Berbagai Jenis Bakteri yang Bisa Hidup di Kulit Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengabaikan kesehatan kulit? Tahukah Anda bahwa kulit merupakan salah satu tempat ideal untuk pertumbuhan bakteri. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kulit jika kita tidak tangani. Apa saja jenis bakteri kulit yang bisa tumbuh dan di mana saja mereka tumbuh?

Kulit, organ manusia terbesar

Kulit adalah organ manusia yang paling besar dan terluas dibandingkan dengan organ-organ lain di dalam tubuh, bahkan luas permukaannya bisa mencapai kurang lebih 6-7 m2. Kulit manusia berfungsi untuk melindungi manusia dari berbagai paparan lingkungan luar seperti bakteri, virus, menjaga suhu tubuh, serta sebagai alat peraba agar bisa melakukan sentuhan dan merasakan rasa panas serta dingin.

Pada dasarnya, kulit manusia terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu:

  • Lapisan epidermis, adalah lapisan terluar dari kulit yang membentuk warna kulit kita.
  • Lapisan dermis, merupakan lapisan yang berada di bawah lapisan epidermis dan terdiri dari berbagai jaringan ikat, kelenjar keringat, serta akar bulu-bulu halus.
  • Lapisan dalam jaringan subkutan atau hipodermis, yang terdiri dari jaringan ikat dan timbunan lemak.

Karena kulit merupakan lapisan paling luar tubuh, maka kulit yang sering terpapar berbagai zat asing yang bisa menginfeksi tubuh. Oleh sebab itu, kulit tidak jarang berisiko untuk mengalami infeksi untuk melindungi organ dalam manusia. Namun kulit tidak dengan mudah terinfeksi atau terkena berbagai bakteri dari lingkungan, karena sebenarnya lapisan epidermis merupakan penghalang fisik yang tangguh dan mampu menolak bakteri serta berbagai racun yang dapat menginfeksi tubuh.

BACA JUGA: Berbagai Perawatan Kulit Dengan Darah Sendiri

Bakteri kulit yang menyebabkan penyakit kulit

Bakteri adalah sebuah makhluk hidup yang ukurannya mikroskopis yang bisa hidup hampir dimana saja dan memiliki berjuta-juta jenis. Sedangkan tubuh manusia adalah inang bakteri atau tempat hidup bakteri yang alami yang baik dan cocok untuk pertumbuhannya. Kulit adalah ‘tembok’ dari sistem kekebalan tubuh karena menjadi penghalang pertama yang menghadapi infeksi bakteri dari lingkungan luar. Namun ternyata ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan, jumlah, dan jenis dari bakteri kulit, yaitu:

Beda lokasi kulit, beda juga bakterinya

Beberapa bakteri bisa bertahan hidup hanya jika berada di lingkungan yang lembab, serta sebaliknya. Sementara, kulit di tubuh manusia memiliki kelembapan yang berbeda-beda. Secara umum, jumlah bakteri terhitung cukup sedikit pada bagian-bagian yang sering mengeluarkan minyak, seperti pada dahi, bagian belakang telinga, bagian sekitar hidung. Pada bagian-bagian tersebut jenis bakteri yang dapat tumbuh adalah propionibacterium spp.

BACA JUGA:Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

Sedangkan jenis bakteri yang tumbuh di daerah lembab adalah Corynecbaterium spp dan Staphylococcus. Kedua jenis bakteri ini cukup banyak ditemukan pada daerah sekitar pusar, ketiak, pangkal paha, lipatan antara paha dengan bokong, bagian belakang lutut, telapak kaki, serta bagian dalam siku lengan. Terkadang, jika jumlahnya terlalu banyak kedua jenis ini bisa menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit kulit.  

Untuk bagian kulit yang cenderung kering, seperti bagian lengan tangan, adalah tempat yang paling banyak ditumbuhi berbagai jenis bakteri, seperti Actiobacteria, proteobacteria, firmicutes, dan bacteriodetes. Bakteri-bakteri tersebut adalah jenis bakteri gram negatif yaitu bakteri yang tidak terlalu tahan dengan perubahan kondisi sekitar, sehingga mudah mati dan berhenti berkembang.

Beberapa pertumbuhan bakteri bersifat sementara

Pertumbuhan bakteri tergantung dengan waktu, dan memiliki tingkat konsistensinya masing-masing. Pada bagian yang hanya ditumbuhi oleh satu atau beberapa jenis bakteri seperti bagian dalam telinga dan hidung, pertumbuhan bakteri di tempat tersebut stabil. Sedangkan bagian kulit yang ditumbuhi banyak jenis bakteri, tingkat kestabilannya kurang dan sering kali koloni bakteri-bakteri tersebut mudah mati, contohnya pada bagian tumit kaki, lengan, jari-jari kaki dan tangan.

BACA JUGA: 8 Makanan untuk Menambah Jumlah Bakteri Baik Dalam Usus

Jenis kulit masing-masing orang mempengaruhi bakteri kulit

Jenis dan jumlah dari bakteri yang bisa tumbuh pada permukaan kulit tergantung dengan sifat permukaan kulit serta kelembapannya. Ada jenis bakteri yang bisa bertahan hidup pada kondisi yang lembab, serta sebaliknya. Selain itu, setiap orang juga mungkin memiliki jenis dan jumlah bakteri kulit yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang melihat jumlah mikroorganisme pada tangan seseorang.

Sebuah kelompok yang sering mencuci tangan memiliki bakteri sekitar 13% sedangkan kelompok satunya lagi yang tidak sering mencuci tangan bisa mencapai 68,1% bakteri tumbuh di tangannya.

Penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri kulit

Beberapa jenis bakteri seperti corynebacterium, brevibacterium, dan acinobacter tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Namun terkadang berberapa jenis bakteri lainnya bisa berbahaya karena memasuki lapisan kulit tubuh, merusak kulit dan menyebabkan penyakit kulit. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit biasanya adalah bakteri gram positif, seperti stapylococcus dan streptococcus. Berikut adalah penyakit yang mungkin timbul jika terinfeksi bakteri kulit:

1. Selulitis

Yaitu penyakit kulit yang menimbulkan rasa sakit, kemerahan, serta hangat ketika disentuh. Penyakit ini biasanya terjadi di kaki, tetapi tetap bisa dialami di berbagai area kulit lainnya.

2. Folikulitis

Yaitu infeksi folikel rambut yang menyebabkan kulit kepala menjadi merah, bengkak kecil seperti jerawat. Tidak dianjurkan untuk berendam di kolam renang atau di air panas jika sedang mengalami kondisi ini, karena akan memperparah keadaan. Folikulitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri S.aureus dan Pseudomans aeroginosa.

3. Impetigo

Yaitu bintik-bintik merah yang biasanya dialami oleh anak-anak prasekolah pada bagian muka serta beberapa bagian tangan atau kaki. Impetigo disebabkan oleh bakteri S.aureus dan S.pyogenes.

4. Bisul

Adalah infeksi kulit bagian dalam yang pada awalnya diakibatkan oleh infeksi pada folikel rambut/bulu. Bisul yang muncul biasanya berwarna merah, bengkak kecil, dan mengandung nanah.

Penyakit kulit akibat infeksi bakteri ini bisa ditangani dengan obat antibiotik oral maupun obat oles, tergantung pada masing-masing jenis serta jumlah bakteri yang menginfeksi.

BACA JUGA: Lindungi Kulit Anda dari Radiasi Sinar Matahari dengan Cara Ini

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

    Apa benar menghindari makan nasi atau karbohidrat lain saat sarapan dapat menurunkan berat badan? Ketahui jawabannya di artikel berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

    Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Kecantikan 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

    Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

    Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasca operasi usus buntu

    Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    veneer gigi

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    cepat turun berat badan pagi hari

    7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit