang sama persis, sehingga bisa saja cara kerja dan efektivitasnya berbeda. Dilansir dari healthline.com Anda mungkin mengalami cacar untuk kedua kalinya pada kondisi: 

  • Cacar air yang pertama kali Anda alami pada usia kurang dari 6 bulan 
  • Kondisi cacar air yang pertama sangatlah ringan
  • Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah agar mengetahui apakah Anda beresiko terkena penyakit ini lagi.

2. Menggaruk dapat meninggalkan bekas luka

berhenti menggaruk kulit

Salah satu gejala yang paling mengganggu pada cacar air adalah kulit gatal. Namun, Anda mungkin akan menahan rasa gatal itu karena percaya bahwa menggaruk lenting hanya akan meninggalkan bekas luka yang susah hilang. 

Faktanya, hal tersebut hanya berlaku untuk orang yang menggaruk daerah yang sama berulang kali. Ketika hal itu terjadi, mungkin saja lenting cacar terifeksi bakteri. Hal inilah yang jika tidak diobati akan menimbulkan bekas luka.

Oleh karena itu, sebenarnya menggaruk lenting ketika cacar memang tidak apa-apa, asalkan tidak terlalu sering. Nah untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Mandi dengan campuran oatmeal dan menggunakan sabun ringan, seperti sabun bayi.
  • Mengompres daerah yang gatal dengan kain yang sudah disiram air dingin.
  • Mengoleskan lotion yang dianjurkan oleh dokter.

3. Cacar air tidak berbahaya

Faktanya, masih banyak yang percaya mitos bahwa cacar air bukanlah penyakit berbahaya. Padahal, 1 dari 20 anak rentan terkena infeksi telinga akibat penyakit ini. Selain itu, terdapat komplikasi lain yang harus diperhatikan oleh Anda saat Anda atau anak Anda terkena cacar air.

  • Pneumonia dan gangguan pernapasan lainnya.
  • Kehilangan koordinasi otot
  • Trombositopenia
  • Berkembangnya gejala herpes zoster
  • Miokarditis

Tentu saja mitos dan fakta cacar air ternyata bertolak belakang, sehingga Anda tetap harus waspada terhadap kondisi ini.

4. Tidak akan kena herpes zoster jika pernah cacar air

penyakit herpes zoster cacar ular cacar api

Herpes zoster disebabkan oleh virus yang juga membuat Anda terkena cacar air. Setelah itu, virus tersebut akan tetap tinggal di tubuh Anda meskipun tidak berefek apapun terhadap kesehatan Anda.

Akan tetapi, jika sistem imun Anda sedang lengah, virus tersebut bisa aktif kembali dan menyebabkan Anda terkena herpes zoster. Sekitar 1 dari 5 orang yang pernah mengalami cacar air ternyata juga menderita herpes zoster setelahnya.

5. Hanya orang dewasa yang rentan herpes zoster

Tunggu dulu, mitos ini tidak sepenuhnya benar. Setiap orang dari segala usia memiliki peluang untuk terkena penyakit ini. Bahkan, anak yang berusia dibawah 12 bulan juga mempunyai resiko terjangkit herpes zoster. Akan tetapi, memang herpes zoster atau cacar api ini biasanya diderita oleh orang yang berumur lebih dari 50 tahun.

6. Setiap anak harus kena cacar air

bintik cacar air

Di atas sudah dijelaskan bahwa cacar air termasuk penyakit menular berbahaya karena bisa memunculkan komplikasi. Nah, kalau setiap anak harus terkena cacar air, Anda tidak tahu kan kalau sistem kekebalan tubuhnya kuat atau tidak? Hal ini berlaku kepada bayi berusia di bawah satu bulan, anak-anak dengan penyakit autoimun, seperti HIV, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi.

Oleh karena itu, semuanya sangat bergantung kepada sistem kekebalan tubuh masing-masing individu. Jika melemah, justru penyakit cacar air akan lebih membahayakan kesehatan mereka.

7. Pakai lotion calamin untuk mengatasi gatal cacar air

perawatan-diri-pada-eksim

Faktanya, lotion calamin tidak lagi dianjurkan oleh dokter karena bisa membuat kulit menjadi lebih kering. Krim atau gel yang mengandung anti-histamin justru membantu meringankan gejala tersebut. Akan tetapi, jangan lupa untuk bertanya dulu kepada dokter apakah Anda boleh memakainya atau tidak.

Nah, setelah Anda mengetahui mitos dan fakta seputar cacar air, sekarang tidak ada alasan lagi bukan untuk terkecoh dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya? Jika Anda mendengar hal-hal yang tidak jelas kebenarannya mengenai penyakit ini, tanyakan kepada dokter Anda untuk mengetahui kebenarannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Selain anak-anak, beberapa orang dengan kondisi tertentu juga rentan terinfeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit herpes kulit adalah infeksi virus herpes simpleks dan varicella zoster. Ketahui faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalaminya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Lari Secepat Kilat

Pada kenyataannya, jika manusia lari secepat kilat bak Quicksilver atau The Flash, hal-hal mengerikan akan terjadi pada tubuh, seperti ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Wanita Tidak Boleh Makan Timun Saat Sedang Haid?

Apakah Anda sering mendengar mitos tentang tidak boleh makan timun saat haid? Memang apa efek yang mungkin terjadi? Simak penjelasan ilmiahnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

penyakit herpes

Herpes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit cacar air

Cacar Air

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat terong

5 Manfaat Terong untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
gambar gatal pada kulit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit