Bagaimana Cara Penyakit Kudis (Scabies) Menular?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020
Bagikan sekarang

Kudis (scabies) atau dikenal juga dengan gudik adalah infeksi kulit akibat gigitan tungau Sarcoptes scabiei. Kudis menyebabkan timbulnya ruam kulit dengan lenting mirip jerawat atau luka kecil pada permukaan kulit yang terasa amat sangat gatal. Kontak fisik menjadi cara penularan scabies yang utama.

Oleh sebab itu, scabies atau kudis sangat mudah menular dari orang ke orang. Kontak fisik seperti apa yang bisa menularkan kudis? Apakah penularan scabies juga bisa melalui hewan peliharaan? Pasalnya, tungau penyebab kudis juga umum terdapat pada kucing atau anjing.

Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Beberapa cara penularan scabies

Meski scabies atau kudis mudah menular dari orang ke orang, proses penularannya tidaklah sederhana. Kudis baru bisa menyebar dari kontak fisik langsung antar kulit yang dekat, erat, berulang kali, dan berlangsung lama secara terus-menerus.

Terkecuali pada orang dengan scabies berkrusta (Norwegia scabies) dengan ribuan tungau yang tinggal di tubuhnya, penularan bisa berlangsung lebih cepat. Untuk scabies biasa umumnya hanya terdapat 10-15 tungau pada tubuh penderita.

Di sisi lain, kondisi lingkungan dan jenis aktivitas tertentu ikut berpengaruh meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit kulit ini.

1. Lewat kontak fisik di lingkungan tertutup

Karena sangat mudah menular lewat kontak fisik, biasanya penyakit kulit scabies atau kudis ini sering dalami oleh satu keluarga. Selain di rumah, lingkungan penitipan anak, asrama, sarana olahraga, atau penjara juga menjadi tempat penularan scabies yang tinggi.

Dalam satu lingkup lingkungan yang tertutup seperti rumah dan asrama, kemungkinan kontak kulit langsung seperti berpegangan tangan atau tidur bersama lebih sering terjadi.

Penularan scabies juga bisa berlangsung dari barang pribadi yang dipakai bergantian seperti pakaian, handuk, atau tidur di atas sprei bersama orang yang sedang kudisan.

Akan tetapi, penularan bisa memakan waktu sekitar 2-4 minggu dan Anda dapat menularkan ke orang lain sebelum Anda sendiri merasakan gejalanya.

Jadi, bila Anda baru pertama kali bertemu dengan orang yang memiliki kudis lalu berjabat tangan atau berpelukan singkat, Anda kemungkinan besar tetap aman dari penularan penyakit ini.

2. Melalui hubungan seks

Kudis juga bisa menular lewat hubungan seksual. Seperti yang telah dijelaskan, seseorang tidak akan terkena kudis melalui sentuhan singkat karena tungau tidak dapat melompat atau terbang dari satu kulit ke kulit lainnya.

Tungau menyebar melalui sentuhan kulit ke kulit yang berlangsung lama dan dekat selama kontak seksual.

Cara penularan scabies ini dapat terjadi tentunya ketika parasit penyebab kudis, yakni tungau, menempel di bagian kulit kelamin. Tungau cenderung suka berkembang biak di tempat yang hangat, seperti bagian lipatan kulit, bagian bawah payudara, selangkangan, dan genital.

Oleh karenanya, scabies atau kudis menjadi salah satu penyakit menular seksual yang perlu dihindari. Akan tetapi, penularan scabies tidak bisa dicegah menggunakan kondom atau alat kontrasepsi untuk perlindungan kelamin lainnya.

Sebaiknya Anda menghindari hubungan seksual sampai gejala kudis benar-benar sembuh dan tungau tak lagi menginfeksi kulit kelamin.

Bisakah kudis menular lewat hewan peliharaan?

pantangan untuk kudis

Tungau penyebab kudis juga hidup di kulit kewan peliharaan berbulu, seperti anjing, kucing, dan hamster atau marmut. Itu sebabnya hewan-hewan ini juga rentan mengalami kudis.

Sementara itu, merawat hewan peliharaan butuh interaksi fisik yang dekat, berulang, dan berlangsung lama. Misalnya saja dengan membelai, memeluk, menyisir bulu, mengajaknya bermain, hingga memandikan mereka.

Lantas, apakah penularan scabies dari hewan peliharaan bisa terjadi? Menurut Center for Disease Control and Prevention, penularan kudis tidak bisa terjadi dari hewan ke manusia. Kenapa begitu, bukannya manusia dan hewan sama-sama bisa terkena kudis?

Penularan scabies tidak bisa berlangsung dari hewan ke manusia karena jenis tungau penyebabnya berbeda. Tungau penyebab kudis pada manusia adalah tungau jenis Sarcoptes scabiei varietas hominis, sementara pada hewan adalah Notoedres cati.

Ketika tungau Notoedres cati berpindah dari hewan ke manusia, tungau tersebut akan mati dalam 2-3 hari bahkan sebelum sempat menyisipkan telur-telurnya di dalam kulit manusia. Tungau jenis ini juga cepat mati ketika berada di ruangan dengan suhu di bawah 50º Celsius.

Jadi, Anda tidak akan terkena kudis dari hewan peliharaan. Namun, kemungkinan besar tetap akan ada reaksi kulit gatal atau infeksi yang untungnya akan cepat hilang.

Siapa yang berisiko tertular scabies?

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang bisa dialami siapapun, tapi beberapa orang memiliki peluang lebih besar untuk terinfeksi tungau penyebab scabies. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang  menjadi faktor risiko untuk penularan scabies:

  • Melakukan hungan seks dengan orang yang mengalami gejala kudis di alat kelamin
  • Tinggal bersama dan berinteraksi secara intens dengan orang yang terinfeksi scabies
  • Orang dengan kondisi sistem imun yang lemah, terutama anak-anak dan orang lanjut usia.
  • Berada di dalam lingkungan yang ramai, terbatas, dan tertutup dengan penderita scabies.
  • Menggunakan pakaian, handuk, dan seprai bersamaan dengan penderita scabis.

Cara menghindari penularan scabies

Mencium Baju Pasangan

Cara terbaik untuk mencegah penularan scabies adalah menghindari atau mengurangi kontak antar kulit langsung dan berkepanjangan dengan penderita.

Untuk Anda yang tingga dengan orang yang terinfeksi, sebaiknya mengikuti cara-cara berikut ini untuk mencegah penularan scabies:

1. Tidak menggunakan barang secara bersamaan

Jika Anda tinggal seatap orang yang memiliki penyakit ini, pastikan untuk tidak menggunakan pakaian, handuk, seprai, atau sarung bantal, atau kasur yang sama.

Hindari juga untuk melakukan hubungan seksual atau berbagi tempat tidur dengan orang yang terinfeksi. Semakin sering atau lama kontak antarkulit terjadi, semakin besar risiko penularan scabies.

2. Mencuci barang secara terpisah

Kemudian, cuci pakaian, handuk, seprai atau benda lainnya yang kemungkinan bisa menjadi tempat menetapnya tungau dengan air panas. Pastikan untuk mencuci barang-barang tersebut dengan secara terpisah dan bilas hingga bersih, kemudian jemur di bawah sinar matahari.

Setelah kering pastikan Anda menyegel barang dengan plastik kedap udara setidaknya selam 72 jam sehingga tungau benar-benar mati.

Sementara untuk benda-benda yang tidak bisa dicuci, seperti karpet rumah, sebaiknya dibersihkan secara rutin dengan penghisap debu.

3. Menjaga kebersihan rumah

Penting untuk selalu menjaga kondisi setiap ruangan di rumah selalu higienis agar rumah benar-benar bisa bersih dari tungau.

Cobalah untuk mengurangi polusi di dalam rumah. Jaga suhu ruangan, terutama kamar tidur tetap hangat atau buka tirai jendela setiap pagi  hingga siang hari agar sinar matahari tetap bisa masuk dan membunuh tungau.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

    Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

    Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

    Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    Cacar api pada anak dan bayi

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
    Sabun sulfur untuk scabies kudis

    Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
    Scabies pada bayi

    Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
    ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

    Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020