Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu, Berikut Kebutuhan Cairan Anak per Harinya

Ibu, Berikut Kebutuhan Cairan Anak per Harinya

Dalam satu hari, berapa banyak cairan yang konsumsi oleh anak Anda? Kebutuhan cairan anak tidak boleh diremehkan, karena menjaga kadar cairan normal di dalam tubuh mampu mempertahankan fungsi organ-organ tetap baik. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan pada anak yang harus dipenuhi tiap harinya? Bagaimana jika si kecil tak suka minum air putih? Berikut penjelasan lengkapnya.

Seberapa penting kebutuhan cairan pada perkembangan anak?

Mungkin selama ini, Anda hanya fokus dengan kebutuhan zat gizi anak yang harus dipenuhi dan melewatkan kebutuhan cairan tubuhnya. Padahal kebutuhan air anak tak kalah penting untuk diperhatikan.

Sebenarnya kebutuhan cairan si kecil cukup banyak, tapi tergantung pada berat badan anak. Belum lagi jika si kecil sangat aktif, pasti ia membutuhkan banyak cairan untuk menggantikan cairan yang dikeluarkan akibat aktivitasnya tersebut.

70-80 persen kebutuhan air anak didapatkan dari konsumsi minuman, sementara sisanya berasal dari makanan. Hal ini membuat si kecil harus membiasakan diri untuk minum air secara berkala hingga kebutuhan minimalnya terpenuhi.

Namun, sayangnya banyak orangtua yang tak menyadari tanda anak-anak mereka kurang minum air. Pasalnya, berdasarkan penelitian berjudul Cognitive Performance and Dehydration menemukan bahwa hanya 6,1 persen anak yang berusia 11-12 tahun yang terbiasa minum air di pagi hari.

Sementara 24,4 persen anak lainnya, baru minum air ketika mereka makan siang dan 33,5 persen minum ketika sore hari. Hal ini menandakan bahwa masih banyak anak-anak yang tak dibiasakan minum air sesuai kebutuhannya.

Padahal, kurang minum air bisa menghambat perkembangan otak anak. Dehidrasi ringan yang dialami anak, sudah bisa dapat mengganggu konsentrasi merek dalam belajar.

Penelitian tersebut membuktikan kalau anak yang mengonsumsi cairan 250 ml lebih banyak dari kebutuhan minimalnya, cenderung mempunyai kemampuan berpikir dan fokus yang lebih baik. Hal ini jika dibandingkan dengan anak yang kurang minum.

Berapa banyak kebutuhan cairan pada anak dalam sehari?

kebutuhan cairan anak

Sebenarnya memang kebutuhan cairan anak setiap hari tak jauh berbeda dengan dewasa. Berdasarkan panduan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan cairan anak sesuai usia, yaitu:

  • Anak usia 4-6 tahun: 1500 ml per hari
  • Anak usia 7-9 tahun: 1900 ml per hari

Saat memasuki usia 10 tahun, kebutuhan cairan anak dibagi berdasarkan jenis kelaminnya, yaitu:

Anak laki-laki

  • Usia 10-12 tahun: 1800 ml per hari
  • Usia 13-15 tahun: 2000 ml per hari
  • Usia 16-18 tahun: 2200 ml per hari

Sementara untuk kebutuhan cairan pada anak perempuan di antaranya:

Anak perempuan

  • Usia 10-12 tahun: 1800 ml per hari
  • Usia 13-15 tahun: 2000 ml per hari
  • Usia 16-18 tahun: 2100 ml per hari

Tentu saja, semua kebutuhan air anak tersebut tidak harus tepat karena angka di atas adalah kebutuhan cairan anak paling sedikit yang harus dipenuhi. Maka Anda harus membuat mereka minum lebih banyak air lagi untuk mencegah terjadinya tanda dehidrasi pada anak.

Tidak jarang anak-anak sangat sulit untuk minum air, sampai harus dibujuk, terutama untuk mengonsumsi air putih. Dibandingkan dengan jenis cairan lainnya, air putih yang tidak memiliki rasa membuat anak malas meminumnya.

Meski begitu, jangan ragu untuk terus menerapkan kebiasaan ini pada anak. Sebab pada dasarnya, air putih adalah cairan yang paling aman dan sehat untuk dikonsumsi si kecil.

Bila Anda membiarkan anak terlalu sering mengonsumsi minuman manis atau yang berasa lainnya, anak akan berisiko terkena penyakit kronis ketika ia dewasa nanti. Perlu melakukan beberapa cara untuk mengatasi kecanduan makanan manis.

Anda dapat menambahkan air putih dengan buah-buahan segar ke dalamnya untuk menambahkan rasa pada air tersebut. Dengan begitu, si kecil lebih tertarik untuk meminumnya.

Jenis makanan yang bisa memenuhi kebutuhan cairan anak

Membiasakan anak untuk minum air putih memang tidak mudah, apalagi bila si kecil sudah mengenal minuman manis. Kalau dibiasakan, hal ini bisa merusak kesehatan gigi dan butuh cara untuk memilih pasta gigi yang baik untuk anak.

Namun, memenuhi kebutuhan cairan pada anak tidak melulu harus lewat air putih. Anda bisa memberikan makanan yang kaya akan kandungan air. Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memenuhi kebutuhan cairan anak:

Semangka

Sudah bukan rahasia lagi kalau buah yang satu ini memiliki kandungan air yang tinggi. Semangka memiliki kandungan air sebanyak 92 persen, tidak heran bila buah berdaging merah ini bisa membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Manfaat semangka tidak perlu diragukan lagi. Buah ini mengandung antioksidan yang cukup kuat, seperti likopen, yang mampu mengurangi kerusakan pada sel. Zat ini berhubungan dengan risiko berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes.

Dilihat dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dari 100 gram semangka yang dikonsumsi anak, mengandung 92 ml air, 28 kal, dan 6,9 gram karbohidrat.

Jeruk

Tidak hanya kaya akan vitamin C yang penting untuk tumbuh kembang anak, jeruk juga mengandung air sebanyak 88 persen. Buah ini bisa digunakan sebagai pilihan makanan untuk memenuhi kebutuhan cairan anak.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram jeruk mengandung 87 ml air dan 46 kalori. Kandungan vitamin C dan kalium yang ada di dalam jeruk, bekerja dalam meningkatkan sistem imun si kecil.

Dikutip dari buku yang berjudul Flavonoids Health Benefits and Their Molecular Mechanism, jeruk kaya antioksidan yang bisa mencegah kerusakan sel dan mengurangi peradangan. Tidak hanya itu, serat di dalam jeruk bisa membuat perut lebih cepat kenyang, sehingga mampu mengendalikan nafsu makan anak.

Bayam

Sayuran berdaun hijau kaya akan serat tapi tetap rendah kalori. Namun tahukah Anda kalau bayam juga mengandung banyak air? Bila dilihat dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram bayam mengandung 94 ml air dan 0,7 gram serat.

Bayam kaya akan magnesium, seperti kalsium, zat besi, kalium, vitamin A, dan asam folat. Bila anak Anda kesulitan untuk makan sayur, bisa dibuat menjadi salad dengan memakai saus mayones untuk menaikkan nafsu makan si kecil.

Anda bisa menambahkan sayuran lain, seperti jagung, dan buah yang memiliki rasa manis. Ini untuk menyeimbangkan rasa di lidah anak.

Melon

Buah berdaging hijau ini 89 persen di antaranya mengandung air dan kaya vitamin C, seperti magnesium, dan vitamin K. Dari 100 gram melon berisi 90 ml air, 37 kalori, 12 mg kalsium, dan 7,8 gram karbohidrat.

Air kelapa

Bolehkah memberikan anak air kelapa? Tentu. Bila anak Anda susah minum putih, untuk memenuhi kebutuhan cairan si kecil bisa berikan air kelapa. Tidak hanya karena kadar air yang tinggi, air kelapa tinggi elektrolit, termasuk kalium, natrium, dan klorida.

Air kelapa sangat cocok dikonsumsi setelah bergerak banyak, seperti olahraga. Mengingat anak-anak memiliki energi yang tidak ada habisnya, Anda bisa memberikan air kelapa untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

AsDI, PERSAGI, IDAI. (2015). Penuntun Diet Anak. Jakarta: Badan Penerbit FKUI

D’Anci KE et al. (2006) Hydration and cognitive function in children. Nutrition Reviews 64(10 Pt 1), 457-64.

Cognitive Performance and Dehydration. (2020). Journal Of The American College Of Nutrition. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/07315724.2012.10720011

Derbyshire EJ (2012) An intervention to improve cognition and hydration in UK school children using bottled water. Complete Nutrition 12(2), 18-20

Water: How Much Do Kids Need?. (2020). Retrieved 3 April 2020, from https://www.eatright.org/fitness/sports-and-performance/hydrate-right/water-go-with-the-flow

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda . (2020). Retrieved 3 April 2020, from http://panganku.org/id-ID/beranda

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x