home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Mengobati Cacar Air dengan Minum Obat dan Perawatan Rumahan

Cara Mengobati Cacar Air dengan Minum Obat dan Perawatan Rumahan

Penyakit cacar air (chickenpox) biasanya bisa sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu. Meskipun begitu, gejala seperti demam dan lenting yang gatal bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Obat-obatan dan cara perawatan tertentu dapat meringankan gejala ini. Obat cacar air sangat diperlukan untuk Anda yang mengalami gejala yang parah karena lemahnya kekebalan tubuh.

Jenis-jenis obat untuk cacar air

Pilihan obat cacar air

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi varicella zoster. Virus ini termasuk dalam keluarga virus herpes.

Meski infeksi varicella bisa sembuh dengan sendirinya, tapi beberapa orang tetap memerlukan pengobatan medis untuk mengatasi cacar air.

Pasalnya, penyakit bisa menunjukkan gejala yang lebih parah pada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin cacar atau orang dengan defisiensi imun.

Selain itu, cacar air pada ibu hamil bisa membahayakan janin dalam usia kehamilan tertentu. Anak berusia dibawah 1 tahun yang sistem imunnya belum sempurna pun berisiko tinggi menyebabkan komplikasi.

Obat cacar air yang diresepkan dokter bertujuan untuk mengurangi infeksi virus. Sementara obat-obatan lainnya bisa mengatasi demam, rasa nyeri, atau rasa gatal dan perih pada kulit yang terdampak.

1. Obat antivirus

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus. Maka, antibiotik tidak efektif digunakan untuk mengatasi cacar air. Dokter akan meresepkan antivirus seperti obat acyclovir.

Sebagai antivirus, obat ini bisa mempersingkat fase infeksi sehingga lenting cacar air mengering lebih cepat. Akan tetapi efektivitasnya sangat ditentukan oleh waktu pemberian obat.

Dalam studi BMJ Clinical Evidence diketahui acyclovir akan bekerja efektif sebagai obat cacar air jika diberikan dalam 24-48 jam sejak munculnya ruam di kulit.

Acyclovir tidak bekerja untuk menghentikan infeksi secara langsung, melainkan obat ini akan masuk ke dalam DNA sel virus untuk menghambat perkembangannya.

Obat cacar air ini tersedia dalam bentuk tablet, salep, dan cairan infus (intravenous). Tablet acyclovir perlu diminum 5 hari sekali selama 7 hari. Pada kasus gejala cacar air yang parah dan untuk kondisi imunitas yang lemah, acyclovir lebih efektif diberikan melalui infus.

Sementara salep acyclovir sebenarnya lebih umum digunakan untuk mengatasi gejala penyakit herpes oral dan genital. Menurut buku Antiviral therapy of varicella, salep dengan 5% acyclovir tak bekerja efektif menghambat infeksi virus penyebab cacar

Obat antivirus lainnya seperti valacyclovir dan famciclovir juga bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit. Namun, belum terbukti efektif menyembuhkan cacar air untuk setiap orang.

Untuk pasien yang cukup sehat pengobatan antivirus mungkin tidak diberikan.

2. Obat immunoglobulin

Obat immunoglobulin ditujukkan untuk pasien cacar air yang memiliki kondisi sistem imun yang lemah.

Obat ini berfungsi meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh sehingga bisa melawan infeksi virus cacar air yang sedang berlangsung.

Obat ini biasanya dimasukkan melalui infus. Sama seperti antivirus, obat immunoglobulin perlu dilakukan dalam waktu 24 jam setelah ruam merah pertama muncul.

3. Obat pereda nyeri

Selain gejala lenting dan rasa gatal, infeksi virus cacar air bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, dan demam.

Obat pereda rasa nyeri non-aspirin seperti acetaminophen (paracetamol) dapat digunakan untuk mengatasi gejala awal cacar air ini.

Obat ini bisa diperoleh tanpa resep dokter, tapi dokter juga bisa meresepkannya terutama ketika jika demam terus berlangsung lebih dari empat hari, dengan suhu tubuh di atas 38,8 °Celsius.

Obat paracetamol cukup aman digunakan oleh setiap orang, termasuk ibu hamil dan bayi berusia 2 bulan. Namun, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

American Academy of Pediatrics melarang memberikan pereda rasa nyeri berupa aspirin dan ibuprofen pada anak-anak.

Dua obat pereda nyeri ini berisiko menimbulkan sindrom Reye, yaitu penyakit yang menyerang hati dan otak dengan risiko kematian tinggi.

4. Losion calamine

Untuk mengurangi rasa gatal, Anda juga bisa mengoleskan losion calamine. Losion calamine merupakan jenis obat oles nonresep di apotek.

Kandungan seng dioksida atau seng karbonat pada losion calamine bisa meredakan rasa gatal dan menenangkan peradangan di kulit.

Namun, losion calamine bukanlah sebagai obat cacar air yang utama, tapi hanya sebagai pengobatan pendamping.

Calamine dapat membantu menyembuhkan cacar air secara efektif ketika dikombinasikan dengan konsumsi obat antivirus dan perawatan lainnya.

Berhati-hatilah saat menggunakan obat ini. Untuk hasil yang maksimal, ikuti aturan pemakaian yang dianjurkan dokter atau yang disertakan pada kemasan obat.

Jangan menekan kulit terlalu keras saat mengoleskannya karena khawatir lenting akan pecah. Selain itu, losion ini tidak boleh dioleskan pada mata, apalagi di bagian dalam mulut.

5. Obat antihistamin

Antihistamin seperti diphenhydramine merupakan obat yang sebelumnya digunakan untuk mengatasi gejala pada alergi atau asma.

Sebagai obat untuk cacar air, antihistamin bisa mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan meresepkan obat ini ketika Anda benar-benar terganggu oleh rasa gatal, bahkan hingga kesulitan untuk tidur.

Antihistamin untuk cacar air biasanya adalah obat oral seperti pil. Sebagian besar obat antihistamin generasi awal, termasuk diphenhydramine, memiliki efek samping sedasi yang bisa menimbulkan kantuk dan tubuh yang lemas.

Oleh sebab itu, antihistamin sebaiknya diminum pada malam hari saja.

Perawatan rumahan untuk meringankan gejala cacar air

bekas cacar air

Bersamaan dengan pengobatan medis, ada beberapa cara yang juga bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi gejala cacar air.

Inilah beberapa cara dari rekomendasi CDC yang bisa diterapkan untuk mengobati cacar air di rumah.

1. Jangan menggaruk lenting cacar

Gejala cacar air yang khas yakni ruam kulit berupa lenting kemerahan yang terasa sangat gatal. Lenting cacar air dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh sehingga rasa gatalnya akan semakin mengganggu.

Meski sangat ingin menggaruknya, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan hal tersebut. Pasalnya, garukan akan membuat lenting pecah dan menjadi pintu masuk infeksi bakteri di kulit.

Kondisi ini mengarah pada komplikasi cacar air. Akibatnya, ruam jadi menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan menyebabkan bekas cacar yang sulit hilang.

Cobalah untuk menahanya karena rasa gatal akan mulai berkurang dalam 3-4 hari. Dalam seminggu lebih, lenting yang sudah pecah dan menjadi koreng sudah tidak akan terasa gatal lagi.

Terlebih, menggaruk lenting juga bisa meningkatkan risiko penularan cacar air. Saat pecah, cairan lenting yang berisi virus akan menguap dan terbawa udara. Orang sehat yang menghirup udara yang terkontaminasi virus bisa tertular.

Jenis Makanan yang Jadi Pantangan Saat Anak Sakit Cacar Air

2. Menggunting kuku dan rajin mencuci tangan

Menjaga kuku tetap pendek adalah cara tepat untuk mencegah timbulnya luka akibat menggaruk kulit yang terdampak. Saat menggunting kuku pastikan Anda tidak membuat ujung kuku meruncing karena berisiko membuat iritasi di kulit.

Anda juga perlu menjaga tangan tetap bersih dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3. Memakai sarung tangan dan pakaian berbahan lembut

Saat tidur, Anda bisa tanpa sadar menggaruk ruam kulit. Padahal menggaruk kulit akan membuat rasa gatal bertambah kuat.

Untuk mengatasinya, gunakan kaus kaki dan sarung tangan lembut saat tidur. Pastikan juga Anda menggunakan pakaian longgar yang berbahan lembut.

Beberapa jenis bahan pakaian yang kasar seperti kain bahan lateks atau kain wol bisa membuat rasa gatal bertambah parah.

Memakai pakaian berbahan lembut juga bisa menjaga suhu tubuh selalu sejuk sehingga tidak mengeluarkan banyak keringat yang dapat memicu rasa gatal di kulit.

4. Mandi dengan oatmeal

Mandi menggunakan oatmeal adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal saat terkena cacar air. Cara ini biasanya dilakukan untuk mengatasi cacar air pada anak.

Oatmeal dapat menjadi obat alami cacar air karena memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Kandungan patinya yang tinggi juga mampu meningkatkan kelembapan kulit yang kering.

Selain menggunakan biji oatmeal, Anda bisa menggunakan produk oatmeal yang telah dilarutkan. Ikuti cara mandi oatmeal ini untuk mengobati cacar air:

  • Ambil secangkir oatmeal.
  • Haluskan oatmeal agar teskturnya berubah menjadi bubuk.
  • Masukkan oatmeal yang telah dihaluskan ke dalam bak mandi untuk berendam.
  • Berendam atau basuh bagian kulit yang terdampak biarkan selama kurang lebih 20 menit.
  • Bilas dengan air bersih.

5. Mandi dengan soda kue

Selain mandi oatmeal, Anda juga bisa menggunakan soda kue untuk campuran mandi. Sama seperti oatmeal, soda kue juga membantu menghilangkan gatal cacar air.

Ini karena soda kue mampu menetralisasi asam yang ada di kulit sehingga akan membantu mengurangi iritasi.

Berikut cara mengobati cacar air dengan mandi soda kue:

  • Campurkan soda kue sekitar 5-7 sendok makan ke dalam bak mandi berisi air hangat.
  • Berendamlah atau basuh setiap bagian kulit yang terdampak dan biarkan selama 15-20 menit.
  • Bilas dengan air bersih.
  • Anda juga bisa mengompres bagian kulit yang gatal dengan handuk yang sudah direndam dalam campuran air dan soda kue.

6. Mengompres kulit dengan teh chamomile

Teh chamomile bisa membantu menenangkan area kulit yang gatal akibat penyakit cacar air. Teh herbal ini mengandung antiseptik dan antiradang yang baik untuk mengurangi gejala pada penyakit cacar air.

Untuk memanfaatkan teh chamomile sebagai obat alami cacar air, cobalah cara berikut:

  • Larutkan 2-3 sendok teh chamomile dalam sebaskom kecil air hangat.
  • Rendam kain, handuk, atau kapas ke dalam larutan teh.
  • Tempelkan handuk ke area kulit yang gatal dan tepuk-tepuk halus di kulit hingga mengering.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan lainnya seputar obat yang digunakan atau perawatan yang akan dilakukan, silakan menghubungi dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cohen, J., & Breuer, J. (2015). Chickenpox: treatmentBMJ clinical evidence2015, 0912.

CDC. (2020). Chickenpox | Prevention and Treatment | Varicella. Retrieved 5 November 2020, from https://www.cdc.gov/chickenpox/about/prevention-treatment.html

AAD. (2020). How to care for children with chickenpox. Retrieved 5 November 2020, from https://www.aad.org/public/parents-kids/childhood-conditions/chicken-pox

Kurtz ES, Wallo W. Colloidal oatmeal: history, chemistry and clinical properties. Journal of Drugs in Dermatology 2007; 6: 167-70. Retrieved 29 September 2020.

Mayo Clinic. (2020). Chickenpox – Diagnosis and treatment. Retrieved 5 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/diagnosis-treatment/drc-20351287#:~:text=Relieve%20the%20itch%20and%20other%20symptoms&text=For%20relief%2C%20try%3A,sores%20develop%20in%20the%20mouth.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 09/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x