home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Cara Ampuh Mengatasi Gatal Akibat Cacar Air

7 Cara Ampuh Mengatasi Gatal Akibat Cacar Air

Cacar air adalah penyakit kulit menular yang sering terjadi, terutama pada anak-anak. Gejala cacar air yang khas yakni ruam kulit berupa lenting kemerahan yang terasa sangat gatal. Lenting cacar air biasanya dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh, sehingga rasa gatal akan semakin mengganggu. Bagaimana cara menghilangkan rasa gatal akibat cacar air?

Kenapa ruam cacar air terasa gatal?

Ruam yang muncul di sekujur tubuh, cukup mengganggu karena terasa sangat gatal. Kondisi ini membuat pasien jadi sangat gemas untuk menggaruknya. Namun, kenapa benjolan tersebut menimbulkan rasa gatal?

Saat bintik merah sudah mulai melenting berisi cairan bening, akan ada zat kimia yang dilepaskan pada kulit. Zat kimia tersebut dapat mengaktifkan saraf yang membuat Anda gatal.

Saraf-saraf di lapisan kulit yang terkena zat tersebut, akan mengirimkan sinyal pada otak, bahwa ada benda asing yang menyentuh kulit.

Otak akan mengolah pesan dan memerintahkan tangan untuk menyingkirkan zat kimia tersebut pada kulit. Itulah sebabnya ruam cacar air terasa sangat gatal dan Anda jadi sangat ingin menggaruknya.

Meski gatal, lenting cacar air tidak boleh digaruk

Meski sangat ingin menggaruknya, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan hal tersebut. Pasalnya, garukan akan menyebarkan kuman dari kuku tangan ke kulit yang lainnya. Akibatnya, ruam jadi menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bahkan, bisa menyebabkan bekas yang sulit menghilang ketika cacar sembuh.

Cobalah untuk menahannya, karena rasa gatal akan mulai berkurang dalam tiga atau empat hari. Dalam seminggu lebih, lenting yang sudah pecah dan menjadi koreng sudah tidak terasa gatal lagi.

Selain itu, menggaruk bagian yang gatal dapat meningkatkan peluang kulit untuk terinfeksi bakteri sehingga berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi cacar air.

Terlebih, menggaruk ruam cacar air juga bisa meningkatkan risiko penularan cacar air. Pasalnya, salah satu media penularan penyakit ini adalah melalui cairan yang terdapat pada ruam merahnya tersebut.

Virus yang menyebabkan penyakit ini dapat tertular melalui kontak langsung dengan cairan ruam, yang mungkin pecah saat penderita menggaruknya dan terdapat pada barang penderita, seperti pakaian dan alas tidur.

Cara menghilangkan rasa gatal akibat cacar air

Terus menerus menggaruk bagian kulit yang terdampak juga akan membuat rasa gatal bertambah kuat. Memang sulit untuk berhenti menggaruk kulit yang gatal, tapi Anda bisa melakukan beberapa cara untuk lepas dari kebiasaan ini.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi cara perawatan rumahan dari Healthline untuk menghilangkan gatal akibat cacar air.

1. Menggunting kuku dan rutin mencuci tangan

Menjaga kuku tetap pendek dengan mengguntingnya secara rutin merupakan cara tepat untuk mencegah luka akibat menggaruk kulit. Saat menggunting kuku pastikan Anda tidak membuat ujung kuku meruncing karena berisiko membuat iritasi di kulit.

Anda juga perlu menjaganya tetap bersih dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur.

2. Memakai sarung tangan dan pakaian berbahan lembut

Dalam keadaan sadar Anda mungkin masih bisa menahan rasa gatal, tapi akan lebih sulit ketika tidur. Saat tidur Anda bisa tanpa sadar menggaruk ruam kulit.

Padahal menggaruk kulit akan membuat rasa gatal bertambah kuat. Untuk menghilangkan rasa gatal akibat cacar air, gunakan kaus kaki dan sarung tangan lembut saat tidur. Pastikan juga Anda menggunakan pakaian longgar yang berbahan lembut.

Beberapa jenis bahan pakaian yang kasar seperti kain bahan lateks atau kain wol bisa membuat rasa gatal bertambah parah. Memakai pakaian berbahan lembut juga bisa menjaga suhu tubuh selalu sejuk sehingga tidak mengeluarkan banyak keringat yang dapat memicu rasa gatal di kulit.

4. Mandi menggunakan oatmeal dan soda kue

Mandi oatmeal dalam bak air hangat bisa jadi salah satu cara menghilangkan rasa gatal cacar air. Jenis yang biasanya digunakan merupakan oatmeal koloid yang digiling menjadi bubuk halus.

Oatmeal koloid juga membantu melembapkan kulit dan berfungsi sebagai emolien untuk mengatasi kulit kering. Selain itu, oatmeal koloid juga memiliki kadar pati yang tinggi untuk membantu menenangkan dan melindungi kulit.

Selain mandi oatmeal, Anda juga bisa menggunakan baking soda (soda kue) untuk mandi guna membantu menghilangkan rasa gatal akibat cacar air.

Sama seperti oatmeal, baking soda juga membantu meredakan gatal. Tambahkan baking soda sekitar 5 sampai 7 sendok makan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Kemudian, berendamlah sekitar 15 sampai 20 menit.

5. Mengoleskan losion calamine setelah mandi

Setelah selesai mandi untuk meredakan gatal cacar air, keringkan tubuh dengan cara menepuk-nepukkan handuk dengan lembut.

Hindari menggososk kulit terlalu keras sehingga membuat ruam pecah atau mengelupas.

Setelahnya, oleskan losion calamine untuk mengurangi rasa gatal serta membantu lepuhan jadi lebih cepat kering. Calamine mengandung berbagai zat yang bisa menenangkan kulit salah satunya seng dioksida.

Anda hanya perlu mengoleskan losion dengan menggunakan jari bersih atau kapas pada area yang gatal. Namun, jangan gunakan losion pada lenting di sekitar mata.

6. Mengompres kulit saat rasa gatal muncul

Mengompres ruam cacar juga dapat menjadi cara yang tepat untuk membantu menghilangkan rasa gatal. Salah satu jenis kompresan yang bisa digunakan adalah kompresan teh chamomile.

Teh chamomile bisa membantu menenangkan area kulit yang gatal akibat penyakit cacar air. Teh herbal ini mengandung antiseptik dan antiradang yang bagus untuk mengurangi gejala pada penyakit cacar air.

Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu melarutkan dua hingga tiga kantong teh chamomile dalam sebaskom kecil air hangat.

Kemudian, rendam kain, handuk, atau kapas ke dalam larutan teh. Setelah itu, tempelkan handuk ke area kulit yang gatal. Setelah selesai, tepuk-tepuk kulit hingga mengering.

7. Minum antihistamin

Jika Anda telah melakukan berbagai cara untuk menghilangkan cacar air seperti di atas, tapi masih merasa terganggu dan tidak nyaman, tidak ada salahnya untuk mencoba pengobatan medis.

Obat antihistamin memang bisa membantu mengurangi rasa gatal, tapi sebaiknya penggunaan obat ini tetap dalam pengawasan dokter. Artinya, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan jenis antihistamin yang tepat untuk menghilangkan rasa gatal cacar air.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chickenpox – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282

7 Home Remedies for Chickenpox. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-chickenpox#sugar–free-popsicles

Chickenpox . (2017). Retrieved 11 March 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/

Chickenpox: Controlling the Itch . (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://myhealth.alberta.ca/Health/pages/conditions.aspx?hwid=ue4861

What Makes Chickenpox Itch? (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/chicken-pox-itch.html

Chicken Pox Treatment: Home Remedies and Medications. (2020). Retrieved 11 March 2020, from https://www.webmd.com/children/understanding-chickenpox-treatment

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Theresia Evelyn
Tanggal diperbarui 12/01/2017
x