home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Terlalu Sering Dicukur, Ini Fungsi Bulu Kemaluan Bagi Kesehatan

Jangan Terlalu Sering Dicukur, Ini Fungsi Bulu Kemaluan Bagi Kesehatan

Seperti halnya rambut yang tumbuh pada kepala, bulu mata, dan bulu-bulu halus pada permukaan tangan Anda, bulu kemaluan juga memiliki fungsi tersendiri. Mencukur bulu kemaluan mungkin akan membuat Anda merasa lebih nyaman, tapi melakukannya terlalu sering justru bisa menghilangkan manfaatnya bagi kesehatan.

Beragam manfaat bulu kemaluan

Pada penelitian dalam The Journal of Sexual Medicine, sebanyak 95 persen responden mengaku pernah mencukur bulu kemaluannya.

Pilihan untuk mencukur bulu kemaluan tidaklah salah, tapi ada manfaat yang dapat hilang apabila Anda sering melakukannya.

Berikut adalah beragam fungsi bulu kemaluan bagi kesehatan:

1. Melindungi organ intim dari berbagai penyakit

Manfaat utama bulu kemaluan adalah melindungi vagina dari kotoran, debu, dan infeksi mikroba.

Beberapa mikroba bisa menyebabkan penyakit pada organ intim. Akan tetapi, bulu kemaluan yang tumbuh secara alami dapat melindungi Anda dari risiko tersebut.

Folikel yang merupakan tempat keluarnya bulu kemaluan juga mengeluarkan sejenis minyak yang disebut sebum.

Sebum membuat bakteri dan mikroba sejenisnya tidak bisa berkembang biak. Dengan demikian, fungsi lain dari bulu kemaluan adalah mencegah penyakit seperti:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi bakteri atau jamur ragi pada vagina
  • Beragam penyakit menular seksual
  • Selulitis (infeksi bakteri pada kulit)

2. Mengurangi gesekan pada organ intim

keluar asi saat berhubungan intim

Kulit area organ intim amat sensitif sehingga gesekan dan tekanan terus-menerus bisa menimbulkan iritasi.

Fungsi bulu kemaluan adalah mengurangi gesekan dan tekanan tersebut sehingga vagina tetap terlindungi, baik saat berhubungan intim maupun ketika melakukan aktivitas lain.

Bulu kemaluan bahkan kerap disebut sebagai pelumas kering.

Pasalnya, penis lebih mudah bergesekan dengan bulu kemaluan dibandingkan langsung dengan kulit vagina. Adanya bulu kemaluan akan mempermudah gesekan saat berhubungan intim.

3. Menambah gairah seksual

Bulu kemaluan disinyalir dapat memerangkap feromon, yakni senyawa yang diproduksi hewan untuk memikat hewan lainnya saat bereproduksi.

Mekanismenya pada manusia belum dipahami secara pasti, tapi feromon diduga bisa memicu gairah seks pasangan.

Tidak hanya itu, fungsi lain dari bulu kemaluan adalah menjaga organ intim tetap hangat. Bagi sejumlah orang, suhu organ intim yang hangat ternyata dapat meningkatkan gairah selama berhubungan seksual.

Tips sehat menumbuhkan bulu kemaluan

gatal sehabis mencukur

Tak bisa dipungkiri, bulu kemaluan masih sering dianggap sebagai suatu hal yang jorok dan perlu dihilangkan.

Padahal, kelebatan bulu kemaluan tidak menentukan kebersihan seseorang. Anda tetap bisa menumbuhkan bulu kemaluan yang bersih dengan menerapkan tips berikut:

  • Membersihkan bulu kemaluan dengan air. Jika menggunakan sabun, pilih sabun tanpa parfum yang tidak mengganggu keseimbangan bakteri normal pada vagina.
  • Membersihkan organ intim dari arah depan ke belakang.
  • Rutin membersihkan area bulu kemaluan dengan handuk yang bersih dan lembap.
  • Selalu mengeringkan area bulu kemaluan setelah membersihkannya.

Meski bulu kemaluan memiliki fungsi tersendiri bagi kesehatan, tidak ada salahnya untuk mencukurnya sesekali demi kenyamanan. Namun sebaiknya, jangan terlalu sering karena dapat menghilangkan fungsi tersebut.

Selama masih terasa nyaman, akan lebih baik bila Anda membiarkan bulu kemaluan tumbuh secara alami.

Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk mencukur bulu kemaluan, pastikan untuk melakukannya dengan cara yang tepat guna mencegah efek samping yang tidak diharapkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s the Purpose of Pubic Hair? And 8 Other FAQs. https://www.healthline.com/health/purpose-of-pubic-hair Diakses pada 21 Oktober 2019.

The Truth About Why You Have Pubic Hair. https://www.self.com/story/why-you-have-pubic-hair Diakses pada 21 Oktober 2019.

10 Facts Every Woman Needs to Know About Her Pubic Hair. https://www.health.com/sexual-health/pubic-hair-facts Diakses pada 21 Oktober 2019.

Removing Pubic Hair. https://youngwomenshealth.org/2013/08/22/removing-pubic-hair/ Diakses pada 21 Oktober 2019.

Butler, S., Smith, N., Collazo, E., Caltabiano, L. and Herbenick, D. (2015). Pubic Hair Preferences, Reasons for Removal, and Associated Genital Symptoms: Comparisons Between Men and Women. The Journal of Sexual Medicine, 12(1), pp.48-58.

What’s the Purpose of Pubic Hair? https://www.healthline.com/health/purpose-of-pubic-hair#tips-for-overall-hygiene accessed on November 25th 2019

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 28/11/2019
x