Awas, Hubungan Seks Ternyata Bisa Menularkan Kudis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis termasuk dalam deretan penyakit infeksi menular seksual, seperti halnya sipilis dan gonorrhea.

Bagaimana hubungan seks bisa menularkan kudis?

hubungan seks dalam seminggu

Kudis disebabkan oleh spesies tungau Sarcoptes scabiei. Parasit ini berkembang biak dan bertelur pada permukaan kulit.

Setelah telur menetas, tungau-tungau baru akan bermunculan dan menggali liang pada kulit sehingga terbentuk luka gatal.

Periode antara infeksi tungau hingga gejala muncul biasanya berlangsung selama 4-6 minggu. Jika Anda terkena kudis untuk kedua kalinya, gejalanya mungkin akan muncul lebih cepat, yaitu dalam beberapa hari.

Penyakit kulit ini dapat menular dengan beberapa cara, antara lain:

  • Kontak langsung antara kulit penderita dengan orang yang sehat dalam waktu lama
  • Hubungan seksual antara penderita dengan orang yang sehat
  • Kontak dengan handuk, seprai, atau pakaian yang bersentuhan langsung dengan penderita

Kudis dapat menular dengan sangat mudah melalui sentuhan terhadap kulit penderita.

Penderita kudis menularkan penyakit ini saat melakukan hubungan seks. Hal ini bisa terjadi karena kulit Anda dan pasangan akan bersentuhan dalam waktu lama.

Sebagian besar infeksi menular seksual dapat dicegah dengan menggunakan kondom. Namun, berbeda dengan kudis.

Penularan penyakit ini tidak bisa dicegah menggunakan kondom, dental dam (untuk seks oral), atau metode perlindungan lainnya.

Jika salah satu di antara pasangan terkena kudis, maka keduanya harus menjalani pengobatan untuk mencegah penularan kembali. Anda harus segera memberi tahu pasangan apabila mengalami gejala kudis, begitu pula sebaliknya.

Hati-hati dengan munculnya gejala kudis setelah pengobatan

pantangan untuk kudis

Ruam dan gatal pada kulit akibat kudis dapat bertahan selama beberapa minggu hingga sebulan setelah pengobatan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan tambahan jika gatal terasa begitu parah.

Apabila gejala terus berlangsung, Anda patut waspada. Penderita kudis bisa saja menularkan kembali penyakit ini melalui kontak antarkulit ataupun hubungan seks.

Selain itu, munculnya gejala juga bisa terjadi akibat kondisi berikut:

1. Kegagalan pengobatan

Resistensi obat, cara mengobati yang salah, atau waktu pemberian obat yang salah dapat menyebabkan kegagalan pengobatan.

Jika pengobatan sudah tepat, luka galian liang yang menjadi ciri khas kudis seharusnya tidak lagi muncul setelah 1-2 hari.

Kegagalan pengobatan juga bisa disebabkan oleh obat yang tidak mampu menembus luka kudis yang berkerak. Akibatnya, penderita akhirnya menularkan kembali kudis melalui kontak langsung dengan kulit, berbagai handuk, atau hubungan seksual.

2. Kudis menular kembali

Selain pasangan yang menularkan secara langsung dari hubungan seks atau sentuhan langsung lainnya, kudis bisa menular kembali dari anggota keluarga maupun penghuni tempat tinggal yang sama.

Itu sebabnya, ketika satu orang dalam rumah terkena kudis, setiap orang yang tinggal dalam satu rumah harus mendapatkan penanganan serupa.

Tidak hanya itu, kudis juga dapat menular kembali melalui pakaian, seprai, atau handuk penderita. Barang yang pernah bersentuhan dengan kulit penderita seharusnya dicuci dengan air panas dan tidak digunakan terlebih dulu selama 72 jam.

3. Penyebab lain

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan reaksi yang serupa dengan kudis. Jika Anda tidur menggunakan tempat tidur yang sama dengan pasangan dan tidak tertular kudis setelah 30 hari, maka besar kemungkinan penyebabnya bukanlah kudis.

Gejala gatal juga bisa timbul akibat reaksi alergi atau paparan terhadap jenis tungau lain yang ada di rumah. Anda dapat memastikan penyebabnya dengan memeriksakan diri ke dokter.

Kudis merupakan salah satu infeksi menular yang harus diwaspadai. Pasalnya, Anda maupun pasangan dapat saling menularkan penyakit ini dengan mudah melalui hubungan seksual.

Penyakit ini juga dapat muncul kembali setelah pengobatan. Maka dari itu, Anda, pasangan, maupun semua orang yang tinggal dalam satu rumah yang sama harus menjalani pengobatan kudis secara menyeluruh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Peradangan oleh eksim bisa menyebabkan kulit menjadi kering atau luka terbuka yang basah. Apa saja jenis obat eksim yang yang tepat untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Dermatitis

Dermatitis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan ruam bengkak kemerahan dan gatal. Cari tahu penyebab, gejala, obat, dan cara mengatasi dermatitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Pilihan Obat Dermatitis Seboroik Secara Medis dan Alami

Ada berbagai jenis obat dermatitis seboroik yang bisa Anda gunakan, mulai dari krim hingga sampo. Apa yang paling tepat untuk Anda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar mulut. Ketahui gejala, penyebab, dan cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit