Berbagai Jenis Bakteri yang Bisa Hidup di Kulit Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengabaikan kesehatan kulit? Tahukah Anda bahwa kulit merupakan salah satu tempat ideal untuk pertumbuhan bakteri. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kulit jika kita tidak tangani. Apa saja jenis bakteri kulit yang bisa tumbuh dan di mana saja mereka tumbuh?

Kulit, organ manusia terbesar

Kulit adalah organ manusia yang paling besar dan terluas dibandingkan dengan organ-organ lain di dalam tubuh, bahkan luas permukaannya bisa mencapai kurang lebih 6-7 m2. Kulit manusia berfungsi untuk melindungi manusia dari berbagai paparan lingkungan luar seperti bakteri, virus, menjaga suhu tubuh, serta sebagai alat peraba agar bisa melakukan sentuhan dan merasakan rasa panas serta dingin.

Pada dasarnya, kulit manusia terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu:

  • Lapisan epidermis, adalah lapisan terluar dari kulit yang membentuk warna kulit kita.
  • Lapisan dermis, merupakan lapisan yang berada di bawah lapisan epidermis dan terdiri dari berbagai jaringan ikat, kelenjar keringat, serta akar bulu-bulu halus.
  • Lapisan dalam jaringan subkutan atau hipodermis, yang terdiri dari jaringan ikat dan timbunan lemak.

Karena kulit merupakan lapisan paling luar tubuh, maka kulit yang sering terpapar berbagai zat asing yang bisa menginfeksi tubuh. Oleh sebab itu, kulit tidak jarang berisiko untuk mengalami infeksi untuk melindungi organ dalam manusia. Namun kulit tidak dengan mudah terinfeksi atau terkena berbagai bakteri dari lingkungan, karena sebenarnya lapisan epidermis merupakan penghalang fisik yang tangguh dan mampu menolak bakteri serta berbagai racun yang dapat menginfeksi tubuh.

BACA JUGA: Berbagai Perawatan Kulit Dengan Darah Sendiri

Bakteri kulit yang menyebabkan penyakit kulit

Bakteri adalah sebuah makhluk hidup yang ukurannya mikroskopis yang bisa hidup hampir dimana saja dan memiliki berjuta-juta jenis. Sedangkan tubuh manusia adalah inang bakteri atau tempat hidup bakteri yang alami yang baik dan cocok untuk pertumbuhannya. Kulit adalah ‘tembok’ dari sistem kekebalan tubuh karena menjadi penghalang pertama yang menghadapi infeksi bakteri dari lingkungan luar. Namun ternyata ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan, jumlah, dan jenis dari bakteri kulit, yaitu:

Beda lokasi kulit, beda juga bakterinya

Beberapa bakteri bisa bertahan hidup hanya jika berada di lingkungan yang lembab, serta sebaliknya. Sementara, kulit di tubuh manusia memiliki kelembapan yang berbeda-beda. Secara umum, jumlah bakteri terhitung cukup sedikit pada bagian-bagian yang sering mengeluarkan minyak, seperti pada dahi, bagian belakang telinga, bagian sekitar hidung. Pada bagian-bagian tersebut jenis bakteri yang dapat tumbuh adalah propionibacterium spp.

BACA JUGA:Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

Sedangkan jenis bakteri yang tumbuh di daerah lembab adalah Corynecbaterium spp dan Staphylococcus. Kedua jenis bakteri ini cukup banyak ditemukan pada daerah sekitar pusar, ketiak, pangkal paha, lipatan antara paha dengan bokong, bagian belakang lutut, telapak kaki, serta bagian dalam siku lengan. Terkadang, jika jumlahnya terlalu banyak kedua jenis ini bisa menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit kulit.  

Untuk bagian kulit yang cenderung kering, seperti bagian lengan tangan, adalah tempat yang paling banyak ditumbuhi berbagai jenis bakteri, seperti Actiobacteria, proteobacteria, firmicutes, dan bacteriodetes. Bakteri-bakteri tersebut adalah jenis bakteri gram negatif yaitu bakteri yang tidak terlalu tahan dengan perubahan kondisi sekitar, sehingga mudah mati dan berhenti berkembang.

Beberapa pertumbuhan bakteri bersifat sementara

Pertumbuhan bakteri tergantung dengan waktu, dan memiliki tingkat konsistensinya masing-masing. Pada bagian yang hanya ditumbuhi oleh satu atau beberapa jenis bakteri seperti bagian dalam telinga dan hidung, pertumbuhan bakteri di tempat tersebut stabil. Sedangkan bagian kulit yang ditumbuhi banyak jenis bakteri, tingkat kestabilannya kurang dan sering kali koloni bakteri-bakteri tersebut mudah mati, contohnya pada bagian tumit kaki, lengan, jari-jari kaki dan tangan.

BACA JUGA: 8 Makanan untuk Menambah Jumlah Bakteri Baik Dalam Usus

Jenis kulit masing-masing orang mempengaruhi bakteri kulit

Jenis dan jumlah dari bakteri yang bisa tumbuh pada permukaan kulit tergantung dengan sifat permukaan kulit serta kelembapannya. Ada jenis bakteri yang bisa bertahan hidup pada kondisi yang lembab, serta sebaliknya. Selain itu, setiap orang juga mungkin memiliki jenis dan jumlah bakteri kulit yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang melihat jumlah mikroorganisme pada tangan seseorang.

Sebuah kelompok yang sering mencuci tangan memiliki bakteri sekitar 13% sedangkan kelompok satunya lagi yang tidak sering mencuci tangan bisa mencapai 68,1% bakteri tumbuh di tangannya.

Penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri kulit

Beberapa jenis bakteri seperti corynebacterium, brevibacterium, dan acinobacter tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Namun terkadang berberapa jenis bakteri lainnya bisa berbahaya karena memasuki lapisan kulit tubuh, merusak kulit dan menyebabkan penyakit kulit. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit biasanya adalah bakteri gram positif, seperti stapylococcus dan streptococcus. Berikut adalah penyakit yang mungkin timbul jika terinfeksi bakteri kulit:

1. Selulitis

Yaitu penyakit kulit yang menimbulkan rasa sakit, kemerahan, serta hangat ketika disentuh. Penyakit ini biasanya terjadi di kaki, tetapi tetap bisa dialami di berbagai area kulit lainnya.

2. Folikulitis

Yaitu infeksi folikel rambut yang menyebabkan kulit kepala menjadi merah, bengkak kecil seperti jerawat. Tidak dianjurkan untuk berendam di kolam renang atau di air panas jika sedang mengalami kondisi ini, karena akan memperparah keadaan. Folikulitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri S.aureus dan Pseudomans aeroginosa.

3. Impetigo

Yaitu bintik-bintik merah yang biasanya dialami oleh anak-anak prasekolah pada bagian muka serta beberapa bagian tangan atau kaki. Impetigo disebabkan oleh bakteri S.aureus dan S.pyogenes.

4. Bisul

Adalah infeksi kulit bagian dalam yang pada awalnya diakibatkan oleh infeksi pada folikel rambut/bulu. Bisul yang muncul biasanya berwarna merah, bengkak kecil, dan mengandung nanah.

Penyakit kulit akibat infeksi bakteri ini bisa ditangani dengan obat antibiotik oral maupun obat oles, tergantung pada masing-masing jenis serta jumlah bakteri yang menginfeksi.

BACA JUGA: Lindungi Kulit Anda dari Radiasi Sinar Matahari dengan Cara Ini

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit



Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit