Makanan yang Harus Dihindari Saat Anak Cacar Air

Oleh

Cacar air merupakan penyakit yang sering kali terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini menular dari kontak fisik dengan orang yang menderita cacar air. Anak yang belum mendapatkan imunisasi cacar air akan dengan mudah terkena virus tersebut jika melakukan kontak fisik dengan penderita cacar air. Hampir 90% anak yang menderita cacar air belum mendapatkan vaksin cacar air, sehingga mudah tertular.

Gejala cacar air biasanya terjadi ketika 2 hingga 3 minggu setelah melakukan kontak dengan penderita cacar air. Pada anak, gejala pertama yang muncul biasanya adalah kelelahan, demam, dan muncul bintik-bintik kemerahan tiga hingga lima hari kemudian. Awalnya, akan muncul bintik kemerahan yang tersebar di leher, pundak, punggung, wajah, dan seluruh badan, bahkan terkadang muncul di sekitar alat kelamin, telinga, mulut dan tenggorokan. Oleh karena itu, pada anak yang mengalami cacar air, mungkin timbul rasa tidak nyaman dan sakit pada tenggorokan dan mulut.

Proses penyembuhan suatu penyakit sangat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan pola hidup, termasuk proses penyembuhan dari cacar air. Oleh karena itu, terdapat makanan yang harus dihindari selama anak Anda menderita cacar air.

1. Makanan tinggi lemak jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti daging, susu full cream, merupakan makanan yang sebaiknya dihindari ketika menderita cacar air. Makanan dengan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan inflamasi atau peradangan pada tubuh. Hal ini akan menyebabkan ruam yang dialami anak Anda semakin parah dan proses penyembuhannya semakin lama.

Penderita cacar air juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan. Namun, jika Anda memberikan es krim atau milkshake pada anak Anda, maka lebih baik memilih es krim dan suu yang rendah lemak atau bahkan tidak mengandung lemak sama sekali.

2. Hindari makanan asam

Terkadang, cacar air juga terdapat di tenggorokan dan mulut. Oleh karena itu muncul rasa tidak enak dan rasa panas pada tenggorokan anak Anda. Jika hal tersebut terjadi, hindari buah jeruk dan sejenisnya, atau buah yang mengandung asam yang tinggi. Konsumsi makanan dengan asam yang tinggi akan menyebabkan tenggorokan dan mulut anak Anda iritasi, menimbulkan rasa sakit, dan semakin memperlambat proses penyembuhan. Perhatikan juga makanan atau minuman kemasan yang akan dimakan oleh anak Anda dan jauhkan makanan tersebut jika mengandung asam sitrat, karena akan mengakibatkan hal yang sama pada anak.

3. Makanan yang pedas dan asin

Rasa pedas dan asin pada makanan bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut, termasuk kaldu ayam yang memiliki rasa asin. Makanan-makanan tersebut harus dihindari. Jika Anda ingin membuat makanan hangat untuk anak Anda, seperti sop, maka lebih baik menggunakan kaldu sayur yang memiliki kadar natrium yang lebih rendah dibandingkan dengan kaldu ayam.

4. Makanan sumber ariginin

Arginin adalah sejenis asam amino atau protein, yang dapat membantu replikasi virus yang ada di dalam tubuh. Proses replikasi ini dapat menyebabkan jumlah virus menjadi semakin banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk diobati. Makanan yang mengandung arginin di antaranya adalah cokelat, kacang tanah, dan raisin.

5. Lemak trans

Makanan dan minuman dalam bkemasan sebagian besar mengandung lemak trans, yaitu jenis lemak yang sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh dan dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Seperti lemak jenuh, lemak trans juga dapat menimbulkan inflamasi pada tubuh dan hal ini sangat mempengaruhi penderita cacar air. Jika Anda memberikan makanan kemasan kepada anak Anda yang sedang mengalami cacar air, maka perhatikan apakah makanan tersebut mengandung lemak trans, yang terkadang tertera sebagai ‘digliserid’ atau ‘monogliserida’ pada makanan kemasan. Hindari makanan seperti seral, roti, kue kering, dan makanan ringan yang termasuk kelompok makanan olahan.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca