home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gatal Akibat Gigitan Serangga, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Gatal Akibat Gigitan Serangga, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Gigitan serangga dapat menyebabkan gatal, kemerahan, dan rasa sakit pada kulit. Kebanyakan efek ini bersifat ringan dan membaik dalam beberapa jam. Lantas, bagaimana cara mengobati gatal gigitan serangga yang dapat Anda lakukan?

Kenapa kulit gatal akibat gigitan serangga?

Sengatan atau gigitan serangga, seperti semut, nyamuk, kutu, dan lebah bisa menyebabkan reaksi ringan seperti kulit gatal yang disertai benjolan kemerahan.

Kondisi ini umum terjadi, tetapi risikonya akan lebih tinggi saat Anda beraktivitas di luar ruangan.

Beberapa serangga menyuntikkan racun dari sengatan, seperti lebah, tawon, dan semut api.

Nyamuk menggigit sambil mengisap darah dan menyuntikkan air liur yang mengandung antikoagulan dan protein.

Racun serangga dan zat pada air liur nyamuk akan memicu kekebalan tubuh melepaskan histamin.

Histamin akan membantu mengantarkan sel darah putih untuk melawan racun dan zat berbahaya lainnya yang berasal dari gigitan serangga.

Reaksi inilah yang menyebabkan gatal, peradangan, dan pembengkakan pada bagian kulit yang terkena gigitan serangga.

Selain itu, ada gigitan serangga yang tidak beracun. Namun, gigitan serangga bisa menularkan penyakit infeksi, seperti demam berdarah, malaria, hingga Lyme disease.

Tanda dan gejala gigitan serangga

jenis gigitan serangga

Kebanyakan orang tidak memiliki reaksi serius. Beberapa tanda dan gejala umum setelah terkena sengatan atau gigitan serangga, antara lain:

  • kulit gatal,
  • kulit kemerahan,
  • rasa sakit dan nyeri,
  • bengkak pada area gigitan,
  • merasakan sensasi terbakar, dan
  • mati rasa.

Selain gangguan pada kulit, gigitan serangga dapat menimbulkan infeksi. Anda harus waspada bila mengalami kelelahan, pusing, sulit bernapas, muntah, atau diare.

Terkadang, reaksi alergi yang parah atau syok anafilaksis bisa saja terjadi.

Syok anafilaksis menimbulkan sejumlah gejala, seperti detak jantung tidak teratur, kesulitan bernapas, wajah bengkak,

Apabila merasakan gejala-gejala tersebut atau khawatir akan gejala lain, segera cari pertolongan medis darurat.

Pilihan obat gatal akibat digigit serangga

obat salep krim gatal saat hamil

Anda bisa mengatasi gatal dan gejala ringan akibat gigitan serangga melaui pengobatan sederhana di rumah.

Setelah terkena gigitan, Anda perlu membersihkan area yang terdampak terlebih dahulu dengan air dan sabun sebelum mulai mengobatinya.

Terkadang, sengatan lebah meninggalkan sebagian alat penyengat (stinger) di kulit. Cabutlah sisa penyengat secara perlahan menggunakan kuku sesegera mungkin.

Hindari mengeluarkannya dengan pinset karena bisa membuat racun masuk lebih jauh ke dalam kulit.

Setelah itu, Anda bisa mulai melakukan perawatan dan pengobatan gigitan serangga berikut ini.

1. Kompres dingin

Kompres dingin dapat mengurangi rasa sakit dan kemerahan.

Untuk mengompres bekas gigitan, masukkan beberapa bongkah es batu dalam plastik dan balut dengan handuk tipis bersih.

Tempelkan kompres pada lokasi bengkaknya selama 10–15 menit. Jika ingin mengulanginya, tunggu sekitar 10 menit barulah tempel lagi kompresnya.

Selalu gunakan kain untuk melindungi kontak langsung antara kulit dan es.

Hindari menempelkan es secara langsung ke kulit karena lebih rentan menyebabkan iritasi kulit.

2. Losion calamine

Selain meredakan gatal pada kulit, losion calamine bisa Anda gunakan mengurangi rasa sakit dan gatal akibat gigitan serangga.

Oleskan sedikit losion ke bagian yang gatal dan tunggu beberapa menit sampai gejalanya mereda.

Anda boleh mengulanginya beberapa kali dalam sehari jika perlu.

3. Krim hidrokortison

Pembengkakan, gatal, dan iritasi akibat gigitan serangga juga bisa Anda obati dengan krim hidrokortison.

Anda bisa mendapatkan krim pereda gatal ini secara bebas atau dengan resep dokter.

Selain mengurangi iritasi dan peradangan, hidrokortison topikal juga mencegah meluasnya reaksi di kulit.

Cukup oleskan obat ini sebanyak satu atau dua kali pada area yang terkena gigitan.

4. Antihistamin oral

Karena rasa gatal dipicu oleh pelepasan histamin dalam tubuh, obat antihistamin membantu menurunkan kadar histamin dan mengurangi peradangan.

Jenis obat antihistamin, seperti diphenhydramine (Benadryl) bisa Anda beli tanpa resep dokter di apotek.

5. Minyak esensial

Sejumlah minyak esensial untuk mengobati gigitan serangga, seperti tea tree oil, minyak lavender, minyak thyme, dan minyak rosemary.

Sebuah studi dalam The American Journal of Chinese Medicine menemukan bahwa minyak lavender memiliki efek anti-inflamasi, bahkan bisa mengatasi peradangan di dalam sel.

Sayangnya, baru sedikit bukti medis yang menunjukkan penggunaan minyak esensial untuk meredakan rasa sakit atau gatal gigitan serangga.

6. Lidah buaya

Aloe vera atau lidah buaya kerap dipercaya sebagai salah satu cara alami untuk mengobati sengatan lebah.

Getah lidah buaya dapat melembapkan dan meredakan peradangan kulit.

Lidah buaya untuk kulit juga bersifat antibakteri sehingga mencegah bekas sengatan berkembang menjadi infeksi.

Untuk mengatasi gatal akibat gigitan serangga, Anda cukup mengoleskannya pada area kulit yang terdampak.

7. Madu

Madu mengandung senyawa yang membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan sehingga cocok menjadi obat alami gigitan serangga.

Studi dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine juga menjelaskan sifat antibakteri madu juga membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan kulit.

Anda bisa mengoleskan sedikit madu ke bekas gigitan serangga.

Lakukan hal ini dalam ruangan tertutup agar bau madu tidak menarik datangnya semut.

Berbagai obat gatal digigit serangga di atas hanya berlaku untuk masalah kulit yang ringan.

Jika rasa sakitnya tak tertahankan, segera temui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arthropod bites and stings. DermNet NZ. (2015). Retrieved 1 October 2021, from https://dermnetnz.org/topics/arthropod-bites-and-stings

Insect Bites: Background, Pathophysiology, Epidemiology. Medscape. (2018). Retrieved 1 October 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/769067-overview

Insect bites and stings. NHS. (2019). Retrieved 1 October 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/insect-bites-and-stings/

Insect bites and stings: First aid. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 1 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-insect-bites/basics/art-20056593

Huang, M., Liao, M., Wang, Y., Huang, Y., & Wen, H. (2012). Effect of Lavender Essential Oil on LPS-Stimulated Inflammation. The American Journal Of Chinese Medicine, 40(04), 845-859. https://doi.org/10.1142/s0192415x12500632

Haniadka, R., Kamble, P., Azmidha, A., Mane, P., Geevarughese, N., Palatty, P., & Baliga, M. (2012). Review on the Use of Aloe vera (Aloe) in Dermatology. Bioactive Dietary Factors And Plant Extracts In Dermatology, 125-133. https://doi.org/10.1007/978-1-62703-167-7_13

Mandal, M. D., & Mandal, S. (2011). Honey: its medicinal property and antibacterial activity. Asian Pacific journal of tropical biomedicine, 1(2), 154–160. https://doi.org/10.1016/S2221-1691(11)60016-6

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 28/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan